Tertinggal 2 Gol, Comeback dalam 4 Menit: Drama Persib vs Dewa United yang Bikin Jantung Copot

JATENG.AKURAT.CO, Persib Bandung bikin pendukungnya sesak napas: tertinggal dua gol di babak pertama, lalu comeback kilat dalam empat menit, tapi tetap gagal menang. Blunder atau heroik, ya?
Sore itu, Stadion Si Jalak Harupat diguyur hujan deras. Tapi yang lebih deras dari hujan adalah drama di atas lapangan. Persib Bandung, tim yang dikenal punya mentalitas "pantang menyerah", kembali menunjukkan kenapa mereka dijuluki Maung Bandung: mereka memang suka bikin pendukungnya deg-degan sampai menit akhir.
Pertandingan pekan keempat Super League 2026/2027 ini berakhir 2-2. Tapi angka itu nggak pernah bisa menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Dari blunder di babak pertama sampai roket Marc Klok di babak kedua, semuanya campur jadi satu. Mari kita bedah satu per satu.
Babak Pertama: Dua Kesalahan yang Bikin Bobotoh Ngelus Dada
Persib sebenarnya memulai laga dengan intensitas tinggi. Adam Alis beberapa kali mencoba menembus pertahanan Dewa United. Thom Haye juga aktif mengirim umpan-umpan berbahaya. Tapi sepak bola memang kejam: dominasi bukan jaminan gol.
Masalahnya datang dari lini belakang. Gabriel Mutombo harus keluar lapangan pada menit ke-13 setelah berbenturan dengan Taisei Marukawa. Posisinya digantikan Julio Cesar. Absennya Mutombo di sektor pertahanan sempat membuat koordinasi di lini belakang menjadi celah yang ditembus Egy Maulana.
Celah itu kemudian dimanfaatkan dengan dingin oleh Dewa United. Pada menit ke-22, Noah Sadaoui melewati Kakang Rudianto dan mengirim umpan kepada Egy Maulana Vikri. Egy dengan tenang melepaskan tendangan kaki kanan yang gagal dibendung Teja Paku Alam. Gawang Persib bobol. 0-1.
Pelatih Igor Tolic sendiri mengakui timnya melakukan dua kesalahan fatal di babak pertama. "Kami membuat dua kesalahan di babak pertama, kami dihukum karena Dewa United adalah tim yang bagus, yang hanya fokus pada liga," ujarnya usai laga.
Petaka kedua datang tepat sebelum turun minum. Taisei Marukawa memberikan umpan terobosan kepada Noah Sadaoui yang berdiri bebas. Sadaoui memaksimalkan kesempatan tersebut untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Babak pertama berakhir dengan Persib tertinggal dua gol. Di tribun, Bobotoh mulai gelisah. Di ruang ganti, Tolic berpikir keras.
Babak Kedua: Empat Menit yang Mengubah Segalanya
Memasuki babak kedua, Tolic melakukan dua pergantian yang ternyata jadi kunci: Dedi Kusnandar ditarik keluar, digantikan Marc Klok. Adam Alis juga digantikan Berguinho. Perubahan ini meningkatkan intensitas serangan Persib.
Hujan masih mengguyur lapangan. Lapangan basah, bola berat, dan kondisi fisik mulai terkuras. Tapi justru di tengah kondisi sulit itulah Persib menunjukkan kelasnya.
Menit ke-51, Balsa Sekulic memanfaatkan kemelut di depan gawang Dewa United. Berawal dari lemparan ke dalam di sisi kiri pertahanan lawan, Sekulic menyelesaikan peluang dengan tendangan yang menggetarkan gawang Sonny Stevens. 1-2! Stadion Si Jalak Harupat bergemuruh.
Hanya tiga menit berselang, stadion kembali meledak. Memanfaatkan situasi sepak pojok yang diambil Thom Haye, Marc Klok melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke gawang Dewa United. 2-2! Dua gol dalam empat menit. Comeback kilat yang mengubah suasana dari pesimisme ke euforia dalam sekejap.
"Ya, saya pikir pertandingan hari ini adalah upaya yang luar biasa dari para pemain. Saya pikir mereka memberikan semua yang mereka miliki, walau dalam keadaan letih," kata Tolic mengenang momen itu.
Marc Klok: Kapten yang Bicara Lewat Aksi
Siapa lagi yang jadi penyelamat kalau bukan kapten? Marc Klok, pemain yang sudah lama jadi nyawa di lini tengah Persib, kembali membuktikan dirinya bukan sekadar pemimpin di ruang ganti, tapi juga di lapangan.
Saat ditanya soal pertandingan, Klok mengakui laga melawan Dewa United memang berat. "Game sangat berat. Kembali harus comeback setelah tertinggal. Saya pikir kalian semua bisa melihat fighting spirit yang ada di ruang ganti," ujarnya.
Klok menegaskan bahwa kemampuan Persib untuk bangkit dari ketertinggalan dua gol adalah bukti karakter yang dibangun dalam tim. "Kami tidak mudah menyerah. Comeback lagi, hampir remontada lagi," tambahnya.
Sisi Lain: Dewa United yang Frustrasi
Di ruang ganti Dewa United, suasana berbeda seratus delapan puluh derajat. Pelatih Osmar Loss mengaku frustrasi dengan hasil ini. Timnya sudah unggul dua gol, tapi gagal mempertahankan keunggulan.
"Kami sedikit frustrasi karena sempat unggul 0-2, dan ketika kebobolan dua gol di babak kedua membuat perasaan tidak senang," kata Osmar Loss dalam konferensi pers.
Menurut Osmar, timnya bermain sangat solid dan disiplin sepanjang babak pertama. Namun, situasi berbalik drastis saat babak kedua baru berjalan beberapa menit. "Di babak pertama kami bermain sangat bagus, tetapi di babak kedua, sayangnya, ketika kebobolan gol pertama, pertandingan menjadi sedikit emosional dan tim kami kehilangan kendali," ujarnya.
Statistik yang Bicara
Secara statistik, Dewa United memang lebih dominan. Mereka mencatat penguasaan bola 53 persen, sementara Persib hanya 47 persen. Dewa United melepaskan sembilan tembakan, dengan tiga tepat sasaran.
Tapi sepak bola bukan soal siapa yang lebih banyak menguasai bola. Sepak bola soal siapa yang bisa memanfaatkan momen. Dan momen itu datang untuk Persib di awal babak kedua.
Blunder atau Heroik? Ini Jawabannya
Jadi, pertandingan ini blunder atau aksi heroik? Jawabannya: keduanya. Babak pertama adalah blunder—dua kesalahan pertahanan yang dihukum oleh tim sekualitas Dewa United. Babak kedua adalah aksi heroik—comeback kilat dalam empat menit yang menyelamatkan muka di kandang sendiri.
Tolic sendiri tidak menampik soal kesalahan di babak pertama. Tapi ia juga menegaskan bahwa respons tim setelahnya adalah bukti karakter yang luar biasa. "Saya pikir itu sangat menunjukkan karakter yang luar biasa, menunjukkan semangat ruang ganti, bagaimana mereka bertarung bersama, bagaimana mereka bermain bersama, bagaimana mereka melakukan segalanya untuk satu sama lain," tuturnya.
Dengan tambahan satu poin, Persib kini menempati peringkat kedelapan klasemen sementara dengan koleksi tujuh poin dari empat pertandingan. Sementara Dewa United harus puas di peringkat kedua dengan sebelas poin, gagal menggeser Persija Jakarta dari puncak klasemen.
Catatan Evaluasi
Ada beberapa hal yang perlu dibenahi Persib ke depan. Pertama, konsistensi di lini pertahanan. Kehilangan Mutombo di menit awal pertandingan jelas mengganggu koordinasi. Kedua, efisiensi serangan. Di babak pertama, Persib punya beberapa peluang, tapi gagal memaksimalkannya.
Ketua Viking Distrik Indramayu, Muhajirin, bahkan mendesak tim pelatih untuk melakukan evaluasi total. "Kami minta evaluasi total," ujarnya seperti dikutip Tribunjabar.id.
Tapi di sisi lain, mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan Marc Klok dan kawan-kawan adalah modal berharga. Comeback dalam empat menit bukan hal yang bisa dilakukan sembarang tim. Itu butuh mental baja dan kepercayaan satu sama lain.
Sore itu, hujan di Si Jalak Harupat akhirnya reda. Tapi drama yang ditampilkan Persib dan Dewa United akan terus dikenang—bukan sebagai pertandingan yang sempurna, tapi sebagai pertandingan yang jujur: penuh kesalahan, penuh keberanian, dan penuh emosi. Dan begitulah sepak bola seharusnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Drama VAR! Persib vs Dewa United, Maung Dibikin Geram! Penalti di Akhir Laga Tak Diberikan
- 2Prediksi Skor Deltras FC vs Persela Lamongan: Duel Sengit Perebutan Puncak Klasemen Pegadaian Championship 2026/27
- 3MotoGP Mandalika 2026: Acosta dan Marquez Saling Memberi Posisi demi Hindari Penalti
- 4Semarang Heritage Night Run 2026 Hadirkan Sensasi Lari Malam di Tengah Kekayaan Budaya Kota Lama
- 5Polda Jateng bersama BNN dan POM Lakukan Operasi Sarang Narkoba Serentak, Ribuan Pil Diamankan
- 6DPP Unnes Kucurkan Beasiswa Rp 3,38 Miliar untuk 530 Mahasiswa Kurang Mampu
- 7Ofero Ride Fest 2026 Hadir di Semarang, Kenalkan Motor Listrik Carria 1 dengan Jarak Tempuh 130 Kilometer
- 8Tiga Hari Kendalikan Bara TPA Jatibarang, Pemkot Semarang Terapkan Teknologi Thermal
- 9PSIS Semarang Bidik Kemenangan Keempat, Misi Tekuk Persiraja Bidik Pemuncak Klasemen Grup A!
- 10Dell XPS 16 RTX Spark Resmi Dijual, Harga Tembus Rp60 Jutaan dan Lebih Mahal dari Asus ProArt P16




