Macet di Semarang Bikin Capek Pulang Kerja? Ini 6 Titik Rawan dan Jalur Tikus yang Bikin Cepat Sampai

JATENG.AKURAT.CO, Macet di Semarang saat jam pulang kerja itu sudah seperti ritual wajib yang bikin stres. Tapi tenang, ada beberapa jalur tikus dan rute alternatif yang bisa bikin kamu sampai rumah lebih cepat tanpa harus pasrah terjebak antrean panjang.
Jam menunjukkan pukul 16.00. Di kantor, kamu baru saja menyelesaikan pekerjaan terakhir hari ini. Tas sudah disiapkan, jaket sudah dipakai, dan niat pulang sudah bulat.
Tapi begitu keluar gedung dan menyalakan mesin, kamu dihadapkan pada pemandangan yang sudah sangat akrab: deretan kendaraan yang merayap pelan, lampu rem menyala terus, dan asap knalpot yang bikin mata perih.
Selamat datang di jam pulang kerja di Semarang.
Kota ini memang sedang tumbuh pesat. Kawasan Tembalang jadi pusat pendidikan, Pedurungan dan Genuk jadi pusat industri, sementara pusat kota tetap jadi magnet untuk perkantoran dan perdagangan. Masalahnya, pertumbuhan ini nggak selalu diimbangi dengan kapasitas jalan yang memadai. Hasilnya? Titik-titik macet yang seolah jadi langganan setiap sore.
Tapi jangan buru-buru putus asa. Ada beberapa jalur alternatif dan “jalan tikus” yang bisa kamu coba untuk memotong waktu perjalanan. Berikut daftarnya.
1. Jalan Kedungmundu Raya: Macetnya Bikin Capek Pulang Kerja
Kalau kamu bekerja di kawasan Tembalang atau Banyumanik dan tinggal di Semarang bawah, Jalan Kedungmundu Raya adalah ujian kesabaran paling berat.
Setiap sore, saat jarum jam mulai menunjukkan angka 16.00, ada satu pemandangan yang sudah menjadi ritual wajib bagi para pekerja di kawasan Tembalang-Semarang: deretan kendaraan yang merayap pelan di Jalan Kedungmundu Raya.
Titik macet utamanya ada di pertigaan arah krematorium dan simpang di depan Masjid Baitul Muttaqin. Di sini, pengguna jalan kerap memutar balik atau menyebrang di titik yang tidak semestinya, menciptakan konflik lalu lintas dan menghambat arus dari tiga arah jalan besar.
Dinas Perhubungan sudah memasang pembatas jalan berupa traffic cone untuk mengurai masalah, tapi tetap saja ada oknum yang membobol pembatas itu demi mengambil jalan pintas.
Salah satu warga yang sering melintasi jalan Kedungmundu, Widi Astari, mengaku sering mengalami kemacetan, utamanya di pertigaan atau perputaran arah tersebut. "Saya sebagai pengguna jalan Kedungmundu, memang di perputaran arah krematorium sering macet apalagi jalannya agak nanjak ya. Kalau saya setuju sih ditutup aja dan putar balik di depan RS Unimus lebih simpel. Kadang ada pak ogah yang nyebrangin itu bikin macet juga," katanya kepada RRI.
Jalur alternatif: Kalau kamu dari arah Tembalang ingin menuju Semarang bawah, coba hindari Kedungmundu saat jam sibuk. Manfaatkan jalur tembus Jangli-Undip yang sudah selesai dibangun beberapa tahun lalu. Jalan ini dinilai menjadi solusi praktis untuk menghindari kemacetan di Gombel Baru maupun sejumlah titik padat lainnya seperti Jalan Setiabudi dan Jalan Dr. Wahidin.
2. Jalan Kaligawe Raya: Proyek Peninggian Jalan Bikin Antrean Mengular
Buat kamu yang tinggal di kawasan Genuk, Sayung, atau Demak dan bekerja di pusat kota Semarang, Jalan Kaligawe Raya adalah jalur utama yang harus dilalui.
Sayangnya, proyek peninggian jalan yang hingga kini belum selesai membuat arus lalu lintas tersendat parah.
Pada jam-jam sibuk, khususnya waktu pulang kerja, kendaraan terpantau padat merayap akibat pengerjaan proyek peninggian jalan yang hingga kini belum selesai.
Kemacetan mulai terasa selepas Flyover Tol Kaligawe dan terus mengular hingga depan RSI Sultan Agung. Penyempitan lajur serta aktivitas proyek di badan jalan membuat laju kendaraan melambat drastis.
Situasi paling padat terjadi pada jam pulang kerja, ketika kendaraan pribadi, angkutan umum, serta kendaraan berat bertemu di jalur yang sama. Pengendara harus ekstra sabar karena pergerakan kendaraan sering kali hanya maju beberapa meter dalam waktu lama.
Jalur alternatif: Kapolsek Genuk Polrestabes Semarang, Kompol Rismanto, mengimbau masyarakat agar menghindari jalur tersebut jika tidak mendesak. "Silakan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan guna mengurangi kepadatan," ujarnya. Beberapa jalur alternatif yang bisa digunakan antara lain melalui kawasan Pedurungan, Jalan Wolter Monginsidi, serta wilayah Genuk untuk kendaraan dari arah Semarang menuju Demak maupun sebaliknya.
3. Jalan Majapahit: Betonisasi Bikin Arus Melambat
Proyek betonisasi di ruas Jalan Majapahit, Kota Semarang, yang dimulai pada Selasa (21/7/2026), mulai berdampak pada kepadatan arus lalu lintas, terutama pada jam sibuk sore hingga malam hari.
Penyempitan ruas jalan akibat pekerjaan konstruksi membuat arus kendaraan melambat dan antrean kendaraan mengular, khususnya pada jalur menuju Pedurungan saat jam pulang kerja. Meski begitu, sejumlah pengguna jalan tetap mendukung proyek tersebut karena dinilai akan memberikan manfaat jangka panjang.
Salah seorang pengguna jalan, Harsono (45), warga Sendangguwo, mengaku hampir setiap hari melintasi Jalan Majapahit untuk pulang bekerja. "Memang sekarang perjalanan jadi lebih lama karena macet, terutama saat pulang kerja. Tapi gak apa-apa yang penting jalannya jadi mulus," ujarnya kepada RadarSemarang.
Jalur alternatif: Kalau kamu dari arah Pedurungan menuju pusat kota, coba hindari Jalan Majapahit saat jam sibuk. Manfaatkan jalur Selatan via Mranggen-Guntur untuk mobil dan motor. Dari arah Kota Semarang, arahkan kendaraanmu menuju Jalan Majapahit (Pedurungan), melintasi Flyover Mranggen, Karangawen (Demak), belok kiri ke arah Kecamatan Guntur, ikuti jalan utama hingga tembus ke Pertigaan Buyaran, Demak. Jalur ini relatif lebar dan sudah banyak yang dibeton.
4. Jalan Siliwangi: Rawan Macet Saat Jam Pulang Kerja
Jalan Siliwangi menjadi salah satu jalur penghubung antara Semarang Tengah dan Semarang Selatan. Tingginya arus kendaraan dari pemukiman dan perkantoran menjadi pemicu utama kemacetan.
Penyebab kemacetan di jalur ini antara lain minimnya pengaturan lalu lintas dan lampu merah, serta banyaknya kendaraan yang belok tanpa memberi lampu sein.
Jalur alternatif: Bagi warga Semarang Selatan, cobalah jalur alternatif via Jalan Setiabudi atau Gunungpati saat jam sibuk. Jalur ini memang sedikit memutar, tapi sering kali lebih cepat daripada harus terjebak di Siliwangi.
5. Simpang Kalibanteng: Traffic Light Terlalu Lama
Simpang tujuh Kalibanteng jadi salah satu titik macet paling kronis di Semarang. Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan terlalu lamanya traffic light di Kalibanteng memang mengakibatkan kemacetan panjang terutama pada jam-jam sibuk.
Durasi traffic light dari arah Jakarta saat ini sekitar 150 detik. Hal ini yang membuat antrian kendaraan bisa mencapai simpang Hanoman. Pihaknya akan mengurangi durasi tersebut dan melakukan beberapa skenario lalu lintas untuk membantu memperlancar arus kendaraan.
Danang juga menyatakan bahwa pihaknya akan melarang kendaraan berat dengan tonase tertentu pada jam-jam sibuk, yakni pagi jam 06.00-08.00 dan sore jam 16.00-18.00.
Jalur alternatif: Kalau kamu dari arah Jakarta menuju kota dan pelabuhan, coba manfaatkan simpang Hanoman atau dari arah Krapyak yang akan dibuka kembali agar kendaraan bisa keluar ke arah jalan tol. Alternatif lain adalah melalui Jalan Siliwangi atau Jalan Setiabudi, meski keduanya juga rawan macet.
6. Jalur Tikus Semarang-Solo: Bebas Macet, View Juara
Buat kamu yang sering bepergian ke Solo atau Ungaran, jalur arteri utama seperti Jalan Raya Ungaran-Bawen atau tanjakan Gombel pada jam pulang kerja kerap menjadi tantangan tersendiri.
Sebagai solusi, terdapat lima jalur alternatif atau "jalur tikus" rute Semarang-Solo yang menawarkan kelancaran perjalanan sekaligus bonus pemandangan alam memukau.
Jalur Sampangan – Gunungpati – Ungaran: Rute ini menjadi favorit bagi pengendara yang bermaksud menghindari kepadatan dari arah pusat kota menuju Ungaran. Lewat Sampangan, Jembatan Besi, Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sekaran, Gunungpati, Kedungpane, hingga Ungaran. Bebas dari titik macet utama di kawasan Gombel, dengan panorama perbukitan hijau dan udara sejuk khas pegunungan.
Jalur Mijen – Palir – Kaliancar: Bagi pekerja di area Semarang Barat atau kawasan industri Wijaya Kusuma/Mangkang, jalur ini sangat efektif memotong kompas tanpa masuk ke pusat Kota Semarang. Lewat Pasar Mangkang, Palir, Kedungpane, BSB City, Mijen, Cangkiran, Bergas/Ungaran. Menghindari total kepadatan daerah Krapyak, Jatingaleh, dan Banyumanik.
Jalur Tembalang – Sigar Bencah – Meteseh – Bergas: Rute ini sangat cocok untuk pekerja di daerah bawah atau area kampus Undip Tembalang yang ingin langsung menembus ke Ungaran/Solo tanpa melewati pasar atau pusat kota.
7. Tips Biar Gak Stres di Jalan
Selain memilih jalur alternatif, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar perjalanan pulang nggak bikin stres:
Cek kondisi lalu lintas real-time melalui Google Maps atau aplikasi Dishub Semarang sebelum melintasi jalur rawan macet.
Berangkat lebih awal atau lebih lambat dari jam sibuk. Kalau memungkinkan, tunggu sampai pukul 18.30 atau 19.00 untuk menghindari puncak kepadatan.
Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, terutama kalau kamu memilih jalur tikus yang didominasi tanjakan curam dan tikungan tajam.
Siapkan air minum dan camilan di dalam kendaraan. Macet panjang tanpa bekal bisa bikin emosi naik.
Dengarkan podcast atau musik yang menenangkan. Daripada mengeluh, mending nikmati perjalanan.
Macet di Semarang saat jam pulang kerja memang nggak bisa dihindari sepenuhnya. Tapi dengan memilih jalur yang tepat dan sedikit kesabaran, kamu bisa memangkas waktu perjalanan dan sampai rumah dengan mood yang lebih baik.
Ingat, jalan tikus bukan cuma soal menghindari macet—kadang, di sanalah kamu menemukan sisi Semarang yang belum pernah kamu lihat sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Drama VAR! Persib vs Dewa United, Maung Dibikin Geram! Penalti di Akhir Laga Tak Diberikan
- 2Prediksi Skor Deltras FC vs Persela Lamongan: Duel Sengit Perebutan Puncak Klasemen Pegadaian Championship 2026/27
- 3MotoGP Mandalika 2026: Acosta dan Marquez Saling Memberi Posisi demi Hindari Penalti
- 4Semarang Heritage Night Run 2026 Hadirkan Sensasi Lari Malam di Tengah Kekayaan Budaya Kota Lama
- 5Polda Jateng bersama BNN dan POM Lakukan Operasi Sarang Narkoba Serentak, Ribuan Pil Diamankan
- 6DPP Unnes Kucurkan Beasiswa Rp 3,38 Miliar untuk 530 Mahasiswa Kurang Mampu
- 7Tiga Hari Kendalikan Bara TPA Jatibarang, Pemkot Semarang Terapkan Teknologi Thermal
- 8Ofero Ride Fest 2026 Hadir di Semarang, Kenalkan Motor Listrik Carria 1 dengan Jarak Tempuh 130 Kilometer
- 9PSIS Semarang Bidik Kemenangan Keempat, Misi Tekuk Persiraja Bidik Pemuncak Klasemen Grup A!
- 10Dell XPS 16 RTX Spark Resmi Dijual, Harga Tembus Rp60 Jutaan dan Lebih Mahal dari Asus ProArt P16



