Tingkatkan Kualitas Proses Belajar Mengajar melalui Pembelajaran Berbasis DAP, Tim Pengabdian UPGRIS Beri Pelatihan bagi Guru

AKURAT.CO SEMARANG, Inovasi dalam dunia pendidikan terus menjadi perhatian serius tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).
Salah satunya, pembelajaran berbasis DAP (Developmentally Appropriate Practices) atau yang lebih dikenal dengan pembelajaran berdiferensiasi, merupakan pendekatan pembelajaran yang mendorong guru untuk menggunakan berbagai pendekatan instruksional, dalam memenuhi kebutuhan unik setiap siswa.
Hal tersebut mencakup pengetahuan yang sudah ada, gaya belajar, minat, dan pemahaman tentang mata pelajaran.
Baca Juga: Memperkuat Relasi Internasional: UPGRIS Jalin Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi di Tiongkok
Meskipun memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, penerapan pembelajaran berdiferensiasi tidaklah mudah, terutama karena setiap siswa memiliki tingkat pemahaman dan kemampuan yang berbeda-beda terhadap topik-topik tertentu.
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) memberikan pelatihan kepada para guru di SDN 01 Jatingaleh Semarang.
Pelatihan yang berlangsung pada 24-25 November 2023 dan 1 Desember 2023 ini melibatkan tim pengabdian UPGRIS yang terdiri dari Dr. Arso Setyaji M.Hum (Ketua), dengan anggota Dr. Rahmawati Sukmaningrum M.Pd, Dr. Dias Andris Susanto M.Pd, dan Faiza Hawa, S.Pd, M.Hum.
Pelatihan ini mencakup pemahaman tentang konsep pembelajaran berdiferensiasi, pembekalan dalam mendesain perangkat pembelajaran berbasis DAP, serta praktik dalam peer teaching.
Berbagai metode interaktif seperti ceramah, diskusi, microteaching, pendampingan, monitoring, dan evaluasi diterapkan selama pelatihan.
Hasilnya, setelah mengikuti pelatihan ini, para guru mampu mengaplikasikan konsep pembelajaran berdiferensiasi dengan lebih matang dalam proses pembelajaran mereka.
"Pada dasarnya, pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan guru untuk berinteraksi dengan siswa sesuai dengan tingkat pengetahuan mereka. Pembelajaran berdiferensiasi bukan hanya tentang menciptakan keadilan belajar, tetapi juga memberikan tantangan kepada setiap siswa untuk meraih potensi maksimalnya," ungkap Dr. Arso Setyaji M.Hum, Ketua Pengabdian.
Tujuan utama dari pembelajaran berdiferensiasi adalah menciptakan kesetaraan belajar bagi semua siswa, mengurangi perbedaan belajar antara siswa yang lebih unggul dan siswa yang mungkin masih memerlukan bantuan lebih.
"Kami ingin memastikan bahwa setelah pelatihan, guru benar-benar mampu mengimplementasikan konsep pembelajaran berdiferensiasi dalam kelas mereka," tegas Dr. Arso
Dalam konteks ini, penting bagi guru untuk memahami bahwa setiap peserta didik memiliki tingkat pemahaman dan kemampuan yang berbeda-beda terhadap topik tertentu.
Pelatihan ini memberikan guru pemahaman yang lebih dalam terkait pembelajaran berdiferensiasi dan bagaimana menerapkannya secara efektif dalam proses pembelajaran.
Dr. Dias Andris Susanto M.Pd, anggota tim pengabdian, menegaskan, "Pelatihan pengajaran berbasis DAP bermanfaat untuk menajamkan pemahaman guru terkait pembelajaran berdiferensiasi dan bagaimana menerapkannya di kelas."
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan ketrampilan mengajar guru semakin kuat.
Para guru dapat lebih memahami kebutuhan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, mendesain pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi kebutuhan siswa secara lebih efektif.
Baca Juga: Bimtek LPP UPGRIS dan Dinas Sosial Kendal: Memperkuat Relawan Sosial untuk Kesejahteraan Masyarakat
Hasilnya, suasana belajar yang nyaman dan tenang tercipta, menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Siswa yang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran cenderung menjadi lebih komunikatif dan termotivasi untuk mengasah kemampuan diri hingga mencapai potensi maksimal.
"Pembelajaran berdiferensiasi mampu meminimalisir munculnya masalah atau ketimpangan yang muncul dari siswa. Pembelajaran berdiferensiasi memberikan kesempatan dan keadilan yang sama bagi seluruh siswa untuk mengembangkan potensi diri mereka secara maksimal," tambah Dr. Dias.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Profil Instagram Wasit Persijap vs Persib Disorot, Ini Catatan 2 Laga yang Dipimpin Erfan Efendi
- 2Prediksi Skor Dewa United vs PSS Sleman: Super Elang Jawa Memburu Kemenangan Perdana
- 3SKOR Hasil Akhir De Red FC vs RANS Nusantara: Drama 6 Gol, Kemenangan Tuan Rumah Buyar di Depan Mata
- 4Dugaan Penganiayaan Advokat di Cafe Jl Veteran Semarang Naik ke Penyidikan, Komisi III DPR RI Akan Memantau
- 5Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 6Hasil SKOR Akhir PSPS Riau vs Persiraja: Tuan Rumah Menang 2-1, Misi Bangkit Berhasil
- 7Polemik Pakuwon Mall Gombel Lama Bergulir, Wali Kota Semarang Didesak Bertanggung Jawab
- 8Menkomdigi dan GP Ansor Jateng Ingatkan Masyarakat Tentang Ancaman Siber, dari Phishing hingga Penyalahgunaan Data
- 9Boox Palma 3 Resmi Meluncur, E-Reader Saku dengan Android 16 dan Bodi Aluminium
- 10Satu Dekade Dorong Energi Bersih, SUN Masuki Babak Baru Elektrifikasi Industri Indonesia









