Ada Pekerja yang Digaji di Atas UMR dan di Bawah UMR, Apa Penyebabnya?

Akurat.co - Walaupun pemerintah memiliki kewenangan menaikan upah minimum, namun tidak semua pekerja tidak mendapatkan upah sesuai dengan UMR/UMK/UMP yang ditetapkan.
Ada pekerja yang upahnya masih di bawah UMR, ada pula yang upahnya lebih tinggi daripada UMR.
Penetapan UMR di Indonesia mempertimbangkan banyak aspek untuk memastikan bahwa pekerja menerima upah yang adil dan layak.
Inflasi dan pertumbuhan ekonomi adalah faktor utama yang mempengaruhi seberapa besar upah tersebut.
Selain itu, standar kebutuhan hidup layak, produktivitas pekerja, kondisi pasar tenaga kerja, dan kemampuan perusahaan juga sangat berpengaruh.
Semua faktor ini dipertimbangkan untuk menciptakan keseimbangan yang baik antara kesejahteraan pekerja dan keberlangsungan bisnis perusahaan.
Apakah UMR Berlaku untuk Semua Pekerja?
UMR (Upah Minimum Regional) berlaku sebagai acuan upah minimum yang harus dibayarkan kepada pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun.
Namun, tidak semua pekerja terikat pada UMR, untuk upah yang di bawah UMR, biasanya diberikan kepada pekerja yang tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk menunjang produktifitas perusahaan.
Atau pekerja-pekerja kasar yang bekerja di sektor non-formal.
Untuk upah di atas UMR, biasanya diberikan kepada mereka yang memiliki keterampilan khusus atau jabatan tertentu yang memungkinkan mereka mendapatkan upah lebih tinggi sesuai perjanjian dengan perusahaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








