Jateng

Empat Pejabat Utama Polda Jateng Dimutasi, Kabid Humas Sebut Bagian dari Penyegaran Organisasi

Muhammad Husni Mushonifi | 4 November 2026, 13:21 WIB
Empat Pejabat Utama Polda Jateng Dimutasi, Kabid Humas Sebut Bagian dari Penyegaran Organisasi

JATENG.AKURAT.CO, Kepolisian Daerah Jawa Tengah melakukan penyegaran struktur kepemimpinan dengan merotasi empat pejabat utama (PJU). Pergantian tersebut mencakup posisi strategis di bidang pengawasan internal, operasional, intelijen keamanan, hingga pengelolaan sumber daya manusia.

Mutasi ini merupakan bagian dari kebijakan pembinaan karier personel sekaligus upaya memperkuat tata kelola organisasi agar pelaksanaan tugas kepolisian semakin efektif dan profesional.

Kebijakan pergantian pejabat tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP.2026 tertanggal 2 November 2026. Empat jabatan yang mengalami rotasi yakni Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabidpropam), Kepala Biro Operasi (Karoops), Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam), serta Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jateng.

Baca Juga: Polda Jateng Gelar Sertijab Kapolres Sukoharjo dan Boyolali, Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kepolisian

Pada posisi Kabidpropam, Kombes Pol Saiful Anwar, S.Sos., S.I.K., M.H. mendapat penugasan baru sebagai Kalemkonprofpol Waketbidkermadianmas STIK Lemdiklat Polri. Jabatan yang ditinggalkannya kini dipercayakan kepada Kombes Pol Heri Setyawan, S.I.K., M.H., yang sebelumnya bertugas sebagai Kabagrehabpers Divpropam Polri.

Sementara itu, posisi Karoops Polda Jateng yang sebelumnya dijabat Kombes Pol Basya Radyananda, S.I.K., M.H. akan diisi Kombes Pol Soelistijono, S.I.K., M.H. Sebelumnya, Soelistijono mengemban tugas sebagai Karoops Polda Bali. Adapun Basya Radyananda mendapat penugasan baru sebagai Teknisi KBR Madya Tk. I Korbrimob Polri.

Pergantian juga terjadi pada Direktorat Intelijen dan Keamanan. Kombes Pol Syahbuddin, S.I.K. yang sebelumnya menjabat Dirintelkam Polda Jateng selanjutnya ditugaskan sebagai Wadirekonomi Baintelkam Polri.

Posisi tersebut kemudian diserahkan kepada Kombes Pol Heska Wahyu Widodo, S.I.K., yang sebelumnya menjabat Kasubdit Pembangunan Demokrasi Ditpolitik Baintelkam Polri.

Adapun jabatan Karo SDM Polda Jateng yang sebelumnya diemban Kombes Pol Dr. Noviana Tursanurohmad, S.I.K., M.Si. kini dipercayakan kepada Kombes Pol F. Guntur Sunoto, S.I.K., M.H.

Kombes Pol Noviana selanjutnya mendapat amanah sebagai Assessor SDM Kepolisian Madya Tk. I SSDM Polri. Sementara F. Guntur Sunoto sebelumnya bertugas sebagai Kabagjakdiklat Rojianstra SSDM Polri.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menjelaskan, rotasi jabatan tersebut merupakan mekanisme yang lazim dalam organisasi Polri, terutama untuk menjaga keberlanjutan kepemimpinan sekaligus memberikan ruang pengembangan karier bagi personel.

Menurutnya, pergantian pejabat juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan organisasi dalam menghadapi perkembangan tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.

Ia berharap para pejabat yang baru ditunjuk dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah Jawa Tengah. Selain itu, mereka diharapkan mampu meneruskan program yang sudah berjalan serta melakukan berbagai evaluasi dan pembenahan sesuai kebutuhan organisasi.

"Pada prinsipnya, setiap pergantian jabatan merupakan bagian dari upaya menjaga organisasi agar tetap dinamis dan mampu menjawab tantangan tugas yang terus berkembang. Kami berharap para pejabat yang mendapat amanah baru dapat melanjutkan hal-hal positif yang telah dibangun sekaligus menghadirkan peningkatan kinerja di bidang tugas masing-masing," ujarnya.

Yuliyanto menegaskan, perubahan komposisi pejabat tersebut tidak sekadar menyangkut pergantian personel, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat seluruh fungsi kepolisian agar semakin terintegrasi.

Menurutnya, pengawasan internal, pelaksanaan operasional, intelijen keamanan, serta manajemen sumber daya manusia memiliki keterkaitan penting dalam mendukung kinerja institusi kepolisian.

Seluruh fungsi tersebut harus berjalan beriringan dengan orientasi utama pada kepentingan masyarakat. Dengan demikian, pelaksanaan tugas perlindungan, pengayoman, dan pelayanan dapat semakin profesional, responsif, serta mengedepankan pendekatan humanis.

"Harapan kami, melalui penguatan organisasi ini, Polda Jawa Tengah semakin optimal dalam menjalankan tugas perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.