Jateng

Tragis! Sepeda Ontel Berbelok Mendadak di Laweyan Solo, Lansia Tewas Mengenaskan Usai Tabrakan dengan Honda Vario

Muhammad Husni Mushonifi | 13 Oktober 2026, 18:15 WIB
Tragis! Sepeda Ontel Berbelok Mendadak di Laweyan Solo, Lansia Tewas Mengenaskan Usai Tabrakan dengan Honda Vario

JATENG.AKURAT.CO, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor Honda Vario dan sepeda ontel terjadi di Jalan Dr Rajiman, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Senin (12/10/2026) pagi. Insiden yang berlangsung sekitar pukul 10.20 WIB tersebut merenggut nyawa seorang pengendara sepeda ontel berusia 65 tahun yang meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami cedera serius pada bagian kepala.

Peristiwa nahas itu kini tengah ditangani Satuan Lalu Lintas Polresta Surakarta. Polisi masih mendalami kronologi dan penyebab pasti kecelakaan yang diduga terjadi ketika pengendara sepeda ontel berbelok ke kanan tanpa memperhatikan kendaraan yang melaju dari arah belakang.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kanit Gakkum Satlantas Polresta Surakarta AKP Kurniawan Triatmojo membenarkan adanya kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan tersebut.

Menurut Kurniawan, kecelakaan itu melibatkan sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AD-2008-ARE yang dikendarai S, 61, warga Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, serta sepeda ontel yang dikendarai S, 65, warga Panularan, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta.

“Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor Honda Vario dengan sepeda angin atau sepeda ontel di Jalan Dr Rajiman, Laweyan. Akibat kejadian tersebut, satu orang pengendara sepeda ontel meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP),” ungkap AKP Kurniawan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kedua kendaraan tersebut semula melaju searah dari barat menuju timur. Sepeda motor Honda Vario berada di belakang sebelah kanan, sedangkan sepeda ontel melaju di bagian depan sebelah kiri.

Situasi lalu lintas berubah ketika pengendara sepeda ontel diduga tiba-tiba berbelok ke kanan atau menuju arah selatan. Pada saat bersamaan, sepeda motor Honda Vario melaju dari arah belakang sebelah kanan.

Manuver tersebut diduga membuat kedua kendaraan bertabrakan. Polisi menduga pengendara sepeda ontel kurang memperhatikan kondisi lalu lintas di belakangnya sebelum berpindah arah.

“Semula kedua kendaraan berjalan searah dari barat ke timur. Saat sepeda ontel berbelok ke kanan, diduga pengendaranya kurang memperhatikan kendaraan yang melaju dari arah belakang sebelah kanan sehingga terjadi benturan yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.

Benturan itu berakibat fatal bagi pengendara sepeda ontel. Korban mengalami cedera pada bagian kepala hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Kecelakaan tersebut kembali menjadi pengingat bahwa perubahan arah secara mendadak di jalan raya dapat memicu insiden serius, terutama ketika pengguna jalan tidak memastikan kondisi di sekitarnya aman.

Sementara itu, pengendara Honda Vario telah diamankan di Markas Komando Satuan Lalu Lintas Polresta Surakarta untuk menjalani pemeriksaan. Langkah tersebut dilakukan guna mendukung proses penyelidikan dan mengungkap secara lebih jelas rangkaian kejadian yang menyebabkan kecelakaan.

AKP Kurniawan menegaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut. Polisi belum menyimpulkan secara final pihak yang bertanggung jawab sebelum proses pemeriksaan dan penyelidikan selesai.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa kecelakaan ini. Pengendara sepeda motor sudah diamankan untuk kepentingan pemeriksaan,” tambahnya.

Dalam penanganan kasus kecelakaan lalu lintas, keterangan para pihak serta hasil pemeriksaan di lokasi kejadian menjadi bagian penting untuk merekonstruksi peristiwa. Melalui proses tersebut, polisi berupaya memastikan bagaimana tabrakan terjadi dan faktor apa saja yang berkontribusi terhadap insiden yang merenggut korban jiwa itu.

Menyikapi kejadian tersebut, Satlantas Polresta Surakarta mengingatkan seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan keselamatan ketika berkendara. Imbauan itu ditujukan kepada pengendara kendaraan bermotor maupun pesepeda yang sama-sama menggunakan ruang jalan.

Kurniawan meminta setiap pengguna jalan memastikan kondisi lalu lintas di sekelilingnya sebelum berbelok, berpindah jalur, atau mengubah arah perjalanan. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko benturan dengan kendaraan lain yang melaju dari belakang maupun samping.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, baik pengendara kendaraan bermotor maupun sepeda angin, agar selalu berhati-hati dan memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya. Sebelum berbelok atau berpindah arah, pastikan situasi benar-benar aman dan tidak membahayakan pengguna jalan lainnya,” pesannya.

Ia juga menekankan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab pengendara kendaraan bermotor. Setiap pengguna jalan, termasuk pesepeda, perlu memahami situasi lalu lintas, menjaga kewaspadaan, serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.

Kecelakaan di Jalan Dr Rajiman tersebut menjadi peringatan bahwa kelalaian dalam memperhatikan kondisi sekitar berpotensi berujung fatal. Karena itu, kedisiplinan, kehati-hatian, dan komunikasi yang baik saat berada di jalan raya perlu menjadi perhatian seluruh pengguna jalan guna mencegah kecelakaan serupa terulang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.