Pesona dan Legenda Gunung Anyar: Keunikan Sejarah Sebuah Gunung Kecil di Surabaya

AKURAT.CO Sejarah, Tahukah Kawan bahwa di tengah keramaian kota Surabaya, terdapat satu daerah yang memiliki gunung kecil yang unik?
Ya, Gunung Anyar, yang terletak di bagian timur kota, menjadi ciri khas tersendiri sebagai satu-satunya wilayah yang membanggakan gunung kecilnya.
Baca Juga: Mengulik Sejarah dan Kisah Mohammad Hatta: Sepak Bola di Hati, Perjuangan di Jiwa
Letak Geografis yang Menarik
Gunung Anyar memiliki letak geografis yang menarik, terletak di bagian timur kota Surabaya dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Sidoarjo.
Wilayah ini terbagi menjadi empat kelurahan utama, yaitu Gunung Anyar, Gunung Anyar Tambak, Rungkut Menanggal, dan Rungkut Tengah.
Karakteristik geografisnya yang unik menjadi nilai tambah Gunung Anyar dalam mengenalkan daerahnya.
Salah satu tempat yang menarik perhatian adalah Kelurahan Gunung Anyar Tambak.
Awalnya termasuk dalam Kecamatan Rungkut, kelurahan ini berkembang menjadi bagian integral dari Kecamatan Gunung Anyar.
Pertumbuhan ini terjadi seiring berkembangnya Kecamatan Rungkut, mendorong daerah Gunung Anyar untuk menjadi kecamatan independen.
Pengembangan daerah Gunung Anyar Tambak melibatkan beberapa perumahan, seperti Wiguna, Perumahan Podho Joyo, Gunung Anyar Mas, Wisma Indah, Taman Gunung Anyar, Royal Park Regency, Perumahan PT Tirta Agung Prakarsa Makmur, Puri Gunung Anyar Regency, dan banyak lagi.
Dengan luas wilayah mencapai 441,792 hektar, Kecamatan Gunung Anyar menjadi pusat perubahan yang terlihat dalam perkembangan Surabaya.
Sejarah dan Asal Usul Nama "Anyar"
Namun, apa makna dari "Anyar" dalam Gunung Anyar? "Anyar" berasal dari bahasa Jawa yang berarti "baru."
Jadi, Gunung Anyar secara harfiah diterjemahkan sebagai Gunung Baru.
Meski namanya terdengar menarik, gunung ini tidak seperti gunung pada umumnya.
Hanya berupa gundukan tanah di dekat lapangan bola, terlihat seperti bukit kecil, namun memiliki daya tarik sendiri.
Baca Juga: Menelusuri Kisah Dibalik Gedung Oudetrap: Menyaksikan Jejak Sejarah dan Peradaban Kota Lama Semarang
Gunung Anyar terletak di Kelurahan Gunung Anyar Tengah dan memiliki beberapa kawah mungil di puncaknya.
Meskipun ukurannya kecil, kawah-kawah tersebut dapat menyemburkan lumpur dengan debit kecil.
Saat cuaca panas, fenomena ini menjadi lebih jelas, dengan gelembung-gelembung yang meletup dari dalam tanah berlumpur, menciptakan pemandangan yang unik.
Legenda dan Sejarah Mistis Gunung Anyar
Menariknya, Gunung Anyar memiliki cerita legenda yang mengakar dalam kehidupan masyarakat setempat.
Menurut cerita yang disampaikan oleh Haji Muhammad Zaeni, seorang tokoh di Desa Gunung Anyar Tengah, gunung ini memiliki sejarah yang bersumber dari legenda.
Dahulu kala, seorang kiyai bernama Mbah Mahmud datang bersama murid-muridnya dan menemukan gunung ini di tengah hutan belantara.
Dengan kearifan spiritualnya, Mbah Mahmud meramalkan bahwa, "Nanti akan ada desa dengan nama Gunung Anyar."
Ramalan ini menjadi kenyataan puluhan tahun kemudian ketika wilayah di sekitar gunung berkembang menjadi padat penduduk.
Menariknya, selain gunung itu sendiri, ada cerita mengenai macan tutul penjaga desa yang bersemayam di sekitar Gunung Anyar.
Meski tidak pernah terlihat secara langsung, banyak masyarakat setempat yang mempercayai keberadaan makhluk ini.
Seiring waktu, Gunung Anyar, dengan gundukan tanahnya yang menjadi awal dari Kecamatan Gunung Anyar, menghadirkan perpaduan antara realitas fisik dan unsur mistis dalam kehidupan masyarakat setempat.
Meskipun mungkin tidak memiliki bentuk gunung konvensional, Gunung Anyar tetap memancarkan pesona dan keunikan melalui cerita dan keyakinan masyarakatnya.
Baca Juga: Sejarah Awal Mula Stasiun Pasuruan: Saksi Bisu Perjalanan Kereta Api Pertama di Jawa Timur
Pesona dan Keunikan yang Tetap Mencengangkan
Dengan pesona alamnya dan legenda yang mengiringi, Gunung Anyar menjadi destinasi menarik untuk dikunjungi.
Meski tidak setinggi gunung-gunung pada umumnya, keunikan dan daya tariknya membuat Gunung Anyar layak untuk dijelajahi.
Bagi mereka yang mencari pengalaman yang berbeda dan ingin menyelami kearifan lokal, Gunung Anyar si kecil ini memiliki cerita dan keindahan yang patut untuk diungkap.
Sebuah petualangan yang memadukan antara dunia fisik dan spiritual, menjadikan Gunung Anyar sebagai destinasi yang penuh misteri di tengah kesibukan Surabaya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Profil Instagram Wasit Persijap vs Persib Disorot, Ini Catatan 2 Laga yang Dipimpin Erfan Efendi
- 2Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 3PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 4Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 5Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 6Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 7Skor Akhir Persiku Remuk Redam Dihajar PSMS 6-0, Apa yang Jadi Penyebabnya?
- 81.000 Pelari Ramaikan Semarang, Bank Jateng Friendship Run 2026 Jadi Pemanasan Menuju Satu Dekade Borobudur Marathon
- 9Skor Akhir: Blunder Pemain Belakang Lawan, Persib Curi Kemenangan Persijap, Skor 1-2 untuk Maung Bandung
- 10Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang






