Jateng

Peristiwa Sejarah: Sejumlah Momen Penting yang Diperingati pada Tanggal 30 Januari Setiap Tahunnya, Hari Primata Indonesia dan Peringatan Lainnya

Theo Adi Pratama | 30 Januari 2024, 14:04 WIB
Peristiwa Sejarah: Sejumlah Momen Penting yang Diperingati pada Tanggal 30 Januari Setiap Tahunnya, Hari Primata Indonesia dan Peringatan Lainnya

AKURAT.CO Sejarah, Setiap tanggal 30 Januari, dunia memperingati sejumlah momen penting yang mencakup isu-isu konservasi primata, perdamaian di lingkungan pendidikan, dan kebutuhan untuk menyisihkan waktu dari rutinitas harian.

Tahun 2024 tidak terkecuali, dengan tiga momen khusus yang patut diperingati: Hari Primata Indonesia, Hari Sekolah Tanpa Kekerasan dan Perdamaian, serta Hari Pelarian Nasional.

Baca Juga: Perjalanan Tugu Juang Siliwangi: Sejarah yang Terbengkalai di Baleendah, Kabupaten Bandung

Hari Primata Indonesia (HPI): Menjaga Keanekaragaman Primata

Hari Primata Indonesia (HPI), yang diperingati setiap tanggal 30 Januari, memasuki tahun perayaan ke-11 pada tahun 2024.

Awalnya dirayakan pada tahun 2014 oleh PROFAUNA Indonesia, sebuah organisasi yang berkomitmen pada konservasi hutan dan perlindungan satwa liar, HPI menjadi peringatan yang semakin penting seiring waktu.

Pada tahun 2018, pemerintah Indonesia secara resmi melindungi 37 spesies primata asli Indonesia melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kelima keluarga primata, mencakup monyet dunia lama, kera besar, owa, kukang, dan tarsius, mendapatkan perlindungan khusus.

Langkah ini bertujuan untuk menghentikan perdagangan ilegal primata yang semakin marak pada tahun 2013.

HPI berakar dari kampanye "Primate Freedom Tour" pada tahun 2011, yang diadakan di berbagai kota di pulau Jawa dan Bali.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan mendukung upaya perlindungan primata di Indonesia.

Baca Juga: Masjid Kauman Semarang: Menyimpan Sejarah Tertua Kota Semarang dan Saksi Kemerdekaan

Hari Sekolah Tanpa Kekerasan dan Perdamaian: Pendidikan untuk Masa Depan Damai

Tanggal 30 Januari juga memperingati Hari Sekolah Tanpa Kekerasan dan Perdamaian, yang diadakan oleh sekolah-sekolah di seluruh dunia.

Pada hari ini, fokus diberikan pada mencari solusi tanpa kekerasan dalam menyelesaikan konflik.

Inisiatif ini bermula dari Spanyol, di mana Llorenç Vidal Vidal, seorang penyair, pendidik, dan pasifis Spanyol, mendirikan 'Dia Escolar de la No-violència i la Pau' pada tanggal 30 Januari.

Hari ini dipilih sebagai peringatan kematian Mahatma Gandhi, rasul perdamaian dunia.

Hari Sekolah Tanpa Kekerasan dan Perdamaian bertujuan untuk menjadikan sekolah sebagai tempat di mana pemimpin dan warga masa depan diajarkan tentang pentingnya perdamaian universal dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan.

Baca Juga: Sejarah Sebuah Bangunan: Transformasi SOR Merdeka, Dari Kerkhof hingga Sarana Olahraga Modern

Hari Pelarian Nasional: Meremajakan Diri dari Kehidupan Sehari-hari

Tanggal 30 Januari juga diperingati sebagai Hari Pelarian Nasional, sebuah kesempatan untuk menjauh dari rutinitas harian dan meremajakan diri.

Meskipun tidak ada catatan pasti kapan perayaan ini dimulai, diyakini bahwa dunia pertama kali merayakan Hari Pelarian Nasional pada tahun 2016.

Pada hari ini, banyak orang memutuskan untuk mengambil liburan sehari penuh, menghilangkan kekhawatiran seputar pembayaran kartu kredit atau tenggat waktu.

Detoksifikasi digital juga menjadi bagian dari perayaan, di mana sambungan internet diputus selama sehari untuk menikmati hidup tanpa ketergantungan pada teknologi.

Dengan peringatan tiga momen ini, tanggal 30 Januari 2024 mengundang kita untuk merenungkan pentingnya keberagaman primata, mencari solusi damai di lingkungan pendidikan, dan mengambil waktu untuk meremajakan diri dari kehidupan sehari-hari yang sibuk.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.