Jateng

Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Pesanggrahan Ambarbinangun, Ruang Sejarah yang Hidup di Bawah Bayang Sultan Hamengkubuwono VI

Theo Adi Pratama | 24 Januari 2024, 16:00 WIB
Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Pesanggrahan Ambarbinangun, Ruang Sejarah yang Hidup di Bawah Bayang Sultan Hamengkubuwono VI

AKURAT.CO Sejarah, Pesanggrahan Ambarbinangun, yang didirikan oleh Sultan Hamengkubuwono VI (1855 – 1877), tidak sekadar merupakan bangunan bersejarah; ini adalah saksi bisu perjalanan waktu dan keagungan Mataram Islam.

Tempat ini awalnya dirancang sebagai tempat peristirahatan, menyajikan pesona arsitektur dan kehidupan masa lalu yang tak ternilai.

Baca Juga: Sejarah Kuliner Nusantara: Kue Kipo, Menikmati Kelezatan Tradisional Makanan Khas Kotagede Yogyakarta

Keindahan dan Unsur-unsur Pesanggrahan Ambarbinangun

Pesanggrahan Ambarbinangun menghadap ke arah utara, memancarkan keanggunan dan ketenteraman.

Bangunan ini semula memiliki enam halaman yang dihubungkan oleh pintu dan gapura.

Tembok pagar yang mengelilingi setiap halaman terbuat dari bata yang diplester, menciptakan struktur yang kokoh dan indah.

Bangunan dan Struktur Utama:

1. Dalem Ageng

Inti dari Pesanggrahan Ambarbinangun.

Difungsikan sebagai ruang administrasi Pondok Pemuda.

Bangunan berdenah empat persegi panjang dengan atap limasan.

Ruang utama memiliki dua kamar dengan pintu dan jendela dari bahan tripleks.

Fasad bangunan dihiasi dengan ukiran kayu berbentuk cakra.

 

2. Kolam Pemandian

Terletak di selatan Dalem Ageng.

Membagi menjadi dua bagian: kolam berpeneduh dan kolam terbuka.

Kolam berpeneduh dan terbuka dipisahkan oleh tembok turunan.

Saat ini dimanfaatkan sebagai tempat salat Pondok Pemuda.

Baca Juga: Sejarah Kuliner Nusantara: Yangko, Sebuah Perjalanan dari Makanan Sultan Hingga Oleh-Oleh Khas Yogyakarta

 

3. Gedhong Pecaosan

Terletak di sisi tenggara Dalem Ageng.

Mempunyai tiga kamar, kamar mandi, dan kakus.

Difungsikan sebagai rumah penjaga Pondok Pemuda dan gudang.

 

4. Bangsal Dhahar

Terletak di barat daya Dalem Ageng dan di sebelah barat kolam.

Difungsikan sebagai ruang pertemuan dan diskusi Pondok Pemuda.

 

5. Bangsal Panggung

Bangunan berlantai dua tanpa dinding di selatan Bangsal Dhahar.

Tidak dimanfaatkan dan kondisinya kurang terawat.

 

6. Gedhong Papak

Bangunan kamar mandi dan kakus.

Saat ini hanya tinggal sisa reruntuhan bangunannya.

 

7. Tugu Prasasti

Terdapat dua buah tugu prasasti berderet ke arah timur.

Masing-masing tugu berbentuk bujur sangkar dengan hiasan padma dan tulisan berbahasa Jawa dan latin.

Baca Juga: Sejarah Kuliner Nusantara: Legomoro Kotagede, Makanan Khas dengan Filosofi yang Mendalam

Perubahan dan Pemanfaatan Pesanggrahan Ambarbinangun

Sayangnya, pesanggrahan ini mengalami perubahan signifikan.

Sebagian halaman Pesanggrahan Ambarbinangun kini menjadi kompleks Pondok Pemuda, sementara sebagian lainnya berada di luar pagar tembok baru yang dibangun oleh Pondok Pemuda.

Pemanfaatan Bangunan dan Struktur:

  • Dalem Ageng: Ruang administrasi Pondok Pemuda.
  • Kolam Pemandian: Tempat salat Pondok Pemuda.
  • Gedhong Pecaosan: Rumah penjaga Pondok Pemuda dan gudang.
  • Bangsal Dhahar: Ruang pertemuan dan diskusi Pondok Pemuda.

Baca Juga: Sejarah Kuliner Nusantara: Gatot, Kelezatan Singkong yang Menceritakan Sejarah dan Kekayaan Gunungkidul

Harta Bersejarah yang Terus Hidup

Pesanggrahan Ambarbinangun, meskipun mengalami perubahan dan adaptasi, tetap menjadi saksi bisu kejayaan Sultan Hamengkubuwono VI dan keindahan arsitektur Mataram Islam.

Kini, dengan sebagian bangunannya yang diintegrasikan dengan Pondok Pemuda, pesanggrahan ini melanjutkan hidupnya dalam wujud baru, menyatu dengan perjalanan sejarah yang berkelanjutan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.