Jateng

Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Anggada, Kera Berbudaya dalam Epos Ramayana

Theo Adi Pratama | 3 Maret 2024, 15:00 WIB
Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Anggada, Kera Berbudaya dalam Epos Ramayana

AKURAT.CO, Anggada, seorang makhluk berwujud kera berbulu merah, namun memiliki kecerdasan, keberanian, dan adat-istiadat seperti manusia.

Ia adalah putra Resi Subali dari pertapaan Sunyapringga dengan Dewi Tara, putri sulung Bathara Indra dengan Dewi Wiyati.

Dalam cerita epik Ramayana, Anggada digambarkan sebagai sosok yang gagah perkasa, sangat sakti, cerdik, pandai, tangkas, dan mudah naik darah.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Bambang Lesmana Mandrakumara, Pangeran Pengecut dalam Mahabharata

Sejak bayi, Anggada hidup dalam asuhan pamannya, Prabu Sugriwa, raja kerajaan Gowa Kiskenda, karena ayahnya meninggal saat ia masih dalam kandungan.

Ketika perang Alengka hampir pecah, Anggada diutus oleh Ramawijaya untuk meminta kepastian dari Prabu Dasamuka terkait Dewi Sinta.

Namun, terjebak dalam hasutan Prabu Dasamuka yang menyebarkan desas-desus tentang kematian Resi Subali, ayah Anggada yang dibunuh oleh Ramawijaya, Anggada hampir membunuh Ramawijaya sebagai balas dendam.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Dewi Lengleng Mulat, Kecantikan yang Menyulut Peperangan

Beruntung, Anoman berhasil menundukkan Anggada dan menyadarkannya dari amarahnya.

Anggada kemudian kembali menyerang Alengka dan berhasil membawa pulang mahkota Prabu Dasamuka.

Dalam perang Alengka, Anggada menunjukkan keberaniannya dengan banyak membunuh senapati Alengka.

Setelah perang usai, Anggada kembali ke Gowa Kiskenda dan kemudian bertapa di pertapaan Sunyapringga sampai akhir hayatnya.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Lembusura, Kisah Patih Raksasa dalam Mitologi Indonesia

Kisah Anggada dalam Ramayana menggambarkan perjuangan, keberanian, dan kesetiaan yang patut dijadikan teladan.

Meskipun berwujud kera, Anggada mampu memperlihatkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan pengendalian diri tidak tergantung pada bentuk fisik.

Ia menjadi simbol penting dalam perjalanan Ramawijaya dan pahlawan-pahlawan lainnya dalam menghadapi cobaan dan konflik dalam epik Ramayana.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.