Jateng

Survival di Puncak: 4 Tips Krusial Agar Selamat dari Ancaman Badai dan Sambaran Petir Saat Mendaki!

Theo Adi Pratama | 12 Desember 2025, 07:30 WIB
Survival di Puncak: 4 Tips Krusial Agar Selamat dari Ancaman Badai dan Sambaran Petir Saat Mendaki!

JATENG.AKURAT.CO, Mendaki gunung menawarkan pemandangan menakjubkan, tapi alam juga punya sisi brutal.

Ketika badai datang, disusul angin kencang dan sambaran petir, situasi di puncak bisa berubah menjadi sangat berbahaya. Kepanikan seringkali membuat pendaki salah langkah.

Padahal, ada beberapa tindakan logis dan cepat yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan keselamatan saat petir dan badai mengamuk. Ingat, petir selalu mencari jalur dengan hambatan terendah menuju tanah!

1. Hindari Area Camp Terbuka (Puncak atau Padang Savana)

Ini adalah aturan keselamatan paling dasar. Area terbuka, terutama puncak gunung atau padang savana yang luas tanpa pepohonan tinggi, adalah titik paling berbahaya saat terjadi badai petir.

  • Logika Petir: Petir cenderung menyambar objek paling tinggi di suatu area.
  • Risiko: Jika kamu mendirikan tenda di area terbuka, tendamu menjadi objek tertinggi yang potensial disambar. Selain itu, area terbuka juga merupakan jalur utama bagi angin badai.

Segera pindahkan camp atau cari perlindungan ke area yang lebih rendah atau yang dikelilingi vegetasi tinggi lainnya.

2. Berlindung di Bawah Pohon Rendah (Teori Ketinggian)

Jika tidak ada shelter atau goa yang aman, dan kamu terpaksa berlindung di area berpepohonan, ingatlah prinsip ketinggian:

  • Petir Mencari yang Tertinggi: Selalu cari pohon atau semak belukar yang lebih rendah dari sekitarnya. Pohon tinggi adalah "tiang petir" alami dan berbahaya jika kamu berada terlalu dekat dengannya.
  • Jaga Jarak: Jika memungkinkan, hindari berlindung persis di bawah pohon yang sangat tinggi. Jaga jarak beberapa meter dari batang pohon tertinggi untuk menghindari side flash (lompatan listrik dari objek yang tersambar).

3. Jauhi Perangkat Elektronik dan Logam

Meskipun ini terdengar seperti peringatan umum, risiko konduktivitas listrik sangat nyata.

  • Konduktor Listrik: Logam (tongkat trekking, frame tenda, atau casing ponsel) dan perangkat elektronik adalah konduktor listrik yang baik. Menyentuh atau berada dekat dengan benda-benda ini saat badai petir meningkatkan risiko tersambar.
  • Tindakan: Masukkan semua barang elektronik (termasuk handphone dan powerbank) ke dalam tas ransel. Tunggu sampai badai benar-benar reda sebelum mengeluarkannya. Lagipula, jika petir menyambar, tidak ada yang akan chat kamu, kan?

4. Jangan Berbaring di Tanah Secara Langsung

Saat petir menyambar permukaan bumi, arus listrik akan menyebar di tanah (disebut ground current). Jika kamu berbaring atau duduk langsung di tanah, terutama di genangan air, tubuhmu akan menjadi jembatan bagi listrik yang menyebar.

  • Tindakan yang Benar: Duduklah di atas alas yang bersifat isolator, seperti matras, sleeping bag, atau alas busa yang tebal. Usahakan posisi tubuhmu sekecil mungkin (crouch) dengan lutut ditekuk dan tumit menyentuh, serta kepala diletakkan di antara lutut. Hal ini meminimalisir kontak tubuh dengan tanah.

Badai dan petir bukan sekadar guyuran hujan, tapi ancaman serius. Selalu prioritaskan persiapan gear yang memadai dan yang paling penting: jangan pernah mengabaikan tanda-tanda alam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.