Jateng

Ricuh Sepakbola Tarkam Bener Bersatu Cup 2024, Panitia Rugi Jutaan Rupiah dan Berkomitmen Selesaikan Masalah Secara Kekeluargaan

Afri Rismoko | 4 Juni 2024, 17:42 WIB
Ricuh Sepakbola Tarkam  Bener Bersatu Cup 2024, Panitia Rugi Jutaan Rupiah dan Berkomitmen Selesaikan Masalah Secara Kekeluargaan


Akurat.co - Panitia pertandingan Piala Bupati Semarang di Lapangan Pule Desa Bener Kecamatan Tengaran memenuhi panggilan Komisi Disiplin Asprov PSSI Jateng, Selasa (4/6/2024).

Pemanggilan itu berkaitan dengan kericuhan pertandingan antar kampung (Tarkam) yang viral di media sosial beberapa hari ini.

Kericuhan terjadi pada babak final antara Putra Bakti Patemon melawan Ar Raffi. Kemenangan diraih Putra Bakti dengan skor 1 - 0.

Kericuhan final tarkam yang viral di media sosial tersebut bahkan dihadiri oleh beberapa nama pesepakbola nasional seperti Bayu Pradana dan si kembar Bagus Kaffi serta Bagas Kaffa.

Baca Juga: Kronologi Insiden Kekerasan di Final Tarkam Bener Bersatu Cup 2024 Piala Bupati Semarang

Dalam pemanggilan ini, Ketua Panitia pertandingan, Anto Eko, mengaku mengalami kerugian jutaan rupiah.

Diantaranya pencairan juara bersama sebesar masing-masing 10 juta rupiah dan kegagalan penyelenggaraan Clossing Ceremony sebesar 7,5 juta rupiah.

"Kerugian panitia sangat banyak, terutama clossing ceremony yang gagal padahal sudah menghabiskan anggaran 7,5 juta rupiah," ujar Anto Eko saat diwawancara.

Meski begitu, Anto mengatakan tidak mempermasalahkan kerugian tersebut karena komitmennya untuk menyelesaikan masalah setelah kericuhan.

Baca Juga: Pengacara Wasit Korban Pengeroyokan Bener Bersatu Cup 2024 Piala Bupati Semarang Bakal Tempuh Jalur Hukum

"Walaupun rugi kami tidak masalah asalkan semua persoalan selesai di lapangan dan tidak melebar ke mana-mana," jelasnya.

Eko Anto sendiri menjadi korban dalam kericuhan tersebut. Sebagai Ketua Panitia, dirinya berusaha melindungi wasit yang hampir dikeroyok oleh pemain dan official kedua tim.

Bibir Eko terlihat masih jontor walaupun sudah mendapat perawatan. Kondisi bibirnya bengkak karena dipukul oleh oknum saat Anto melindungi wasit.

"Ya ini bibir saya kena pas melindungi wasit. Ada oknum yang ingin memukul wasit tapi saya lindungi," jelasnya.

Anto kemudian menjelaskan bahwa setelah insiden itu, official dan pemain dari kedua tim sudah meminta maaf kepada panitia dan persoalan sudah dianggap selesai.

"Ya kedua tim dan official masing-masing sudah meminta maaf ke saya dan panitia," ujarnya.

Suporter Tidak Ricuh

Sementata itu, Srinandha selaku Seksi Pertandingan mengatakan bahwa kericuhan tersebut sama sekali tidak melibatkan penonton atau suporter.

"Mereka (suporter) cukup dewasa ya. Yang ricuh cuma pemain, official, dan wasit saja. Kami panitia coba menengahi tapi malah kena pukul," jelasnya.

Srinandha melanjutkan pihaknya akan terus memantau kondisi wasit yang menjadi korban yang masih dirawat di Rumah Sakit.

"Info terakhir (wasit) masih di rumah sakit. Setelah ini akan kami tengok," katanya.

Kemudian dalam unggahan @forumwasitindonesia memposting sebuah tautan beberapa pemain nasional yang akan dilaporkan ke pihak kepolisian terkait kasus ini, diantaranya:

1. Bayu Pradana (Barito Putera)
2. Komarudin (Persikabo)
3. Ilham Mahendra (Barito Putera)
4. Hery Susanto (Eks Persita Tangerang)
5. Wahyu Wijiastanto.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A