Terungkap, Pelaku Pembuangan Bayi Perempuan di Puri Pati Ternyata Siswi SMA

JATENG.AKURAT.CO, Kasus pembuangan bayi di Perumahan Puri Baru, Desa Puri, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati akhirnya berhasil diungkap oleh kepolisian.
Pelaku pembuangan bayi ternyata merupakan seorang siswi SMA kelas X berusia 16 tahun.
Wakapolresta Pati, AKBP Petrus Parningotan Silalahi mengatakan, pelaku berinisial F terpaksa membuang bayinya lantaran ingin menutupi aibnya.
”Pembuangan yang dilakukan pada Senin (8/12) itu untuk menutupi. Karena yang bersangkutan masih pelajar di salah satu sekolah di Pati,” kata AKBP Petrus dalam konferensi pers, Senin (15/12).
Berdasarkan pengakuan tersangka, bayi tersebut dilahirkan sendiri di kamar tidurnya, pada Senin sekitar pukul 11.30 WIB.
Bayi perempuan yang dibuang merupakan hasil hubungan gelap dengan seorang pemuda yang berinisia MA (21).
”Ia juga mengaku hamil setelah bersetubuh dengan seorang MA (21). Kita melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan pelaku, MA,” ujarnya.
Tersangka mengaku, persetubuhan itu terjadi sebanyak 4 kali dalam kurun waktu akhir Februari 2025 sampai awal Maret 2025 di kos MA.
Saat itu, F masih duduk di kelas IX di salah satu SMP di Kabupaten Pati.
”Setelah persetubuhan keempat MA dan F sempat mengecek kehamilan dengan alat pengecek kehamilan dengan hasil strip 2,” jelasnya.
Mengetahui F hamil, MA dengan tega mencoba menjauhi F dengan mengganti nomor handphone. Hal ini membuat F tidak bisa menghubungi dan bertemu dengan MA.
F pun menanggung beban sendiri dan mempertahankan janin yang dikandungnya. Hingga akhirnya, ia melahirkan pada Senin pekan kemarin.
Akibat perbuatannya, MA dijerat dengan pasal 81 juncto pasal 79 D UU 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







