Jateng

Sekolah Swasta di Semarang Makin Banyak yang Gratis! Anak Tak Mampu Kini Punya 3 Pilihan Masuk Sekolah

Muhammad Husni Mushonifi | 27 Februari 2026, 15:35 WIB
Sekolah Swasta di Semarang Makin Banyak yang Gratis! Anak Tak Mampu Kini Punya 3 Pilihan Masuk Sekolah
Forum Group Discussion (FGD) Perubahan Peraturan Wali Kota tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)

JATENG.AKURAT.CO, Kabar gembira bagi orang tua dan calon siswa di Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang resmi menambah jumlah Sekolah Swasta Gratis dari 126 sekolah pada tahun ajaran 2025/2026 menjadi 133 sekolah pada tahun ajaran 2026/2027.

Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, dalam Forum Group Discussion (FGD) Perubahan Peraturan Wali Kota tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dirangkaikan dengan penyerahan hibah secara simbolis, Jumat (27/2/2026).

Agustina menjelaskan, pembaruan peraturan wali kota (perwal) tentang penerimaan murid baru wajib dilakukan setiap tahun karena aturan tersebut memang dirancang berlaku tahunan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa perwal sebelumnya sudah berjalan sangat baik.

Baca Juga: Karyawan Minimarket Asal Klaten Bawa Pulang Mobil Listrik BYD dari Program BombasTri

“Perwal yang lama itu sudah ekselen. Setelah proses penerimaan murid baru selesai, kita mendapatkan apresiasi hingga tingkat nasional, bahkan dikunjungi berbagai kabupaten/kota untuk belajar sistem kita,” ujarnya.

Meski sudah dinilai baik, Agustina mengakui aturan tersebut belum sepenuhnya sempurna.

Karena itu, sebelum tahapan penerimaan siswa baru dimulai, Pemkot selalu menggelar FGD dengan melibatkan pemerhati pendidikan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan aturan yang ada.

Salah satu capaian penting tahun ini adalah penambahan jumlah sekolah swasta gratis menjadi 133 sekolah.

Program ini diberikan dalam bentuk hibah kepada sekolah agar tidak memungut biaya dari orang tua siswa.

Baca Juga: Viral! Penusuk Pengacara di Tangerang Dibekuk di Tol Kalikangkung Oleh Polrestabes Semarang

Namun demikian, Agustina mengakui belum semua sekolah bisa digratiskan.

“Kalau semuanya gratis, kita belum kuat. Yang sedang kita upayakan adalah mencari regulasi agar bisa memberi beasiswa langsung kepada siswa yang membutuhkan, bukan hanya satu sekolah secara keseluruhan,” jelasnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.