Jateng

Mengenal Tokoh Pewayangan dari Sisi Sejarah dan Budaya: Prabu Bomantara, Kisah Kekuasaan dan Kehancuran Raja Trajutisna

Theo Adi Pratama | 8 Maret 2024, 15:00 WIB
Mengenal Tokoh Pewayangan dari Sisi Sejarah dan Budaya: Prabu Bomantara, Kisah Kekuasaan dan Kehancuran Raja Trajutisna

AKURAT.CO, Prabu Bomantara, seorang raja yang memerintah di negara Trajutisna atau Prajatisa, adalah sosok yang penuh dengan misteri dan keangkeran dalam legenda Jawa.

Menurut catatan sejarah, Prabu Bomantara masih merupakan keturunan Bathara Kalayuwana, putra Bathara Kala dengan Bathari Durga atau Dewi Pramuni dari kahyangan Setragandamayit.

Karena ketekunannya dalam bertapa, ia dikenal sebagai sosok yang sangat sakti dan memiliki kekuatan yang dahsyat.

Namun, di balik kekuatannya, Prabu Bomantara juga terkenal dengan wataknya yang angkara murka, kejam, dan bengis.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Brajadenta, Legenda Pemberontakan dan Kekuatan Mistis dalam Mitologi Jawa

Ia selalu menuruti kata hatinya sendiri, tanpa memedulikan nasihat atau pertimbangan orang lain.

Karena sifatnya yang seperti itu, Prabu Bomantara pernah menyerang berbagai wilayah, bahkan mengalahkan para dewa dalam pertempuran.

Salah satu serangannya yang paling terkenal adalah saat ia menyerang negara Suralaya dan berhasil mengalahkan para dewa yang melindunginya.

Selanjutnya, ia menargetkan negara Gowasiluman, dan dalam pertempuran tersebut, ia berhasil menewaskan Prabu Arimbaji untuk menguasai wilayah hutan Tunggarana.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Brajalamatan, Sosok Pemberani dalam Mitologi Jawa

Namun, ambisinya tidak berhenti di situ. Prabu Bomantara kemudian menyerang negara Surateleng, dengan tujuan memperluas kekuasaannya.

Namun, takdir berkata lain ketika ia bertemu dengan Prabu Narakasura, yang pada masa mudanya dikenal sebagai Bambang Sitija, raja negara Surateleng, putra Prabu Kresna dengan Dewi Pretiwi.

Pertempuran sengit terjadi antara Prabu Bomantara dan Prabu Narakasura, dan akhirnya, Prabu Bomantara tewas dalam pertarungan tersebut.

Namun, kisahnya tidak berakhir begitu saja. Arwahnya digabungkan dengan tubuh Prabu Sitija, mengubah dinamika kekuasaan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Bambang Bratalaras, Legenda Satria Pandawa dalam Bharatayudha

Setelah kematian Prabu Bomantara, negara Surateleng dan Prajatisa kemudian digabungkan oleh Prabu Sitija atau Narakasura.

Ia memerintah dengan gelar Prabu Bomanarakasura, mengakhiri era kekuasaan gelap Prabu Bomantara dan membawa perubahan baru bagi kedua negara tersebut.

Kisah tentang Prabu Bomantara mengajarkan kita tentang bahaya keserakahan dan kekuasaan yang berlebihan.

Meskipun memiliki kekuatan yang besar, namun sikapnya yang kejam dan tidak terkendali akhirnya membawa dirinya kepada kehancuran.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.