Semarang Bisa Jadi Pusat Penghasil Ikan Koi Asalkan Pengelolaannya Benar

AKURAT.CO SEMARANG - Kota Semarang punya potensi yang besar untuk menjadi pusat atau sentra koi di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI) Santoso pada Senin (4/9/2023).
“Kalau dilihat banyak orang Semarang yang menjadi penghobi koi, dengan banyaknya showtentu akan memacu diler bahkan breeder untuk menghasilkan ikan yang cantik danindah,” katanya saat gelaran One Day Koi Show, yang digelar Semarang KoiSociety (SKS) di Gedung Gris.
Baca Juga: Mbak Ita Terus Dorong Masyarakat Untuk Pilah Sampah
Potensi ekonomi dari dunia ikan hias di Kota Semarang memang besar. Hal ini dikarenakan, di Ibu Kota Jateng sudah banyak pecinta bahkan dealer, yang menjual ikan berkualitas.
Bahkan kota lumpia disebut bisa menjadi sentra penghasil koi seperti Blitar dan Sukabumi.
Walaupun begitu, Santoso menegaskan harus ada cara yang dilakukan untuk memacunya, antara lain dengan menggelar event show ikan koi.
Sehingga akan muncul breeder atau peternak di Kota Semarang.
Baca Juga: Cuaca Panas Berkepanjangan, Polda Jateng Himbau Para Pendaki Gunung Tak Sembarangan Menyalakan Api
Santoso menjelaskan, potensi ini bisa dimaksimalkan karena Semarang memiliki kontur yang unik.
Selain pesisir, Ibu Kota Jateng punya daerah pegunungan yang bisa digunakan untuk membudidayakan ikan asal Jepang ini.
Menurutnya, dengan memanfaatkan potensi yang ada, bukan tidak mungkin Semarang bisa menjadi sentrakoi, dan bisa meningkatkan perekonomian.
“Apalagi setiap ikan ini nggak sama kayak manusia, nah ini bisa dikembangkan di Semarangatas dan semua tempat saya kira bisa dimanfaatkan,” tuturnya.
Baca Juga: 4 Tips Untuk Bisa Menjadi Seorang Akuntan Dalam Perusahaan yang Profesional
Sementaraitu, ketua SKS Novan Hary, menjelaskan dalam event One Day Koi Show ada 738 ikan yang dibawa peserta dari berbagai kota yang ikut dalam perlombaan tersebut.
“Tujuan kami adalah mengangkat kota Semarang menjadi sentra koi, dan sebagai penghasilkoi agar bisa terjadi multiplayer efek, salah satunya mendongkrak perekonomian,” tambahnya.
Novan menjelaskan, para peserta sengaja datang untuk beradu kualitas, kontes ini juga bertujuan mendokrak pasar ikan koi Indonesia yang memiliki kualitas ekspor yang harganya bisa mencapai hingga ratusan juta rupiah.
Baca Juga: Mengenal 6 Jenis Profesi Akuntan Sesuai Tugas dan Usahanya
Dari segi penilaian, lanjut Novan misalnya keindahan warna, kebugaran tubuh, bodiikan proporsional serta ikan yang ikut kontes benar-benar sehat.
“Acara ini selain mempertemukan para pecinta ikan Koi tentunya dengan adanya kontesikan koi ini akan meningkatkan popularitas dan juga nilai ekonominya,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 4LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 5UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 6Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 8GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 9Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 10Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini



