Melalui Aswaja Center, Unwahas Lakukan Penguatan Ideologi Aswaja Angkatan Pertama

AKURAT.CO SEMARANG – Aswaja Center Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menggelar kegiatan penguatan keaswajaan angkatan pertama.
Kegiatan dengan tema Aswaja sebagai pradigma pengetahuan dan gerakan sosial tersebut didasarkan pada kaidah Islam Ahlussunnah Waljama’ah (Aswaja) sebagai salah satu amanat dari pendiri Universitas.
Maas Sobirin, M.Pd selaku Ketua Aswaja Center Unwahas dalam sambutanya menjelaskan, pada tahun ini pihaknya akan meranah ke SDM termasuk pada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam memberikan penguatan nilai keaswajaan.
Baca Juga: Muslimat NU Ungaran Timur Targetkan Visi Satukan Semua Potensi NU Untuk Kemaslahatan yang Lebih Luas
“Di tahun sebelumnya kami telah membuat ruang digital, dan membentuk tim Aswaja Muda yang saat ini sudah ada sepitar 30 anggota yang aktif dalam mengikuti proses kajian keaswajaan,” ungkapnya, Senin (4/9/2023).
Aswaja Center Unwahas yang memasuki tahun ketiga saat ini telah memiliki fasilitas ruang khusus untuk mengkaji isu-isu keislaman yang berkembang dimasyarakat.
“Selain memberikan infromasi akses untuk Aswaja Muda, kami juga akan segera menerbitkan buku Epistemologi Aswaja yang ditulis oleh para dosen di Unwahas,” pungkasnya.
Baca Juga: Sambut Hari Sumpah Pemuda, Dekranasda dan Pemkot Semarang Gelar Kompetisi Kita Pemuda
Penguatan keaswajaan angkatan pertama menghadirkan Rektor beserta Wakil Rektor III Unwahas sebagai narasumber utama. Prof. Dr. KH. Mudzakkir Ali,MA selaku Rektor Unwahas sekaligus ketua LPTNU Jawa Tengah menyebut Aswaja bukan hanya tauhid tetapi juga syariat, akidah, dan akhlak.
“Pada zaman sekarang kita perlu tahu bagaimana IPTEK yang berbasis nilai, bukan hanya sekedar Aswaja,” ungkapnya.
Penguatan Aswaja kepada seluruh lapisan SDM di Unwahas menjadi sangat penting mengingat Unwahas menjadi kampus Aswaja yang sedang berkembang ditengah masyarakat.
“Dalam nilai Aswaja kami membawa misi Rahmatan Lil Alamin, sehingga membentuk pola pikir yang harmonis,” pungkasnya.
Baca Juga: Semarang Bisa Jadi Pusat Penghasil Ikan Koi Asalkan Pengelolaannya Benar
Sementara itu Dr. H. Nur Cholid, M.Ag., M.Pd selaku Wakil Rektor III sekaligus Ketua Umum Pergunu Jawa Tengah menambahkan, nilai ideologi Aswaja secara tidak langsung berbeda dengan ideologi yang yang lainnya, yaitu bagaimana cara membentuk komunikasi yang baik terhadap pergerakan masyarakat.
“Dengan nilai yang berbeda tersebut ideologi Aswaja harus disematkan baik di dalam maupun di luar kampus Universitas Wahid Hasyim Semarang,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










