Jateng

Akmal Marhali dari Save Our Soccer Kritisi Hukuman Komdis PSSI Jateng terkait Kericuhan Laga Tarkam Piala Bupati Semarang Bener Bersatu Cup 2024.

Afri Rismoko | 11 Juni 2024, 14:11 WIB
Akmal Marhali dari Save Our Soccer Kritisi Hukuman Komdis PSSI Jateng terkait Kericuhan Laga Tarkam Piala Bupati Semarang Bener Bersatu Cup 2024.

AKURAT.CO, Akmal Marhali, koordinator Save Our Soccer, menanggapi hasil putusan sidang Komite Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Jawa Tengah yang memberikan sanksi berat kepada beberapa pemain terkait insiden kericuhan di Piala Bupati Semarang, Bener Bersatu Cup 2024.

Akmal mengkritik hukuman yang dijatuhkan, menyebutnya sebagai berlebihan dan terkesan hanya untuk pencitraan.

Menurut Akmal, hukuman yang diberikan oleh Komdis Asprov PSSI Jateng kepada para pemain yang terlibat dalam kericuhan ini sangat berlebihan.

Baca Juga: Tarkam Berujung Sanksi, Bayu Pradana dan 7 Pemain Lainnya Dihukum Komdis PSSI Jateng, Skorsing hingga Denda Puluhan Juta Rupiah

Ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa hukuman ini akan dijadikan celah untuk pencitraan publik oleh beberapa pihak atau golongan.

“Hukuman ini tampaknya berlebihan dan terkesan hanya untuk pencitraan,” ujar Akmal.

Kasus pengeroyokan dan kericuhan yang terjadi di Piala Bupati Semarang menarik perhatian publik karena melibatkan beberapa pemain profesional dari Liga 1 dan Liga 2.

Akmal menyoroti bahwa insiden ini telah menjadi viral dan menciptakan tekanan publik yang mungkin mempengaruhi keputusan Komdis Asprov PSSI Jateng.

Baca Juga: Rusuh di Tarkam, Bayu Pradana Disanksi Enam Bulan Tak Boleh Berpartisipasi di Kompetisi Resmi PSSI dan Denda Rp 50 Juta oleh Komdis PSSI Jateng

“Insiden ini telah menjadi viral dan melibatkan beberapa oknum pemain profesional, sehingga ada kemungkinan hukuman ini dijadikan ajang pencitraan,” tambahnya.

Akmal Marhali juga menekankan pentingnya melanjutkan proses hukum secara objektif dan menyeluruh hingga ke meja peradilan.

Menurutnya, langkah hukum yang tepat dan adil harus diambil untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat mendapatkan keadilan yang layak.

“Yang paling penting sekarang adalah proses hukum tetap dilanjutkan sampai meja peradilan dan putusan,” jelas Akmal.

Sebagai informasi, Komdis Asprov PSSI Jawa Tengah telah mengeluarkan 10 surat putusan terkait kericuhan di Piala Bupati Semarang, Bener Bersatu Cup 2024.

Keputusan ini mencakup berbagai pelanggaran, mulai dari tingkah laku buruk pemain hingga kegagalan panitia dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama pertandingan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A