Eksplorasi Sejarah Pemandian Alam Banyubiru: Sumber Air Biru di Tengah Sejarah Pasuruan

AKURAT.CO Sejarah, Pemandian Alam Banyubiru, terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, tidak hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga menyimpan sejarah panjang yang melibatkan legenda, keberanian dua prajurit Majapahit, dan warisan kolonial Belanda.
Destinasi wisata ini telah menjadi favorit warga Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya, menawarkan sumber mata air biru yang jernih, pemandangan alam menakjubkan, serta fasilitas yang lengkap untuk bersantai bersama keluarga, kerabat, dan teman.
Baca Juga: Sejarah Panjang Stasiun Solo Balapan: Dari Lokasi Pacuan Kuda Hingga Adanya Fasilitas Modern
Sejarah Pemandian Alam Banyubiru dimulai dengan kisah legendaris tentang dua prajurit Majapahit, Mbah Kebut dan Mbah Tombro, yang melarikan diri dari kerajaan dan terdampar di wilayah hutan belantara di Pasuruan.
Dengan membawa bekal dari kerajaan, Mbah Kebut membawa keris pusakanya sebagai seorang empunya terbaik di Kerajaan Majapahit, sementara Mbah Tombro membawa dua ekor kerbau sebagai seorang petani.
Perjalanan mereka menuju selatan membawa mereka ke wilayah Pasuruan, di mana mereka memutuskan untuk menetap dan memulai kehidupan baru.
Dengan membabat hutan dan bekerja keras membangun pemukiman, mereka membuka babak baru bagi masyarakat setempat.
Pada suatu hari, Mbah Tombro menemukan dua kerbaunya tenggelam dalam kolam lumpur.
Meskipun mencoba untuk menyelamatkan mereka, kerbau-kerbau tersebut terperangkap di dalam kubangan lumpur dan tidak dapat bergerak.
Dengan kecerdikan dan keberanian, Mbah Tombro berhasil membebaskan kerbau-kerbaunya dengan mengibaskan empat tangkai daun keladi di depan mereka.
Kejadian ini menjadi titik awal munculnya sumber mata air biru yang mengisi kolam, dikenal sebagai Pemandian Alam Banyubiru.
Baca Juga: Mengulik Sejarah dan Kisah Mohammad Hatta: Sepak Bola di Hati, Perjuangan di Jiwa
Menurut cerita rakyat, ikan-ikan besar yang muncul di kolam tersebut disebut Ikan Sengkaring atau Ikan Tombro.
Dipercayai bahwa mengambil ikan tersebut akan mendatangkan malapetaka, sehingga masyarakat setempat menjaga keberadaan ikan ini dengan hati-hati.
Kemudian, pada masa kolonial Belanda, Bupati Pasuruan Raden Adipati Nitiningrat bekerja sama dengan P.W. Hoplan untuk menjadikan kolam tersebut sebagai pemandian umum.
Nama "Telaga Wilis" pun berganti menjadi "Banyubiru" mengacu pada warna airnya yang biru jernih.
Bersamaan dengan pembangunan pemandian, sekitar kolam juga dibangun taman-taman yang menambah keindahan daerah sekitarnya.
Beberapa arca-arca dan situs purbakala dari Singosari pun dipindahkan ke lokasi ini sebagai elemen pelengkap.
Pemandian Alam Banyubiru menjadi sangat populer di kalangan wisatawan.
Pada masa itu, berbagai pertandingan olahraga seperti polo air dan renang sering diadakan di tempat ini.
Sejak saat itu, Pemandian Alam Banyubiru terus menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah Kabupaten Pasuruan.
Baca Juga: Sejarah Istilah Gerbangkertosusila: Mengungkap Pesona Metropolitan Jawa Timur
Dengan keindahan alamnya, legenda yang mengiringi, dan nilai sejarahnya yang kaya, Pemandian Alam Banyubiru tetap menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.
Sebuah tempat di mana alam dan sejarah saling menyatu, menciptakan pengalaman wisata yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Profil Instagram Wasit Persijap vs Persib Disorot, Ini Catatan 2 Laga yang Dipimpin Erfan Efendi
- 2Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 3PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 4Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 5Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 6Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 7Skor Akhir Persiku Remuk Redam Dihajar PSMS 6-0, Apa yang Jadi Penyebabnya?
- 81.000 Pelari Ramaikan Semarang, Bank Jateng Friendship Run 2026 Jadi Pemanasan Menuju Satu Dekade Borobudur Marathon
- 9Skor Akhir: Blunder Pemain Belakang Lawan, Persib Curi Kemenangan Persijap, Skor 1-2 untuk Maung Bandung
- 10Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang






