Jateng

Ngekos Sendirian: Antara Kebebasan Mutlak dan Drama Tetangga yang Tak Ada Habisnya

Theo Adi Pratama | 26 Februari 2026, 14:27 WIB
Ngekos Sendirian: Antara Kebebasan Mutlak dan Drama Tetangga yang Tak Ada Habisnya
Foto ilustrasi - Suasana Kost

JATENG.AKURAT.CO, Ngekos sendirian. Dua kata yang kedengarannya sederhana, tapi menyimpan dunia tersendiri di baliknya. Bagi sebagian orang, ini adalah pilihan yang sudah direncanakan matang-matang — kamar pertama yang ditunggu-tunggu sebagai simbol kebebasan.

Tapi bagi sebagian lainnya, ngekos sendirian bukan pilihan, melainkan keharusan. Kondisi keluarga, jarak kuliah atau kerja, atau sekadar kebutuhan ruang untuk tumbuh sendiri bisa menjadi alasan seseorang akhirnya memutuskan untuk hidup mandiri di kamar sewaan.

Dan apa yang terjadi setelahnya? Bukan dongeng indah soal kebebasan — setidaknya tidak sepenuhnya. Ada maling yang masuk, tetangga yang tiap malam mabuk-mabukan, ibu kos yang lebih suka mengintip kamar daripada mengurus tugasnya, serta drama dapur yang rasanya tidak ada habisnya.

Tapi di balik semua itu, ada pelajaran hidup yang tidak akan pernah kamu dapatkan dari mana pun selain dari pengalaman ngekos sendirian secara langsung.

Apa Artinya Ngekos Sendirian? Lebih dari Sekadar Tidak Punya Teman Sekamar

Ngekos sendirian bukan hanya soal fisik — tidak ada teman sekamar, tidak ada yang menemanimu makan malam, tidak ada yang bisa kamu minta tolong kalau tiba-tiba sakit di tengah malam. Ini adalah kondisi di mana kamu benar-benar bertanggung jawab atas dirimu sendiri secara penuh, mungkin untuk pertama kalinya dalam hidup.

Dalam konteks kehidupan anak muda Indonesia, ngekos sendirian sering diasosiasikan dengan kebebasan. Tidak ada orang tua yang mengatur jam pulang, tidak ada kakak yang protes soal bau makanan, tidak ada adik yang ribut saat kamu ingin tidur.

Tapi kebebasan itu datang dengan harga yang perlu dibayar: rasa sepi, tekanan finansial, dan tantangan mengurus diri sendiri yang kadang terasa berat.

Kalau kamu pernah membaca atau mendengar tentang budaya di negara-negara Barat yang mendorong anak mudanya untuk hidup mandiri sejak usia dewasa awal, nah — ngekos sendirian adalah versi lokal dari proses pendewasaan itu. Berat di awal, tapi hasilnya bisa mengubah cara pandangmu terhadap hidup secara fundamental.

Baca Juga: Suka Duka Tinggal di Kost Campur: Dari Drama Gosip Hingga Peluang Cinta Lokasi!

Halaman:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.