Kisah Dibalik Julukan Paris van Java: Kota Bandung yang Mempesona dan Penuh dengan Sejarah

AKURAT.CO Sejarah, Kota Bandung, selain dikenal sebagai "Kota Kembang," juga memiliki julukan lain yang memberikan warna sejarah dan keistimewaan tersendiri, yaitu "Paris van Java."
Gelar ini bukan sembarangan, melainkan mencerminkan sejarah panjang dan daya tarik khusus yang dimiliki oleh Kota Bandung.
Bagaimana asal-usul julukan ini dan apakah benar Bandung memiliki kesamaan dengan Paris? Mari kita selami lebih dalam!
Baca Juga: Sejarah Awal Mula Stasiun Pasuruan: Saksi Bisu Perjalanan Kereta Api Pertama di Jawa Timur
Sejarah Singkat Kota Bandung
Julukan "Bandung" sendiri konon berasal dari kata "bendung" atau bendungan, merujuk pada lahar Gunung Tangkuban Perahu yang membendung Sungai Citarum.
Selain itu, ada legenda menarik yang mengisahkan bahwa kata "Bandung" juga terkait dengan jenis perahu bernama "perahu bandung," yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk mencari lokasi pusat pemerintahan Kabupaten Bandung yang baru.
Pada tahun 1808, Pemerintah Hindia Belanda, di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, mengusulkan pemindahan ibu kota Kabupaten Bandung.
Hal ini didasarkan pada rencana pembangunan Jalan Raya Pos (Groote Postweg) yang akan melintasi daerah Krapyak (sekarang Dayeuhkolot).
Kota Bandung kemudian ditetapkan sebagai ibu kota baru pada 25 September 1810, dan tanggal tersebut kini diakui sebagai hari ulang tahun Kota Bandung.
Baca Juga: Menelusuri Kisah Dibalik Gedung Oudetrap: Menyaksikan Jejak Sejarah dan Peradaban Kota Lama Semarang
Paris van Java: Sebuah Gelar yang Mempesona
Julukan "Paris van Java" mulai melekat pada Bandung pada masa kolonial Belanda, tepatnya antara tahun 1889 hingga 1940.
Nama ini tidak hanya diciptakan secara sembarangan, melainkan sebagai bagian dari upaya pihak kolonial untuk mempromosikan pariwisata di Hindia Belanda.
Pada saat itu, berbagai kota di Indonesia juga diberi julukan serupa, seperti Venetie van Java untuk Batavia, Gibraltar van Java untuk Semarang, dan Switzerland van Java untuk Garut.
Pilihan julukan "Paris van Java" tidak terlepas dari pertumbuhan pariwisata dan tren mode di Kota Bandung.
Hindia Belanda ingin menarik perhatian turis untuk mengunjungi koloninya dengan menampilkan kemajuan dan gaya hidup modern.
Kota Bandung dipilih karena menjadi pusat mode yang menganut gaya yang sangat dipengaruhi oleh gaya Paris pada masa itu.
Baca Juga: Sejarah dan Kisah Oei Hui Lan: Kehidupan yang Bergelimang Harta namun Penuh Kesepian
Bandung dan Jejak Gaya Paris
Pada awal abad ke-20, Bandung menjadi pusat fesyen yang terkenal.
Toko Aud di Jalan Braga menjadi favorit warga Bandung karena menampilkan model busana terbaru dari Paris.
Pada tahun 1913, toko ini berganti nama menjadi Au Bon Marche Modemagizn, mempertegas pengaruh gaya Perancis di Kota Bandung.
Tak hanya dalam dunia mode, gaya arsitektur di Bandung juga mencerminkan sentuhan Paris.
Gaya Art Deco diterapkan dalam pembangunan beberapa gedung, seperti Hotel Preanger dan Hotel Savoy Homan.
Kedua bangunan ini menjadi ikon arsitektur yang menciptakan atmosfer khas "Paris" di tengah Pulau Jawa.
Baca Juga: Menguak Misteri Goa Gong Pacitan: Keajaiban Alam, Sejarah Kaya, dan Cerita Mitos yang Menarik
Pusaka Wisata dengan Pesona "Paris van Java"
Julukan "Paris van Java" telah menjadi warisan budaya yang diwariskan secara turun temurun. Kota Bandung terus menjadi destinasi wisata yang memikat, menawarkan pesona sejarah, seni, dan keindahan alam.
Bangunan-bangunan bersejarah, jalan-jalan yang dipenuhi warung kopi, dan nuansa kota yang kreatif menjadikan Bandung sebagai tempat yang unik dan penuh inspirasi.
Dengan segala keistimewaannya, Bandung tidak hanya menjadi destinasi pariwisata, tetapi juga mempertahankan identitasnya sebagai pusat pendidikan dan budaya.
Kota ini terus menarik perhatian sebagai destinasi yang harmonis antara sejarah dan modernitas, membuatnya layak disebut sebagai "Paris van Java" yang mempesona.
Dengan berbagai daya tariknya, Bandung tetap menjadi destinasi yang mengajak kita merasakan keunikan dan pesona khasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless






