Jateng

Bocoran Lengkap Biaya Hidup di Kota Lumpia Semarang 2025: Dari Kos Murah Meriah Hingga Gaya Hidup, Mahasiswa dan Pekerja Wajib Tahu!

Theo Adi Pratama | 10 Juli 2025, 07:00 WIB
Bocoran Lengkap Biaya Hidup di Kota Lumpia Semarang 2025: Dari Kos Murah Meriah Hingga Gaya Hidup, Mahasiswa dan Pekerja Wajib Tahu!

JATENG.AKURAT.CO, Kamu berencana pindah ke Semarang tahun ini? Atau mahasiswa rantau yang lagi struggle atur keuangan?

Tenang, Kota Lumpia ini dikenal ramah di kantong, tapi tetap penting lho punya gambaran jelas soal biaya hidupnya. Jangan sampai di akhir bulan cuma bisa gigit jari!

Kali ini, kita bakal bedah tuntas perkiraan biaya hidup di Semarang tahun 2025, mulai dari tempat tinggal, makan, transportasi, sampai healing dan nongkrong! Siap-siap dicatat ya, biar keuanganmu aman terkendali!

Perkiraan Biaya Tempat Tinggal di Semarang: Pilih Kos, Kontrakan, atau Apartemen?

Salah satu pengeluaran terbesar saat tinggal di Semarang adalah biaya tempat tinggal.

Jika kamu seorang mahasiswa atau pekerja yang baru pindah, memilih tipe hunian yang sesuai anggaran sangat penting.

  • Kos Standar: Rata-rata berkisar Rp500.000 hingga Rp1.500.000 per bulan. Ini biasanya fasilitas dasar ya, cocok buat yang budget minim.
  • Kos Eksklusif: Bisa mencapai Rp2.500.000 hingga Rp4.000.000 tergantung fasilitas dan lokasi (misalnya ada AC, kamar mandi dalam, furnitur lengkap).
  • Kontrakan/Rumah Sewa: Harga umumnya mulai dari Rp1.500.000 hingga Rp3.500.000 per bulan, terutama di kawasan favorit mahasiswa seperti Tembalang, Banyumanik, dan Semarang Tengah. Cocok buat yang berkeluarga atau ingin privasi lebih.
  • Apartemen: Bagi kamu yang mengincar hunian dengan fasilitas lengkap dan modern, apartemen di Semarang biasanya disewakan mulai dari Rp3.000.000 ke atas per bulan.

Dengan gambaran tersebut, kamu dapat menyesuaikan pilihan tempat tinggal agar sesuai dengan anggaran untuk biaya hidup di Semarang.

Biaya Makan & Minum di Semarang: Dari Warteg Sampai Kafe Kekinian!

Perut kenyang adalah kunci! Data BPS menunjukkan bahwa pada tahun 2021, pengeluaran per kapita di Semarang mencapai sekitar Rp1.011.013 per bulan.

Dengan mempertimbangkan inflasi tahunan sebesar 1,70% pada Mei 2025, diperkirakan biaya hidup di Semarang pada tahun 2025 menjadi sekitar Rp1.028.186 per bulan.

Secara spesifik, biaya makan & minum di Semarang cukup variatif tergantung pada pola makan dan gaya hidup seseorang:

  • Warung Makan/Warteg: Rata-rata harga per porsi berkisar antara Rp10.000 hingga Rp20.000. Murah, enak, dan mengenyangkan!
  • Kantin Kampus: Biasanya lebih terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi.
  • Kafe/Restoran: Jika kamu lebih sering makan di kafe atau restoran, siapkan anggaran sekitar Rp25.000 hingga Rp50.000 per sekali makan.
  • Memasak Sendiri: Belanja kebutuhan dapur mingguan bisa menghabiskan sekitar Rp200.000–Rp350.000 tergantung menu yang dikonsumsi. Ini pilihan paling hemat lho!

Dengan kisaran harga tersebut, kamu bisa memperkirakan pengeluaran konsumsi bulanan, baik sebagai mahasiswa maupun pekerja terutama dalam menghadapi potensi kenaikan harga akibat inflasi tahunan.

Biaya Transportasi di Semarang: BRT Super Murah Sampai Ojek Online!

Poin yang tak kalah penting untuk dihitung adalah budget transportasi. Sejauh ini, Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang menjadi salah satu moda transportasi andalan di kota ini karena murah dan nyaman.

BRT Trans Semarang: Tarifnya sangat terjangkau, yaitu Rp3.500 untuk pembayaran non-tunai dan Rp4.000 untuk pembayaran tunai.

Sementara itu, pelajar dan mahasiswa yang memiliki Kartu Trans Semarang dapat menikmati tarif khusus sebesar Rp1.000! Mantap!

  • Trans Jateng: Mulai 15 Mei 2025, tarif umum Trans Jateng mengalami penyesuaian menjadi Rp5.000, sedangkan tarif khusus untuk pelajar, buruh, dan penyandang disabilitas ditetapkan sebesar Rp1.000.
  • Angkutan Kota (Angkot): Tarifnya berkisar antara Rp4.000 hingga Rp8.000 untuk penumpang umum dan sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 untuk pelajar.
  • Transportasi Online (Gojek/Grab): Tarifnya bervariasi tergantung jarak dan waktu, tetapi rata-rata berkisar antara Rp8.000 hingga Rp15.000 untuk perjalanan jarak dekat. Jika kamu ingin rutin menggunakan ojek online, alokasikan anggaran sekitar Rp300.000–Rp500.000 per bulan.
  • Kendaraan Pribadi: Bahan bakar motor per bulan bisa mencapai Rp150.000–Rp300.000, sedangkan untuk mobil tentu lebih tinggi. Di samping itu, biasanya juga ada biaya retribusi parkir sekitar Rp2.000–Rp5.000 per jam.

Dengan mempertimbangkan berbagai pilihan moda transportasi dan biayanya, kamu dapat menyusun strategi pengeluaran yang efisien dalam menghadapi biaya hidup Semarang 2025.

Biaya Utilitas & Internet di Semarang: Penting Banget, Jangan Sampai Lupa!

Saat menghitung biaya hidup di Semarang, jangan lupakan komponen penting seperti utilitas (listrik, air, dan gas) serta internet.

Meski jumlahnya tidak sebesar pengeluaran konsumsi, biaya ini tetap perlu diperhitungkan agar kamu bisa mengatur anggaran bulanan secara realistis.

  • Kos/Kontrakan Standar: Rata-rata tagihan listrik dan air berkisar antara Rp100.000 hingga Rp200.000 per bulan. Pastikan tanyakan ketentuan batas pemakaian jika sudah include listrik dan air ya!
  • Rumah/Apartemen (Listrik Mandiri): Estimasi biaya listrik bulanan bisa mencapai Rp200.000–Rp400.000, tergantung pemakaian dan jumlah penghuni.
  • Koneksi Internet (Wi-Fi rumahan): Layanan Wi-Fi dari provider seperti IndiHome, Biznet, atau MyRepublic tersedia luas. Biaya langganan mulai dari Rp280.000 per bulan untuk kecepatan 20 Mbps.
  • Kuota Data Seluler: Siapkan anggaran di kisaran Rp80.000 hingga Rp150.000 per bulan.

Biaya kebutuhan utilitas dan komunikasi menyumbang sekitar 12% dari total pengeluaran bulanan. Oleh sebab itu, pastikan kamu mengalokasikan anggaran ini dengan cermat!

Gaya Hidup & Hiburan di Semarang: Healing Asyik Tanpa Bikin Kantong Bolong!

Semarang sebagai kota ramah pelajar tidak hanya menawarkan biaya hidup yang relatif terjangkau, tetapi juga memiliki berbagai pilihan hiburan yang dapat disesuaikan dengan kantong.

  • Kafe/Coworking Space: Banyak tempat dengan harga bersahabat, mulai dari Rp15.000 hingga Rp40.000 untuk sekali nongkrong. Beberapa kafe juga menyediakan area kerja nyaman dengan Wi-Fi, cocok untuk mahasiswa maupun freelancer.
  • Bioskop: Harga tiket reguler sekitar Rp35.000–Rp50.000.
  • Tempat Wisata: Nikmati Kota Lama, Lawang Sewu, dan Sam Poo Kong yang tiket masuknya hanya sekitar Rp10.000–Rp25.000. Murah meriah tapi worth it!
  • Gym/Fitness: Mendaftarkan diri ke membership gym di Semarang bisa kamu coba, mulai dari Rp150.000 per bulan untuk fasilitas standar.
  • Aktivitas Gratis: Kamu bisa berolahraga atau bersantai di area publik seperti Simpang Lima atau Taman Menteri Supeno yang cukup ramai saat pagi dan sore.

Pengeluaran untuk gaya hidup dan hiburan menyumbang sekitar 10–15% dari total biaya hidup Semarang 2025.

Jadi, walau penting untuk menjaga produktivitas, jangan lupa juga menyisihkan anggaran untuk kebutuhan relaksasi dan sosial ya!

Dengan perkiraan biaya hidup di Semarang ini, kamu bisa lebih siap menghadapi tantangan finansial dan menikmati Kota Lumpia dengan nyaman. Selamat merantau atau beraktivitas di Semarang!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.