Jateng

Mengungkap Sejarah dan Kelezatan Kuliner Sop Buntut di Dapur Dahapati, Bandung

Theo Adi Pratama | 10 Februari 2024, 14:00 WIB
Mengungkap Sejarah dan Kelezatan Kuliner Sop Buntut di Dapur Dahapati, Bandung

AKURAT.CO Sejarah, Dapur Dahapati, yang terletak di Jalan Cipaganti nomor 146, Bandung, telah menjadi tempat favorit masyarakat untuk mengisi perut.

Meskipun tampilannya sederhana, rumah makan ini memiliki sejarah yang menarik tersimpan di baliknya.

Resep sop buntut Dapur Dahapati telah terjaga sejak tahun 1932, mengungkapkan kelezatan yang tak tergantikan dari generasi ke generasi.

Baca Juga: Menelusuri Keindahandan Sejarah Masjid al-Wustho Mangkunegan: Peninggalan dari Keraton Mangkunegaran

Yang mengejutkan, rumah makan ini awalnya adalah tempat Pangeran Siam atau Pangeran Thailand menghabiskan sisa hidupnya.

Pada masa itu, Siam merupakan nama lama Thailand, termasuk beberapa negara pengikutnya seperti Kamboja, Laos, dan sebagian kecil Malaysia.

Pangeran Paribatra, anak ke-13 dari Raja Rama V, adalah salah satu pangeran yang memilih untuk tinggal di Bandung.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah dan Keagungan Masjid Agung Surakarta: Masjid Peninggalan Kerajaan Mataram

Meskipun tidak mungkin menjadi putra mahkota karena urutan kelahirannya, Pangeran Paribatra dikenal sebagai sosok yang cerdas dan menduduki jabatan strategis.

Ketika dia dan keluarganya tiba di Bandung, mereka disambut baik oleh pemerintah setempat.

Pangeran Paribatra mendapat tawaran untuk tinggal di sebuah rumah di daerah Cipaganti, yang pada saat itu sedang dalam tahap pembangunan.

Baca Juga: Keagungan dan Sejarah Masjid Agung Brebes: Simbol Kebijaksanaan dan Kebangkitan Rohani

Dia memilih dua rumah di kawasan Jalan Cipaganti, yang bertuliskan "Dahapati" dan "Preseban".

Namun, tinggalnya Pangeran Paribatra di Bandung tidak berlangsung lama. Pada sekitar Januari 1944, dia meninggal dunia di Bandung.

Meskipun meninggal di luar negeri, upacara pemakamannya tetap diadakan dengan sakral, dan jenazahnya dikremasi di Thailand.

Setelah meninggalnya Pangeran Paribatra, rumah Dahapati yang dulu ditinggali olehnya dan keluarganya diberikan kepada Kraba Nilwongse dan Durachman.

Baca Juga: Keindahan dan Sejarah Masjid Menara Kudus: Simbol Akulturasi Budaya dan Kebangkitan Spiritual

Rumah Preseban, yang dulunya merupakan tempat penginapan indah, diberikan kepada anak-anaknya.

Rumah Dahapati kemudian diubah menjadi restoran Dapur Dahapati, yang terkenal dengan sop buntutnya yang lezat.

Sementara rumah Preseban dijual dan kini menjadi Taman Kanak-kanak yang terkenal.

Dapur Dahapati tidak hanya menjadi destinasi bagi masyarakat lokal, tetapi juga menjadi tempat yang dikunjungi oleh turis Thailand saat berkunjung ke Bandung.

Dengan sejarah yang kaya dan kelezatan sop buntutnya yang tak tertandingi, Dapur Dahapati tetap menjadi warisan berharga bagi kota Bandung.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.