Kronologi Insiden Kekerasan di Final Tarkam Bener Bersatu Cup 2024 Piala Bupati Semarang

AKURAT.CO, Final turnamen Tarkam Bener Bersatu Cup 2024 Piala Bupati Semarang yang berlangsung di lapangan Pule, Desa Bener, Kabupaten Semarang, diwarnai insiden kekerasan.
Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang unjuk kebolehan antar tim malah berakhir dengan kericuhan dan pengeroyokan terhadap wasit.
Kronologi Pertandingan
Pertandingan final mempertemukan tim PS Putra Bakti yang dikomandoi oleh mantan pemain nasional, Bayu Pradana, melawan tim Ar Rafi FC.
Tim PS Putra Bakti diperkuat oleh pemain-pemain profesional seperti Wahyu Prasetyo, Joko Ribowo, dan duo kembar Bagas Kaffa dan Bagus Kahfi. Sementara itu, Ar Rafi FC menampilkan pemain Liga 2, Sony Setiawan, dari Bekasi FC.
Babak Pertama
Babak pertama berjalan menarik dengan Ar Rafi FC yang langsung menekan. Peluang emas dari Sony dkk hanya membentur mistar gawang.
Kedua tim saling serang dan menciptakan peluang, namun ketangguhan kiper kedua tim membuat skor tetap 0-0 hingga kapten PS Putra Bakti, Bayu Pradana, mencetak gol sundulan, menutup babak pertama dengan skor 1-0.
Babak Kedua dan Kericuhan
Namun, insiden terjadi pada babak kedua. Baru berjalan delapan menit, terjadi pelanggaran dan cekcok antar pemain.
Wasit mengeluarkan kartu merah kepada pemain PS Putra Bakti yang memicu protes keras dari tim tersebut.
Kericuhan tak terelakkan hingga wasit harus diamankan. Setelah jeda sekitar setengah jam, pertandingan dilanjutkan dengan PS Putra Bakti bermain dengan sembilan pemain dan wasit tengah diganti.
Menjelang akhir pertandingan, dalam kondisi lapangan yang mulai gelap, wasit memberi penalti kepada Ar Rafi FC yang memicu protes keras dari pemain PS Putra Bakti dan penonton.
Kericuhan berlanjut dengan penonton yang turun ke lapangan mengejar wasit, sehingga pertandingan terhenti.
Klarifikasi Bagas Kaffa dan Bagus Kahfi
Bagas Kaffa dan Bagus Kahfi, menurut konfirmasi, tidak terlibat dalam pemukulan dan hanya memisahkan kerumunan.
Dalam unggahannya di media sosial, Bagus Kahfi dengan tegas menyatakan bahwa dirinya dan saudara kembarnya tidak terlibat dalam pemukulan atau penganiayaan terhadap wasit.
Bagus menegaskan bahwa dirinya bahkan berusaha untuk melerai keributan yang terjadi di lapangan.
"Mas mohon maaf coba di simak lagi videonya, saya sama Bagas apa ada mukul wasitnya? Saya berani apapun kalo saya sampai ada mukul atau nyentuh wasitnya. Apakah di semua video itu saya sama Bagas ada terlibat mukul wasit atau orang siapapun ya? Saya malah yang berusaha juga misahin," tulis Bagus Kahfi di Instagram.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless



