Jateng

TERKINI! Perang AS-Israel vs Iran Terus Berlanjut, Teheran Diguncang Serangan Udara Bertubi-tubi, Internet Diblokir

Arixc Ardana | 2 Maret 2026, 11:33 WIB
TERKINI! Perang AS-Israel vs Iran Terus Berlanjut, Teheran Diguncang Serangan Udara Bertubi-tubi, Internet Diblokir
Gumpalan asap tebal terlihat membubung di atas kawasan permukiman ibu kota Iran menyusul gelombang serangan udara terbaru pada 1 Maret 2026.

JATENG.AKURAT.CO, Perang antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran kian memanas.

Serangan udara masih terus menghantam Teheran dan sejumlah kota lainnya, sementara para pemimpin Iran yang tersisa merapatkan barisan dan bersumpah membalas setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Dikutip dari Al Jazeera, gumpalan asap tebal terlihat membubung di atas kawasan permukiman ibu kota Iran menyusul gelombang serangan udara terbaru pada 1 Maret 2026.

Baca Juga: UPDATE! Ini 5 Kandidat Kuat Pengganti Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran, Termasuk Anak hingga Cucu Ayatollah Terdahulu

Sejumlah ledakan terdengar di berbagai penjuru kota, menandai eskalasi konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Ibu Kota Diguncang, Internet Diblokir

Teheran diguncang berkali-kali pada Minggu, (1/3/026) setelah serangkaian serangan menghantam sejumlah lingkungan.

Militer Israel mengklaim pusat-pusat militer termasuk di antara target yang disasar.

Namun, otoritas Iran sejauh ini enggan merinci dampak serangan rudal tersebut.

Di saat bersamaan, konektivitas internet hampir sepenuhnya diblokir untuk hari kedua berturut-turut.

Serangan besar-besaran ini terjadi setelah Khamenei dan sejumlah komandan puncak Iran dilaporkan tewas di Teheran pada awal perang, Sabtu lalu.

Situasi ini memicu fase baru dalam dinamika politik internal Republik Islam.

Mekanisme Suksesi Mulai Dijalankan

Di tengah tekanan militer eksternal, elite tertinggi Iran menegaskan bahwa sistem teokrasi negara itu tetap berjalan sesuai mekanisme konstitusional.

Berdasarkan aturan pasca-Revolusi Islam 1979, lembaga ulama bernama Assembly of Experts bertugas memilih pemimpin tertinggi berikutnya.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa dewan kepemimpinan baru “telah mulai bekerja” setelah wafatnya Khamenei.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan proses tersebut diperkirakan rampung dalam hitungan hari.

Untuk sementara waktu, pemerintahan dijalankan oleh dewan beranggotakan tiga orang.

Selain Pezeshkian, anggota lainnya adalah Ketua Kehakiman Gholam-Hossein Mohseni-Ejei dan Ayatollah Alireza Arafi, yang juga merupakan anggota Guardian Council.

Penunjukan unsur ulama dalam dewan tersebut melibatkan Expediency Council.

Dalam pidato video pertamanya, Pezeshkian menyerukan para pendukung pemerintah untuk tetap solid dan berkumpul di masjid-masjid serta jalan-jalan utama kota meskipun situasi perang masih berlangsung.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.