Jateng

Sinergi Universitas PGRI Semarang dan DPD RI Gelar Pasar Sembako Murah di Leyangan Ungaran

Arixc Ardana | 27 Februari 2026, 16:10 WIB
Sinergi Universitas PGRI Semarang dan DPD RI Gelar Pasar Sembako Murah di Leyangan Ungaran
Kolaborasi antara Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menghadirkan kegiatan pasar sembako murah bagi warga Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur.

JATENG.AKURAT.CO, Kolaborasi antara Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menghadirkan kegiatan pasar sembako murah bagi warga Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur.

Kegiatan ini digelar bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus membantu warga menjelang Ramadan.

Anggota DPD RI, Dr. Muhdi, S.H., M.Hum., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pasar sembako murah ini merupakan wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara.

“Kami bersama mahasiswa UPGRIS menyelenggarakan pasar sembako murah. Mudah-mudahan momentumnya tepat menjelang puasa dan bisa membantu meringankan beban warga,” ujar Muhdi.

Sebanyak 250 paket sembako disediakan.

Paket yang bernilai sekitar Rp110.000 hingga Rp120.000 itu dapat ditebus warga hanya dengan Rp50.000.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, bahkan banyak warga menyampaikan langsung apresiasi atas kegiatan tersebut.

“Saya tadi bertemu warga, mereka sangat antusias dan menyampaikan terima kasih. Ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi,” tambahnya.

Penguatan Peran Kampus di Tengah Masyarakat

Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., yang turut hadir, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari komitmen kampus untuk selalu hadir di tengah masyarakat.


“Sinergi ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga negara. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar memahami persoalan sosial dan berkontribusi langsung untuk masyarakat,” ujar Sri Suciati.

Ia menambahkan, kegiatan pasar sembako murah tidak hanya berdampak pada masyarakat penerima manfaat, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar lebih peka dan responsif terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut. Kampus siap mendukung program-program pemberdayaan masyarakat, termasuk penguatan ekonomi desa,” tegasnya.

Wujud Kepedulian dan Kolaborasi
Kegiatan ini menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antara perguruan tinggi dan perwakilan daerah di parlemen dapat menghadirkan solusi langsung bagi masyarakat.

Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga.

Muhdi berharap kerja sama serupa dapat terus dilakukan di berbagai desa lainnya.

“Kalau semua unsur bergerak bersama—kampus, pemerintah, dan masyarakat—saya yakin program seperti ini akan semakin besar manfaatnya,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi tersebut, masyarakat Desa Leyangan tidak hanya merasakan manfaat ekonomi secara langsung, tetapi juga kehadiran nyata institusi pendidikan dan wakil daerah dalam menjawab kebutuhan warga.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.