Jateng

Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Puntadewa, Tokoh Wayang dari Kisah Mahabharata

Theo Adi Pratama | 26 Februari 2024, 15:00 WIB
Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Puntadewa, Tokoh Wayang dari Kisah Mahabharata

AKURAT.CO Sejarah, Bagi pecinta kisah pewayangan seri Mahabharata, tokoh wayang Puntadewa pasti tidak asing lagi.

Melalui artikel ini, Akurat Jateng akan membahas karakter dan peran penting Puntadewa, putra sulung dari Pandawa Lima, dalam epik Mahabharata.

Puntadewa adalah putra tertua dari Prabu Pandudewanata (Prabu Pandu) dari Negara Astina dan ibunya adalah Dewi Kunti, putri Prabu Basukunti dengan Dewi Dayita dari negara Mandura.

Selain itu, Puntadewa memiliki dua adik kandung, yaitu Werkudara (Bima) dan Janaka (Arjuna), serta dua adik kembar dari ibu lain, yaitu Nakula dan Sahadewa, yang lahir dari ibu Dewi Madrim, putri Prabu Mandrapati dari negara Mandaraka.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Kresna, Sang Titisan Dewa Wisnu dalam Dunia Pewayangan Jawa

Dikisahkan bahwa Puntadewa adalah titisan Batara Dharma. Karakter dan wataknya ditonjolkan sebagai sosok yang sabar, ikhlas, dan percaya pada kekuasaan Tuhan.

Selain itu, dia juga tekun dalam agamanya, pandai membalas budi, serta selalu bertindak adil dan jujur. Puntadewa juga terkenal sebagai seorang pemain catur yang ulung.

Setelah Pandawa berhasil membangun negara Amarta di hutan Mertani, Puntadewa dinobatkan sebagai raja dengan gelar Prabu Darmakusuma atau sering juga disebut Prabu Yudhistira, mengingat dalam dirinya terpancar arwah Prabu Yudhistira, raja jin negara Martani.

Dia menikah dengan Dewi Drupadi, putri Prabu Drupada dengan Dewi Gandawati dari negara Pancala, dan memiliki seorang putra bernama Pancawala.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Bagong, Saat Tokoh Punakawan Menjadi Raja di Negara Pancala

Puntadewa juga dikenal memiliki pusaka kerajaan berupa payung bernama Kyai Tunggulnaga dan sebuah tombak bernama Kyai Karawelang.

Dalam perang Baratayuda, Puntadewa tampil sebagai salah satu senapati perang Pandawa dan berhasil menewaskan Prabu Salya, raja negara Mandaraka.

Setelah perang berakhir, dia menjadi raja negara Astina dengan gelar Prabu Kalimataya.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Batara Guru, Tokoh Dewa yang Mampu Merajai Tiga Dunia

Namun, setelah menobatkan Parikesit, putra Abimanyu dengan Dewi Utari, sebagai raja negara Astina, Puntadewa memimpin perjalanan moksa bagi para Pandawa lima dan Dewi Drupadi.

Dengan peran pentingnya dalam epik Mahabharata, Puntadewa menjadi salah satu tokoh wayang yang dihormati dan dikenang oleh masyarakat sebagai simbol keadilan, kesetiaan, dan ketabahan. Kisah perjuangan dan pengabdian Puntadewa tetap menginspirasi generasi hingga saat ini.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.