Warga Desa Jurang Gebog Kudus Hilang, Diduga Terseret Arus Kali Gelis

JATENG.AKURAT.CO, Seorang warga Kabupaten Kudus bernama Sumantri dari Desa Jurang, Kecamatan Gebog, dinyatakan hilang dan diperkirakan terbawa arus Kali Gelis, pada Rabu (18/2) malam.
Pria berusia 53 tahun itu diduga terseret arus setelah sepeda motornya ditemukan terparkir di dekat tebing sungai menjelang waktu maghrib oleh tetangganya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai dugaan orang hilang di lokasi tersebut.
"Kami segera menggerakkan tim bersama warga masyarakat serta unsur terkait untuk melakukan pencarian di sekitar area di mana kendaraan korban ditemukan," ujarnya.
Sepeda motor yang ditemukan adalah jenis Yamaha Vega dengan plat nomor K 4369 RT, yang ditemukan oleh Joko, seorang tetangga korban, di pinggiran Kali Gelis.
Setelah itu, sejumlah warga langsung melakukan pencarian di lahan jagung yang berada di sekitar bantaran sungai, namun belum berhasil menemukan jejak korban.
Dari informasi yang diperoleh, pada saat kejadian Sumantri pergi sendirian untuk mengambil hasil panen jagung. "
"Saat itu istri korban sedang berada di rumah sakit untuk merawat anak mereka yang sedang menjalani perawatan," tambah Eko Hari Djatmiko.
Pihak keluarga juga telah melakukan pencarian ke rumah beberapa kerabat, namun korban tidak ditemukan di mana pun.
Selain itu, diketahui bahwa korban memiliki kondisi kesehatan dengan riwayat penyakit lambung.
Pencarian yang dilakukan oleh warga dan aparatur terus berlanjut. Sekitar pukul 21.00 WIB, sejumlah warga menemukan sebuah karung yang diduga berisi jagung milik korban terdampar di aliran air Kali Gelis, tidak jauh dari tempat sepeda motor ditemukan sebelumnya.
Sampai saat ini proses pencarian masih terus dilakukan. Tim BPBD bersama relawan dan warga sedang melakukan penyisiran di area daratan.
"Untuk malam ini kita fokus pada pencarian di darat. Apabila korban belum ditemukan, Kamis pagi kami akan melaksanakan operasi SAR secara lebih luas," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







