Jateng

Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada: Menggali Jejak Sejarah dan Kecemerlangan Pendidikan

Theo Adi Pratama | 16 Januari 2024, 12:00 WIB
Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada: Menggali Jejak Sejarah dan Kecemerlangan Pendidikan

AKURAT.CO Sejarah, Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM) tidak sekadar menjadi pusat administrasi pendidikan tinggi, melainkan juga menandakan cikal bakal pendidikan pertama pasca-kemerdekaan Indonesia.

Terletak di pusat lokasi Universitas Gadjah Mada, gedung ini memiliki makna sejarah yang dalam dan keunikan arsitektur yang mencerminkan perpaduan kebudayaan Jawa.

Baca Juga: Jejak Bangunan Sejarah: GPIB Beth-El Magelang, Megahnya Gedung Gereja Bersejarah di Pusat Kota

Pusat Pendidikan Pertama Pasca-Kemerdekaan

Tahun 1951 menjadi saksi awal pendirian Gedung Pusat UGM, sebuah kompleks bangunan dengan tata ruang simetris yang dirancang secara khusus.

Presiden Republik Indonesia, Ir. Soekarno, secara simbolis meletakkan batu pertama universitas ini, menandai komitmen pemerintah pada dunia pendidikan tinggi.

Gedung Pusat menjadi titik awal bagi perkembangan UGM sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia.

Cagar Budaya dengan Keunikan Arsitektur

Gedung Pusat UGM terhubung erat dengan arsitektur Jawa, khususnya Kraton Kasultanan Yogyakarta.

Dengan struktur dan pola ruang yang mirip, gedung ini membawa warisan budaya dan filosofi yang mendalam.

Orientasi bangunan yang menghadap ke Utara dan Selatan, meskipun mengalami perubahan, menunjukkan kearifan lokal dalam tata letak.

Konsep pintu masuk utama dari arah utara, melalui gerbang di tengah Arboretum, mencerminkan fungsi serupa dengan Pagelaran dan Siti Hinggil di Kraton.

Selanjutnya, pengembangan ke arah selatan membentuk boulevard, pintu gerbang, dan bundaran yang menyerupai pola ruang dalam Kraton.

Baca Juga: Sebuah Sejarah: Makam Johannes van der Steur di Kota Magelang, Menjaga Warisan Kemanusiaan yang Hampir Satu Abad

Filosofi Pohon dan Pencerahan Ilmu

Lokasi Pusat UGM tidak hanya dipilih secara strategis, tetapi juga dipenuhi dengan nilai filosofis.

Pohon Bodhi (Ficus religiosa) di sebelah utara Gedung Pusat melambangkan pencerahan ilmu.

Filosofi ini menggambarkan harapan agar pengajar di UGM dapat memberikan pencerahan ilmu kepada mahasiswa, membimbing mereka ke arah yang lebih cerah.

Perjalanan Pembangunan dan Peresmian

Proses pembangunan kompleks kampus UGM tidak berjalan serentak, dengan Gedung Pusat sebagai bagian pertama yang mulai dikerjakan pada tahun 1953.

Presiden Soekarno secara resmi meresmikan Gedung Pusat pada tanggal 19 Desember 1959.

Bangunan ini menjadi pusat kegiatan administratif dan mencerminkan semangat dan dedikasi para pemimpin dan pendiri UGM.

Baca Juga: Perjalanan Sejarah: Water Toren Magelang: Megahnya Peninggalan Belanda yang Terus Berfungsi

Dengan keberadaan Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada, setiap batu dan tiangnya membawa jejak sejarah perjalanan pendidikan tinggi di Indonesia.

Sebagai cagar budaya, gedung ini tidak hanya menjadi saksi bisu perkembangan akademis, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi masa depan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.