Buruh Protes Rumusan Upah Minimum 2026, Nilai KHL Tak Sesuai Kebutuhan Riil

JATENG.AKURAT.CO, Ratusan buruh menggelar aksi demonstrasi menolak formulasi baru penetapan Upah Minimum Regional (UMR) tahun 2026 di depan Balai Kota Semarang, Senin (22/12/2025).
Aksi yang berlangsung sejak siang hingga malam hari tersebut diikuti oleh berbagai elemen serikat pekerja dari kawasan industri di Jawa Tengah.
Dalam orasinya, para buruh menilai rumusan baru penetapan upah minimum yang dikeluarkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tidak mampu menjawab kebutuhan hidup buruh secara layak.
Mereka secara khusus menyoroti perhitungan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dinilai semakin menjauh dari kondisi riil di lapangan.
“Formula KHL yang digunakan tidak mencerminkan kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya perumahan, pendidikan, dan transportasi. Upah yang ditetapkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar buruh dan keluarganya,” teriak salah satu orator di atas mobil komando.
Para buruh juga menolak kebijakan pengupahan yang mengacu pada formula upah minimum berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi semata.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 Tahun 2023 tentang Pengupahan, yang menjadi dasar teknis penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), serta dijabarkan lebih lanjut melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI.
Menurut massa aksi, mekanisme tersebut menghilangkan peran survei KHL sebagai komponen utama penentuan upah minimum, sehingga membuka ruang penetapan upah murah.
Mereka mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk meninjau ulang regulasi tersebut serta melibatkan serikat pekerja secara bermakna dalam proses penetapan UMP dan UMK 2026.
“Upah minimum seharusnya menjadi jaring pengaman sosial, bukan sekadar angka administratif. Jika KHL diabaikan, maka buruh akan terus terjebak dalam kemiskinan struktural,” ujar perwakilan serikat buruh lainnya.
Hingga malam hari, aksi demonstrasi berlangsung kondusif dengan pengawalan aparat keamanan.
Para buruh berencana melanjutkan konsolidasi dan mengirimkan tuntutan resmi kepada pemerintah daerah serta Kementerian Ketenagakerjaan agar aspirasi mereka menjadi bahan pertimbangan dalam penetapan upah minimum tahun 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time






