Jateng

Siapa Pengganti Ayatollah Ali Khamenei? Ini Proses Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran

Arixc Ardana | 1 Maret 2026, 09:08 WIB
Siapa Pengganti Ayatollah Ali Khamenei? Ini Proses Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran
Pergantian Pemimpin Tertinggi merupakan momen krusial dan sangat menentukan bagi Republik Islam Iran.

JATENG.AKURAT.CO, Pemerintah Iran mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan yang dilakukan Amerika - Israel.

Kini perhatian nasional dan internasional tertuju pada siapa yang akan menggantikannya, serta bagaimana proses pemilihan pemimpin tertinggi di Republik Islam Iran berlangsung.

Khamenei dikenal sebagai figur sentral dalam Revolusi Islam Iran dan memainkan peran penting dalam membentuk arah Republik Islam, baik sebelum maupun sesudah revolusi 1979.

Selama lebih dari tiga dekade memimpin, sosoknya dipandang beragam.

Para pendukungnya memuji Khamenei sebagai simbol keteguhan terhadap Barat dan penjaga ideologi Revolusi Islam.

Di sisi lain, para pengkritiknya menilai kebijakannya memperketat kontrol politik dalam negeri serta memperuncing ketegangan dengan negara-negara Barat.

Kini, seiring wafatnya, ia diposisikan oleh otoritas Iran sebagai syuhada Revolusi Islam, menandai babak baru dalam sejarah politik negara tersebut.

Mekanisme Suksesi Kepemimpinan

Sebelumnya, sejumlah media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sempat membantah laporan kematian Khamenei.

Namun setelah konfirmasi resmi disampaikan, fokus beralih ke mekanisme suksesi sesuai konstitusi Iran.

Konstitusi Republik Islam Iran mengatur bahwa apabila Pemimpin Tertinggi wafat, akan dibentuk dewan sementara beranggotakan tiga orang, yakni:

Presiden Iran

Kepala lembaga peradilan

Satu ulama dari Dewan Garda

Dewan ini bertugas mengambil alih kendali pemerintahan secara sementara hingga pemimpin tertinggi definitif ditetapkan.

Peran Majelis Ahli

Pemilihan Pemimpin Tertinggi secara permanen berada di tangan Majelis Ahli (Assembly of Experts), yaitu lembaga yang terdiri dari para ulama senior yang dipilih melalui pemilu nasional dan memiliki kewenangan konstitusional untuk memilih, mengawasi, bahkan memberhentikan Pemimpin Tertinggi.

Proses pemilihan biasanya berlangsung tertutup dan melibatkan pertimbangan mendalam terkait kualifikasi keagamaan, kapasitas kepemimpinan, serta dukungan politik dari berbagai faksi kekuasaan di Iran.

Siapa Kandidat Pengganti?

Sejumlah nama mulai disebut dalam dinamika politik Iran, meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai kandidat pengganti.

Nama Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional, disebut-sebut berpotensi memegang peran penting dalam masa transisi.

Ia dikenal sebagai tokoh berpengalaman dalam pemerintahan dan memiliki kedekatan dengan struktur kekuasaan strategis Iran.

Namun hingga kini, belum ada keputusan resmi mengenai siapa yang akan dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi berikutnya.

Titik Balik Politik Iran

Pergantian Pemimpin Tertinggi merupakan momen krusial dan sangat menentukan bagi Republik Islam Iran.

Jabatan ini memiliki kewenangan luas, termasuk kendali atas militer, kebijakan luar negeri, lembaga peradilan, serta arah ideologi negara.

Dengan situasi kawasan yang sedang memanas dan tekanan internasional yang meningkat, keputusan Majelis Ahli akan sangat menentukan arah kebijakan Iran ke depan — baik dalam hubungan regional, posisi terhadap Barat, maupun dinamika politik domestik.

Dunia kini menunggu langkah resmi dari Teheran dalam menentukan pemimpin tertinggi baru yang akan menggantikan posisi strategis tersebut.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.