Jateng

Sejarah Sebuah Bangunan: Transformasi SOR Merdeka, Dari Kerkhof hingga Sarana Olahraga Modern

Theo Adi Pratama | 29 Januari 2024, 16:00 WIB
Sejarah Sebuah Bangunan: Transformasi SOR Merdeka, Dari Kerkhof hingga Sarana Olahraga Modern

AKURAT.CO Sejarah, Sarana Olahraga (SOR) Merdeka, atau lebih dikenal dengan nama lapangan Kerkhof di Kabupaten Garut, telah menjelma menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk berolahraga dan menghabiskan waktu santai.

Keindahan tempat ini, setelah diberi sentuhan rumput sintetis, menjadikan SOR Merdeka sebagai destinasi unggulan bagi pecinta olahraga dan pengunjung.

Baca Juga: Misteri dan Sejarah Makam Gantung di Pesanggrahan Djojodigdan, Blitar: Pemilik Ilmu Pancasona

Sejarah Panjang Kerkhof

Sebelum terkenal sebagai tempat berolahraga, SOR Merdeka memiliki sejarah yang panjang.

Sesuai dengan namanya, Kerkhof berasal dari bahasa Belanda yang berarti kuburan.

Pada awalnya, tempat ini berfungsi sebagai pemakaman orang Eropa sejak tahun 1923.

"Memang awalnya kuburan Belanda. Berfungsi sejak tahun 1923 hingga kurang lebih sampai tahun 1981-an," ungkap sejarawan asal Garut, Warjita.

Pada tahun 1981, Pemerintah Kabupaten Garut memutuskan untuk memindahkan makam-makam tersebut ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Santiong, mengakhiri eksistensi Kerkhof sebagai kuburan orang Eropa.

Transformasi Fungsi di Era Kepemimpinan

Pada masa kepemimpinan Bupati Taufik Hidayat (1983-1988), Pemerintah Kabupaten Garut mengubah fungsi Kerkhof dari kuburan Belanda menjadi arena pacuan kuda untuk masyarakat sekitar.

Namun, pada tahun 2003, Bupati Dede Satibi mengambil langkah lebih jauh dengan mengubah Kerkhof menjadi sarana olahraga, dan menamainya SOR Merdeka.

"Landasan disulap dari yang tadinya beralas rumput liar dengan tanah, kini menjadi rumput sintetis. Kabarnya, rumput sintetis yang digunakan berasal dari luar negeri dan berstandar FIFA," papar Warjita.

Baca Juga: Keunikan dan Sejarah Makam Imogiri: Pemakaman Raja Mataram dan Misteri Terpancung Tiga

Renovasi Fasilitas Modern

Dengan dukungan anggaran sekitar Rp9 miliar, Pemerintah Daerah Garut melakukan renovasi besar-besaran.

Lapangan sepak bola yang dulunya beralas tanah dan rumput liar kini bertransformasi menjadi lapangan rumput sintetis yang memenuhi standar FIFA.

Selain itu, dana sekitar Rp4 miliar digelontorkan untuk menyulap jogging track di sekitar lapangan.

Track yang semula beralas serbuk batu bata kini ditingkatkan menjadi berkarpet.

Meskipun belum bisa digunakan hingga bulan Maret karena periode pemeliharaan, masyarakat setempat sangat antusias menyambut perubahan ini.

Fasilitas Ramah di Kantong

Renovasi fasilitas SOR Merdeka mendapat dukungan besar dari warga Garut.

Tarif yang terjangkau, berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000, membuat masyarakat dapat menikmati berbagai fasilitas olahraga yang disediakan.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah Situs Gunung Wingko: Permukiman Purba dengan Kekayaan Arkeologis yang Mengagumkan

Dengan luas dua hektare, SOR Merdeka juga dekat dengan SMA 1 Garut, menjadikannya tempat populer di kalangan pelajar.

Keberhasilan transformasi SOR Merdeka tidak hanya terletak pada penyediaan fasilitas olahraga yang memadai, tetapi juga pada keberadaan panorama alam yang cantik.

Udara segar dan spot-spot menarik untuk berswafoto menambah daya tarik tempat ini.

Kerkhof, yang dahulunya dikenal sebagai kuburan, kini menjadi destinasi multifungsi yang menarik bagi seluruh masyarakat Garut.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.