Profil Instagram Muhammad Suryo, Bos Rokok HS yang Ekspansif Bangun Ekonomi Daerah

JATENG.AKURAT.CO, Nama Muhammad Suryo semakin dikenal sebagai pengusaha nasional di balik kesuksesan rokok HS.
CEO Surya Group ini tak hanya agresif dalam ekspansi bisnis, tetapi juga konsisten menunjukkan kepedulian sosial melalui pembangunan rumah ibadah dan penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.
Muhammad Suryo lahir dan besar di Lampung Timur sebelum kemudian mengikuti orang tuanya pindah ke Bengkulu.
Ia merupakan putra dari Wakil Bupati Bengkulu Utara, H. Sumarno.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Yogyakarta, ia memulai usaha dari nol, diawali bisnis air isi ulang.
Seiring waktu, bisnisnya berkembang ke berbagai sektor, mulai dari konstruksi, minyak dan gas, properti, hingga industri penerbangan melalui maskapai komersial Fly Jaya.
Pada 2024, Suryo mendirikan pabrik rokok HS di Muntilan, Kabupaten Magelang.
Awalnya, pabrik tersebut hanya mempekerjakan 30 buruh linting. Namun dalam waktu relatif singkat, pabrik berkembang pesat.
Kini, pabrik HS di Magelang mempekerjakan sekitar 3.000 orang dan mampu memproduksi lebih dari 5 juta batang rokok per hari, baik jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) maupun Sigaret Kretek Mesin (SKM) dengan berbagai varian.
Pabrik tersebut berdiri di atas lahan seluas 50 hektare dan direncanakan akan diperbesar kapasitas produksinya.
Target 10.000 Karyawan pada 2026
Sebagai CEO Surya Group Holding Company sekaligus pemilik rokok HS, Suryo menegaskan bahwa ekspansi belum berhenti.
Pada 2026, pihaknya akan membangun tiga pabrik baru di Yogyakarta.
“Saat ini kami memiliki 3.000 karyawan. Dengan pembangunan pabrik baru, tahun depan kami targetkan bisa mempekerjakan 10.000 karyawan,” kata Suryo beberapa waktu lalu.
Langkah ekspansi ini menunjukkan ambisi besar HS untuk memperkuat posisinya di industri rokok nasional sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.
Bangun 3.000 Lapangan Kerja di Lampung Timur
Kesuksesan di Yogyakarta tidak membuat Suryo melupakan kampung halaman.
Putra asli Lampung Timur itu kini membangun pabrik rokok HS di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung.
Di atas lahan sekitar dua hektare, pabrik tersebut ditargetkan rampung pada Maret 2026 dan mulai merekrut karyawan pada April dengan kebutuhan sekitar 3.000 tenaga kerja.
“Mohon doa semoga pembangunan lancar, Maret besok kami target rampung dan segera beroperasi sehingga mampu memberi sumbangsih pada kesejahteraan ekonomi warga Lampung,” ujarnya.
Rekrutmen Inklusif dan Berbasis Pelatihan
Suryo dikenal menerapkan pola rekrutmen yang inklusif. Pendidikan formal, usia, dan pengalaman kerja tidak dijadikan syarat utama.
“Banyak orang mau bekerja, tapi terhambat syarat pengalaman. Saya dulu juga mulai tanpa pengalaman dan koneksi. Yang penting ada kemauan belajar,” ungkapnya.
Warga sekitar pabrik akan diprioritaskan, termasuk penyandang disabilitas.
Para pekerja akan mendapatkan pelatihan profesional, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pelintingan, hingga standar mutu produksi.
Selama masa pelatihan, calon pekerja juga diberikan uang saku sebesar Rp300 ribu sebagai bentuk apresiasi.
“Saya ingin mereka datang bekerja dengan rasa percaya diri, bukan merasa sebagai buruh kelas dua,” tegasnya.
Di bawah kepemimpinan Muhammad Suryo, Surya Group menaungi berbagai unit usaha dari industri rokok HS hingga sektor konstruksi, energi, properti, dan penerbangan.
Bisnis Tumbuh, Dampak Sosial Menguat
Terbaru, Suryo melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid An Nur di Dusun 7 Marga, Desa Sadar Sriwijaya, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, Jumat (16/1/2026).
Masjid An Nur bukan satu-satunya yang dibangun melalui program CSR Surya Group. Puluhan masjid telah berdiri di Jawa dan Sumatera.
Di Lampung saja, dua masjid sebelumnya telah dibangun di Lampung Selatan dan Tulang Bawang.
Langkah tersebut menjadi bukti bahwa ekspansi bisnis yang dilakukan Suryo berjalan beriringan dengan kontribusi sosial.
Namun kini kabar duka menghampirinya, saat bersama sang istri melakukan kegiatan touring, kendaraan moge yang dikendarainya terlibat kecelakaan di Ponorogo, Minggu (1/3/2026).
Akibatnya, sang istri meninggal dunia di tempat kejadian perkara, sedang Muhammad Suryo saat ini sedang menjalani perawatan insentif di rumah sakit.
Saat berita ini diterbitkan, masih belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga atau kepolisian terkait kasus kecelakaan tersebut.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






