Jateng

Dari Raja Ponsel Hingga Jadi Kenangan: Sejarah dan Kisah Tragis BlackBerry yang Kalah dari iPhone, Android, serta Eksklusivitasnya Sendiri!

Theo Adi Pratama | 21 Februari 2025, 09:00 WIB
Dari Raja Ponsel Hingga Jadi Kenangan: Sejarah dan Kisah Tragis BlackBerry yang Kalah dari iPhone, Android, serta Eksklusivitasnya Sendiri!

JATENG.AKURAT.CO, Siapa yang tidak kenal BlackBerry? Dulu, ponsel ini adalah simbol status, alat wajib para profesional, dan merek sejuta umat yang diidamkan banyak orang.

BlackBerry bukan sekadar ponsel; ia adalah gaya hidup. Namun, di mana BlackBerry sekarang?

Mengapa merek yang pernah merajai pasar ponsel dunia ini kini nyaris hilang ditelan zaman?

Mari kita telusuri kisah naik turunnya sang legenda ponsel yang gagal bertahan di era modern.

Awal Mula BlackBerry: Inovasi yang Mengubah Dunia

BlackBerry lahir dari tangan dua visioner, Douglas Fregin dan Mike Lazaridis, yang mendirikan Research in Motion (RIM) pada tahun 1984.

Awalnya, perusahaan ini fokus pada jaringan telekomunikasi.

Namun, pada tahun 1999, mereka meluncurkan BlackBerry 8500, perangkat pertama yang memungkinkan pengguna mengirim dan menerima email langsung dari ponsel.

Fitur ini menjadi revolusi di dunia komunikasi, terutama bagi kalangan profesional.

BlackBerry Curve dan BlackBerry Bold adalah puncak kejayaan merek ini.

Pada tahun 2010, BlackBerry menguasai 20% pasar ponsel global, hanya kalah dari Nokia.

Mereka menjadi simbol keamanan, efisiensi, dan kemewahan. 

Namun, siapa sangka bahwa kejayaan itu hanya bertahan sebentar?

Kesalahan Fatal yang Menghancurkan BlackBerry

BlackBerry perlahan kehilangan dominasinya. Ada beberapa kesalahan fatal yang membuat merek ini jatuh dari puncak:

1. Kalah dari iPhone: Revolusi Layar Sentuh

Ketika Steve Jobs meluncurkan iPhone pada tahun 2007, BlackBerry tidak merasa terancam. Mereka menganggap layar sentuh dengan satu tombol sebagai hal yang merepotkan.

Namun, kenyataannya, kalangan profesional justru beralih ke iPhone karena desainnya yang futuristik dan fitur yang lebih inovatif.

BlackBerry mencoba merespons dengan meluncurkan BlackBerry Storm, ponsel layar sentuh pertama mereka.

Sayangnya, produk ini penuh bug: layar sentuhnya sering tidak responsif, dan browser-nya lambat. Alih-alih menyelamatkan reputasi, BlackBerry Storm justru merusaknya.

2. Gagal Menghadapi Android

Pada tahun 2008, Android muncul sebagai pesaing baru. BlackBerry meremehkan sistem operasi ini, gagal melihat bahwa masa depan ponsel bukan hanya tentang komunikasi, tetapi juga hiburan dan aplikasi.

Mereka terlambat merilis BlackBerry 10, sistem operasi baru yang dirancang untuk bersaing dengan iOS dan Android.

Sayangnya, proses pengembangannya terlalu lama, dan ketika akhirnya dirilis pada tahun 2013, pasar sudah dikuasai oleh iPhone dan ponsel Android.

3. Eksklusivitas BBM yang Berujung Bumerang

BlackBerry Messenger (BBM) adalah salah satu fitur andalan BlackBerry.

Namun, kesalahan besar mereka adalah menjaga BBM tetap eksklusif hanya untuk pengguna BlackBerry.

Ketika pengguna beralih ke iPhone atau Android, mereka terpaksa meninggalkan BBM dan beralih ke WhatsApp, yang lebih fleksibel.

BlackBerry akhirnya membuka BBM untuk iOS dan Android pada tahun 2013, tetapi sudah terlambat.

WhatsApp sudah menguasai pasar, dan BBM pun ditinggalkan.

Pada tahun 2019, BBM resmi ditutup, menandai akhir dari salah satu fitur paling ikonik BlackBerry.

4. Kegagalan Bertahan di Era Modern

BlackBerry mencoba bangkit dengan merilis ponsel berbasis Android pada tahun 2015, tetapi upaya ini tidak membuahkan hasil.

Pada tahun 2016, merek ini dijual ke TCL, perusahaan asal China, yang mencoba menghidupkan kembali kejayaan BlackBerry dengan merilis beberapa model baru.

Namun, upaya ini juga gagal, dan pada tahun 2020, TCL menghentikan produksi ponsel BlackBerry.

Pelajaran dari Kejatuhan BlackBerry

Kisah BlackBerry memberikan banyak pelajaran berharga:

1. Jangan Meremehkan Inovasi Pesaing

BlackBerry gagal melihat potensi iPhone dan Android, yang akhirnya mengubah wajah industri ponsel.

2. Eksklusivitas Bisa Menjadi Bumerang

Dengan menjaga BBM hanya untuk pengguna BlackBerry, mereka kehilangan kesempatan untuk tetap relevan di pasar yang semakin kompetitif.

3. Waktu Adalah Segalanya

Keterlambatan dalam merilis BlackBerry 10 dan membuka BBM untuk platform lain menjadi kesalahan fatal yang sulit diperbaiki.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.