Menu Makan Bergizi Gratis Didemo Warga Pati, Kepala SPPG Tlogowungu Beri Penjelasan

JATENG.AKURAT.CO, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogowungu 1, Kabupaten Pati, mendadak digeruduk puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu, pada Jumat (27/2).
Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh kekecewaan warga terhadap kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak layak dan tidak sebanding dengan anggaran yang dikucurkan.
Warga mempertanyakan menu yang diterima oleh siswa SD kelas 1 hingga 3 baru-baru ini.
Menurut laporan warga, paket makanan yang dibagikan hanya berisi satu buah jeruk, satu potong roti, dan empat butir telur (biji telur).
Menu tersebut dianggap jauh di bawah standar pagu anggaran pemerintah pusat sebesar Rp8.000 per porsi untuk tingkat PAUD hingga SD kelas 3.
Baca Juga: Rem Blong, Truk Susu Hantam 3 Rumah di Jalur Kopeng-Magelang, Sopir Tewas Terjepit
Respons Kepala SPPG Tlogowungu 1
Menanggapi gelombang protes tersebut, Kepala SPPG Tlogowungu 1, Fikky Adrian Listyanto, angkat bicara.
Ia menyatakan, sangat menghargai kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi institusinya.
"Saya berterima kasih atas kritik, usul, dan saran yang disampaikan masyarakat. Sebagai Kepala SPPG, saya menerima masukan tersebut dengan tangan terbuka dan memohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan di hati masyarakat maupun rekan-rekan media," ujar Fikky di lokasi.
Baca Juga: Sinergi Universitas PGRI Semarang dan DPD RI Gelar Pasar Sembako Murah di Leyangan Ungaran
Klarifikasi Soal Harga dan Standar Menu
Fikky membantah tudingan yang menyebutkan bahwa nilai menu tersebut hanya berkisar di angka Rp5.000.
Ia menegaskan, bahwa seluruh proses pengadaan makanan sudah mengikuti regulasi dan pagu harga yang ditetapkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







