Terindikasi Jud*l, 7.001 Penerima Bansos di Yogyakarta Dihentikan

JATENG.AKURAT.CO, Sebanyak 7.001 penerima bantuan sosial di Yogyakarta dihentikan sementara oleh Dinas Sosial D.I.Y.
Penghentian tersebut dikarenakan, para penerima bansos terindikasi terlibat judi online.
Langkah ini menjadi penegasan, bahwa bansos harus tepat sasaran dan tidak boleh digunakan untuk aktivitas yang dinilai merugikan.
Melansir dari akun @infojogjaterkini, berdasarkan data dari Dinsos DIY menunjukkan ribuan penerima yang masuk daftar indikasi Sleman 1.106 orang, Kota Jogja 938 orang, Bantul 1.711 orang, Gunungkidul 2.397 orang, dan Kulonprogo 849 orang.
Kepala Dinas Sosial D.I.Y, Endang Patmintarsih mengatakan, penghentian sementara ini mengikuti kebijakan Kementrian Sosial.
"Itu sementara kita berhentikan, ini kebijakan Kementrian Sosial," katanya katanya, Selasa (18/11).
Meski dilakukan penghentian, para penerima bansos ini akan diberi ruang klarifikasi, sebelum keputusan final diambil.
"Kami memberikan ruang masukan dari masyarakat yang dinyatakan terindikasi judol tadi. Ini yang kita sampaikan ke Dinas Sosial Kabupaten/Kota untuk menginformasikan ke masyarakat," ucapnya.
Ia menjelaskan, indikasi tersebut berasal dari analisis PPATK atas aktivitas rekening penerima.
"Artinya, ini yang kita cek benar tidak? Kalau dari hasil transferan terlihat digunakan untuk judol, berarti memang dia tidak perlu bantuan," terangnya.
Namun, pengecekan tidak hanya bergantung pengakuan penerima, sebab bisa saja dana digunakan anggota keluarga yang lain.
"Kalau mendapat laporan 'saya nggak benar judi, kita tidak serta merta menerima begitu saja," ungkapnya.
Ia mencontohkan pada PKH, bantuan diterima istri, tetapi suami bisa saja memakai uang untuk berjudi.
"Walaupun dia tidak mengakui, tapi ternyata yang berjudi adalah anggota keluarganya sama aja.Yang kita bantu itu keluarga," bebernya.
Ia menekankan, bansos bersifat sementara dan hanya untuk warga yang benar-benar membutuhkan.
Pemerintah juga menyiapkan program pemberdayaan bagi penerima yang mulai mandiri.
"Bagaimana mereka kita dampingi, bagaimana kita gali skill mereka. Dia bisa usaha apa, kerja apa. Baru nanti kita bantu," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless





