Jateng

Gandeng Dinkes, Gojek Latih Mitra Driver Tanggap Darurat di Jalan

Theo Adi Pratama | 4 Februari 2026, 12:18 WIB
Gandeng Dinkes, Gojek Latih Mitra Driver Tanggap Darurat di Jalan

JATENG.AKURAT.CO, Gojek berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk mendorong budaya tanggap darurat di jalan raya melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi Mitra Driver Gojek di Semarang, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan ini bertujuan mengedukasi serta membekali mitra driver dengan kemampuan dasar penanganan kondisi darurat, terutama pada situasi kecelakaan lalu lintas yang kerap dipicu gangguan kesehatan.

Dalam banyak kasus, masyarakat di sekitar lokasi menjadi pihak pertama yang hadir, sementara tenaga medis membutuhkan waktu untuk tiba. Minimnya pemahaman tentang pertolongan pertama sering membuat penanganan awal tidak tepat dan berisiko memperburuk kondisi korban.

Melalui pelatihan ini, Mitra Driver Gojek mendapatkan pembekalan dasar, mulai dari penanganan korban, simulasi CPR, hingga batas aman pertolongan pertama yang boleh dilakukan oleh masyarakat awam.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Semarang, Nur Dian Rakhmawati, mengapresiasi kolaborasi tersebut dan menekankan pentingnya peran masyarakat dalam fase awal kondisi darurat.

“Dalam banyak kasus, masyarakat sekitar adalah pihak pertama yang berada di lokasi sebelum tenaga medis datang. Menit-menit awal sangat menentukan keselamatan korban. Karena itu, tindakan awal yang benar menjadi sangat penting,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Bantuan Hidup Dasar adalah kemampuan yang bisa dipelajari oleh masyarakat umum.

“Pelatihan ini bukan untuk menjadikan mitra driver sebagai tenaga medis, tetapi agar mereka memahami langkah dasar yang aman dan tidak memperburuk kondisi korban sambil menunggu bantuan profesional,” lanjutnya.

Area Head Gojek Semarang, Nur Andriansyah, menyebut mitra driver memiliki posisi strategis karena mobilitas mereka yang tinggi di jalan.

“Ribuan Mitra Driver Gojek beraktivitas di jalan setiap hari dan sering berada lebih dulu di lokasi kejadian. Melalui pelatihan ini, kami berharap mereka lebih siap, lebih tenang, dan tahu apa yang boleh serta tidak boleh dilakukan dalam situasi darurat,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi dengan Dinas Kesehatan memastikan pelatihan diberikan sesuai standar kesehatan.

“Ini adalah bentuk dukungan Gojek untuk mendorong keamanan lalu lintas di Kota Semarang. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Salah satu Mitra Driver Gojek Semarang, Niken, mengaku pelatihan ini meningkatkan kepercayaan dirinya saat menghadapi kondisi darurat.

“Sebagai driver, kami sering melihat kecelakaan dan henti jantung. Dulu saya hanya bingung dan tidak berani menolong. Sekarang saya tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Ia menilai pelatihan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

“Kami jadi tahu jenis luka terbuka, tertutup, hingga penanganan henti jantung. Kami bukan cuma mengantar penumpang, tapi juga bisa membantu dengan cara yang benar,” tambahnya.

Melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar ini, Gojek dan Dinas Kesehatan Kota Semarang berharap dapat membangun komunitas jalan raya yang lebih siap dan peduli.

Mitra Driver Gojek tidak hanya menjadi penggerak mobilitas, tetapi juga bagian dari masyarakat yang mampu memberikan pertolongan awal secara aman dan tepat sebelum tenaga medis tiba.

“Saya bangga terhadap mitra-mitra driver kami yang sigap membantu sesama dan memiliki jiwa sosial tinggi. Mereka adalah jantung ekosistem Gojek dan menjadi motivasi kami untuk terus memberi dampak sosial positif,” tutup Nur Andriansyah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.