Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Bambang Lesmana Mandrakumara, Pangeran Pengecut dalam Mahabharata

AKURAT.CO Sejarah, Dalam epos Mahabharata yang kaya akan kisah kepahlawanan dan konflik keluarga yang rumit, tokoh-tokoh yang kuat dan berani sering mendominasi cerita.
Namun, di antara mereka, terdapat sosok yang menonjol karena kelemahan dan penderitaannya.
Salah satu karakter seperti itu adalah Bambang Lesmana Mandrakumara, yang dalam pedalangan Jawa lebih dikenal sebagai Bambang Sarajakusuma.
Lesmana Mandrakumara adalah putra sulung dari Prabu Suyudana atau yang dikenal juga sebagai Duryudana, raja dari negara Astina, dan permaisuri Dewi Banowati, yang merupakan putri dari Prabu Salya dengan Dewi Pujawati atau Setyawati dari negara Mandaraka.
Kelahirannya disambut dengan penuh harapan dan cinta kasih dari kedua orangtuanya.
Meskipun dilahirkan dari keluarga yang berkuasa, Lesmana Mandrakumara tidak memiliki keberanian dan kebijaksanaan yang sama dengan ayahnya.
Ia terkenal dengan daya pikir yang lambat dan sikap yang agak pengecut.
Namun demikian, ketidakterampilannya tidak menghalangi Lesmana Mandrakumara untuk terlibat dalam medan pertempuran perang Bharatayuda, yang menjadi salah satu konflik paling epik dalam Mahabharata.
Dalam perang yang sengit itu, Lesmana Mandrakumara terlibat dalam adegan tragis ketika ia berusaha untuk membunuh Abimanyu, putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra, yang sudah dalam keadaan tak berdaya.
Namun, upayanya berakhir dengan kematian tragis saat Lesmana Mandrakumara tertusuk keris Pulanggeni yang dipegang oleh Abimanyu.
Kejadian ini menjadi sebuah pengingat bahwa keberanian dan kebijaksanaan tidak selalu terletak pada keturunan atau kedudukan sosial seseorang.
Lesmana Mandrakumara adalah contoh yang menegaskan bahwa kelemahan karakter dan ketakutan juga bisa menjadi bagian dari perjalanan hidup seseorang, bahkan di tengah medan perang yang ganas sekalipun.
Meskipun Lesmana Mandrakumara tidak mencapai puncak kejayaan seperti tokoh-tokoh utama Mahabharata, ceritanya tetap menjadi bagian penting dalam mengilustrasikan kompleksitas dan keragaman manusia dalam segala aspek kehidupan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 5Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 6Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 7Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 8Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 9Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 1015 Calon Anggota KI Jateng Lolos Tes Wawancara, Lanjut Fit and Proper Test di DPRD








