Gak Perlu Menderita! Dokter Bongkar 8 Mitos Paling Aneh Tentang Alergi, Nomor 5 Bikin Kaget!

JATENG.AKURAT.CO, Musim berganti, hidung mampet, mata gatal, dan bersin-bersin. Gejala ini sering banget disalahpahami.
Ternyata, banyak mitos seputar alergi musiman yang dipercaya banyak orang.
Dua dokter spesialis alergi, Dr. Pail Gupta dan Dr. Weiwei Lee, membongkar semua mitos ini biar kamu gak salah langkah lagi!
1. Mitos: Kalau Gak Alergi Waktu Kecil, Dewasa Juga Gak Bakal Alergi
Fakta: Ini salah besar! Alergi bisa muncul kapan saja dalam hidupmu. Kamu bisa tiba-tiba alergi setelah pindah ke tempat baru atau punya hewan peliharaan.
Setiap paparan baru bisa memicu sistem imunmu untuk bereaksi dan mengembangkan alergi. Jadi, jangan merasa aman!
2. Mitos: Minum Obat Alergi Cuma Kalau Udah Ada Gejala
Fakta: Sama sekali tidak. Lebih baik minum obat sebelum musim alergi dimulai.
Pendekatan proaktif ini bisa membantu mengendalikan gejala sebelum mereka jadi parah dan susah dikontrol.
3. Mitos: Serbuk Sari dari Bunga Bikin Alergi
Fakta: Serbuk sari dari bunga cenderung besar dan dibawa oleh serangga, bukan angin.
Pelaku utama alergi musiman adalah serbuk sari yang ringan dan kering dari pohon, rumput, dan gulma yang dibawa oleh angin. Jadi, jangan salah tuduh, ya!
4. Mitos: Madu Lokal Bisa Jadi Obat Alergi
Fakta: Meskipun madu bisa meredakan sakit tenggorokan, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung bahwa madu lokal bisa menyembuhkan alergi.
Madu mengandung serbuk sari dari bunga, yang bukan penyebab utama alergi.
5. Mitos: Hewan Peliharaan "Hypoallergenic" Gak Bikin Alergi
Fakta: Kata dokter, tidak ada hewan yang 100% hypoallergenic. Semua hewan peliharaan punya protein di kulit yang disebut dander, dan protein inilah yang memicu reaksi alergi.
Untuk mengendalikan gejala, disarankan pakai pembersih udara, sering menyedot debu, atau menjalani imunoterapi alergi.
6. Mitos: Suntikan Alergi Gak Berfungsi
Fakta: Justru sebaliknya! Suntikan alergi, atau imunoterapi, adalah pengobatan jangka panjang yang terbukti efektif.
Terapi ini bisa mengurangi gejala alergi dan mengurangi ketergantungan pada obat-obatan.
7. Mitos: Alergi Bisa Sembuh Seiring Waktu
Fakta: Gejala alergi mungkin bisa membaik atau memburuk seiring waktu, tapi tidak ada cara pasti untuk "sembuh" dari alergi musiman.
Perbaikan yang dirasakan biasanya karena perubahan lingkungan, seperti pindah ke lokasi dengan jenis serbuk sari yang berbeda.
8. Mitos: Alergi Bisa Disembuhkan
Fakta: Sayangnya, saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan alergi lingkungan atau makanan.
Namun, pengobatan seperti imunoterapi bisa membantu tubuh membangun toleransi alami terhadap alergen.
Kunci utamanya adalah memahami pemicumu dan melakukan perubahan perilaku, selain menggunakan obat-obatan.
Jadi, jika kamu menderita alergi, jangan mudah percaya mitos. Konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan efektif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 5Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 6Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 7Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 8Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 9Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 1015 Calon Anggota KI Jateng Lolos Tes Wawancara, Lanjut Fit and Proper Test di DPRD








