Jateng

Michelin Bawa Ban Casing Diperkuat ke MotoGP Mandalika, Ducati Kembali Diuji

Theo Adi Pratama | 9 Oktober 2026, 07:16 WIB
Michelin Bawa Ban Casing Diperkuat ke MotoGP Mandalika, Ducati Kembali Diuji

JATENG.AKURAT.CO, Michelin memastikan akan membawa ban belakang dengan casing diperkuat ke ajang MotoGP Indonesian Grand Prix 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, akhir pekan ini.

Keputusan tersebut diambil menyusul kondisi sirkuit yang menuntut ketahanan ekstra, mulai dari suhu aspal yang bisa menyentuh 60 derajat Celsius hingga permukaan lintasan yang abrasif dan layout cepat dengan banyak tikungan berkecepatan tinggi.

Ban dengan konstruksi casing yang lebih kaku ini memang dirancang khusus untuk mengatasi tekanan termal berlebih, tetapi konsekuensinya cukup signifikan: grip yang dihasilkan cenderung lebih rendah dibandingkan ban standar, dan karakteristik motor pun ikut berubah.

Bagi sebagian tim, terutama Ducati, ban ini menjadi momok yang sulit diatasi dalam setahun terakhir. Meski demikian, Marc Marquez baru saja membuktikan bahwa ban casing keras bukan halangan mutlak setelah memenangi GP Jepang di Motegi pekan lalu.

Lalu, bagaimana prospek Ducati di Mandalika dan mengapa Aprilia justru tampil nyaman dengan ban jenis ini? Berikut ulasannya.

Mengapa Mandalika Butuh Ban Khusus?

Sirkuit Mandalika memiliki kombinasi karakter yang membuat ban bekerja sangat keras. Tikungan cepat beruntun, permukaan aspal yang kasar, dan suhu udara tropis menciptakan beban termal ekstrem pada ban belakang.

Michelin pun membawa spesifikasi ban yang sama dengan yang digunakan di Thailand pada awal musim 2026, bukan versi yang dipakai di Austria atau Jepang.

Kepala Michelin Motorsport, Piero Taramasso, menjelaskan bahwa tahun lalu suhu aspal Mandalika mencapai 60 derajat Celsius. "Kami membawa ban belakang dengan casing diperkuat untuk mengelola tekanan termal dengan lebih baik," ujarnya.

Ducati dan Teka-Teki Casing Keras

Ducati memiliki rekam jejak yang naik-turun dengan ban casing diperkuat. Tahun lalu, pabrikan asal Bologna itu kesulitan besar di Mandalika dengan ban tersebut, sementara Fermin Aldeguer yang saat itu mengendarai GP24 justru tampil dominan.

Musim ini, pola serupa kembali terlihat. Aprilia mampu memaksimalkan performa ban casing kaku, sementara Ducati lebih sering berjuang.

Namun, Marc Marquez berhasil finis dekat podium di Thailand dan memiliki pace kuat di Austria. Puncaknya, Marquez menang di Motegi dengan ban keras yang diperkuat.

Alex Marquez Ungkap Faktor Pembeda

Pembalap Gresini Racing, Alex Marquez, memberikan penjelasan teknis mengenai mengapa Motegi bisa berbeda. "Saya rasa aspal baru sangat membantu kami," kata Alex kepada wartawan di Mandalika.

"Karet di Motegi juga cukup lunak, jadi itu turut membantu dengan casing tersebut. Tapi di sini casingnya berbeda dibandingkan Motegi. Yang ini memberikan lebih banyak edge grip dibandingkan yang kami pakai di Austria, dan tingkat grip di sirkuit ini memang selalu tinggi," tambahnya.

Harapan Marc Marquez di Mandalika

Marc Marquez tidak menampik bahwa Mandalika lebih cocok untuk Aprilia. Meski demikian, ia tetap optimistis. "Saya akan menyerang setiap sirkuit. Itu targetnya," tegas Marquez dalam konferensi pers pra-balapan.

"Yang terpenting adalah saya merasa lebih baik, kami menyetel motor dengan cara berbeda. Sirkuit ini memang lebih cocok untuk pembalap Aprilia, tapi kami akan berusaha mendekat," ujarnya.

Michelin Tegaskan Bukan soal Casing

Taramasso sebelumnya menegaskan bahwa dominasi Aprilia di awal musim bukan semata-mata karena ban casing diperkuat. Menurutnya, Aprilia memang memiliki keunggulan pada motornya.

"Saya selalu berpikir itu bukan karena ban, karena kami sudah menawarkan casing paling kaku selama beberapa musim. Aprilia saat ini benar-benar punya sesuatu yang lebih pada motornya," jelas Taramasso.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.