Jateng

Baju Thrifting vs UMK Jateng 2027: Modal Rp200 Ribu Bisa Tampil Keren Sebulan

Theo Adi Pratama | 7 November 2026, 11:11 WIB
Baju Thrifting vs UMK Jateng 2027: Modal Rp200 Ribu Bisa Tampil Keren Sebulan
Foto Ilustrasi - Baju Thrifting vs UMK Jateng 2027

JATENG.AKURAT.CO, Baju thrifting bukan cuma soal gaya, tapi soal strategi: dengan simulasi UMK Jateng 2027 di Semarang yang gaji bersihnya sekitar Rp3,89 juta dan sisa Rp941 ribu setelah kos dan makan, pekerja muda bisa tetap tampil keren tanpa harus beli baju baru seharga sewa kos.

Bayangkan Rani, pekerja muda di Semarang. Gajinya mengikuti UMK 2026: Rp3.701.709.

Setiap gajian, ia membuka aplikasi belanja. Ada kemeja baru Rp250 ribu, ada celana Rp300 ribu, ada sepatu Rp500 ribu.

Ia menambahkan ke keranjang, lalu melihat totalnya: Rp1,05 juta. Ia menutup aplikasi. “Kalau beli semua, kos saya minggu depan jadi baju,” katanya.

Tiga bulan lalu, Rani mencoba thrifting. Ia datang ke toko barang bekas di kawasan Tembalang.

Ia menemukan kemeja flanel Rp35 ribu, celana chino Rp45 ribu, dan jaket denim Rp70 ribu.

Totalnya Rp150 ribu—untuk tiga potong pakaian yang masih layak pakai. “Rasanya kayak menang lotre,” ujarnya.

Kisah Rani bukan cerita unik. Sepanjang 2026, thrifting makin populer di kalangan pekerja muda dan Gen Z.

Bukan karena mereka tidak suka baju baru, tapi karena harga baju baru tidak lagi ramah di kantong pekerja UMK.

UMK 2027: Gaji Naik, Tapi Harga Baju Juga Naik

Pembahasan UMK 2027 masih berlangsung. KSPI mengusulkan kenaikan 7,5–9,5 persen.

Kalau skenario 9,5 persen dipakai, UMK Kota Semarang menjadi Rp4.053.371.

Setelah potong BPJS 4 persen, gaji bersihnya sekitar Rp3.891.236.

Skenario

UMK 2027 (Bruto)

Gaji Bersih (setelah potongan 4%)

Naik 7,5%

Rp3.979.337

±Rp3.820.164

Naik 9,5%

Rp4.053.371

±Rp3.891.236

Sumber: simulasi berdasarkan UMK Semarang 2026 dan usulan KSPI, Oktober 2026.

Setelah kos Rp1,3 juta, makan Rp1,1 juta, transport Rp250 ribu, listrik Rp200 ribu, dan kuota Rp100 ribu, sisa uangnya sekitar Rp941 ribu.

Dari situ, alokasi untuk fashion sebaiknya tidak lebih dari 5–10 persen—sekitar Rp194 ribu–Rp389 ribu per bulan.

Tabel: Baju Baru vs Thrifting untuk Pekerja UMK

Jenis

Harga per Potong

Alokasi Rp300 Ribu Bisa Dapat

Kualitas

Baju baru (brand lokal)

Rp150.000–Rp300.000

1–2 potong

Baru, bergaransi, tapi harga tinggi

Thrifting

Rp15.000–Rp70.000

5–10 potong

Bekas layak pakai, perlu sortir teliti

Baju baru (brand internasional)

Rp400.000–Rp800.000

0–1 potong

Baru, tapi bikin defisit

Sumber: pantauan harga toko thrift Semarang dan marketplace, Oktober 2026.

Dengan alokasi Rp300 ribu, kamu bisa dapat 5–10 potong baju thrift atau 1–2 potong baju baru. Selisihnya bukan cuma jumlah, tapi variasi gaya yang bisa kamu campur dan padu.

“Thrifting Itu Seni Memilih, Bukan Sekadar Murah”

Pemilik toko thrift di Tembalang, Bagas, 29 tahun, mengatakan bahwa thrifting bukan sekadar membeli barang bekas.

“Orang datang ke sini bukan cuma karena murah. Mereka ingin tampil beda. Baju thrift jarang ada yang sama, jadi mereka merasa punya gaya sendiri,” ujarnya.

Bagas juga mengingatkan bahwa thrifting butuh kesabaran. “Harus sortir satu per satu. Kadang harus datang pagi-pagi saat stok baru dibongkar. Kalau asal ambil, bisa dapat barang yang sudah rusak,” katanya.

Enam Strategi Thrifting untuk Pekerja UMK

1. Tentukan budget sebelum berangkat.
Bawa uang tunai sesuai alokasi. Jangan bawa kartu debit atau paylater agar tidak tergoda belanja berlebihan.

2. Datang saat stok baru dibongkar.
Toko thrift biasanya menerima pasokan baru pada hari tertentu. Cek jadwalnya, dan datang lebih awal.

3. Sortir dengan teliti.
Cek jahitan, resleting, lubang, dan noda. Jangan tergiur merek kalau kondisinya sudah rusak.

4. Pilih warna netral dan potongan klasik.
Baju thrift berwarna netral—putih, hitam, krem, navy—lebih mudah dipadupadankan dengan pakaian yang sudah kamu punya.

5. Cuci bersih sebelum dipakai.
Baju thrift bisa mengandung debu, jamur, atau sisa deterjen. Cuci dengan air hangat dan deterjen antibakteri.

6. Jangan beli karena “murah”.
Beli karena kamu benar-benar akan memakainya. Baju murah yang tidak pernah dipakai tetap pemborosan.

“Tampil Keren Bukan Soal Mahal, Tapi Soal Tahu Cara”

Rani akhirnya menjadikan thrifting sebagai rutinitas bulanan. Ia menyisihkan Rp200 ribu dari sisa gajinya untuk fashion.

“Dulu saya beli baju baru Rp250 ribu, dipakai dua kali, lalu bosan. Sekarang saya beli lima potong thrift Rp200 ribu, bisa dipakai bergantian seminggu,” ujarnya.

Ia juga mulai belajar menjahit kecil—memendekkan celana, mengganti kancing, atau menambal jahitan yang lepas.

“Baju thrift jadi terasa lebih ‘saya’ karena saya yang oprek sendiri,” katanya.

Baju thrifting bukan solusi untuk semua orang. Ada yang tetap memilih baju baru karena kenyamanan, garansi, atau alasan etis.

Tapi bagi pekerja UMK yang ingin tampil keren tanpa mengorbankan kos dan makan, thrifting adalah jalan tengah yang masuk akal.

Dengan gaji bersih Rp3,89 juta dan alokasi fashion Rp200–300 ribu per bulan, kamu bisa tampil rapi, bergaya, dan tetap punya sisa untuk tabungan.

Yang penting bukan merek di kerah baju, tapi kesadaran untuk tidak membeli lebih dari yang kamu butuhkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.