Jateng

5 Makanan Tradisional Kota Solo, Jarang Ditemui tapi Masih Eksis, Mencarinya Harus Blusukan

Theo Adi Pratama | 1 Juli 2024, 18:25 WIB
5 Makanan Tradisional Kota Solo, Jarang Ditemui tapi Masih Eksis, Mencarinya Harus Blusukan

JATENG.AKURAT.CO, 5 Makanan Tradisional Kota Solo, Jarang Ditemui tapi Masih Eksis, Mencarinya Harus Blusukan.

Kota Solo menjadi salah satu kota di Jawa Tengah yang masih mempertahankan adat dan budaya Jawa di tengah era modern.

Tak hanya soal budaya di keseharian masyarakat, Kota Solo juga masih mempertahankan makanan tradisionalnya.

Baca Juga: AKHIRNYA TERBONGKAR! 7 Surga Hidden Gems Kuliner di Jogja Ini Nyatanya Bisa Bikin Kamu Ngiler Abis, Soal Harga Masih Ramah Kantong!

Meskipun jarang ditemui atau cukup sulit dicari hingga blusukan, tapi masih ada lho penjual yang menjajakan makanan tradisional khas Kota Solo.

Berikut ini 5 Makanan Tradisional Kota Solo, Jarang Ditemui tapi Masih Eksis, Mencarinya Harus Blusukan.

  1. Opak Angin

Opak angin adalah camilan sejenis kerupuk. Kudapan ini dulunya hanya dibuat untuk memeriahkan tahun baru hijriah.

Camilan opak angin dibuat dari ketan dan gula jawa yang dipanggang di atas bara api secara tradisional dengan anglo. 

Proses memasak yang tidak memakai minyak ini membuat opak angin diklaim bebas kolesterol.

Baca Juga: Menyusuri Hal Unik Kelurahan Kranggan: Jelajah Titik Center Kampung Pecinan di Semarang, dari Sejarah, Toleransi hingga Kuliner Kentalnya

Ketan yang menjadi bahan dasar opak angin tidak boleh digiling menggunakan mesin. 

Melainkan wajib ditumbuk dengan lesung sambil ditambahkan gula jawa sedikit demi sedikit agar mengembang saat dipanggang.

Opak angin memiliki tekstur yang renyah dan lembut. Begitu digigit, opak akan langsung lumer di mulut seperti terbawa angin. Itulah sebabnya disebut dengan nama opak angin.

  1. Putu Bumbung

Kue putu merupakan jajanan tradisional Indonesia yang terkenal di berbagai wilayah, termasuk Solo. Kudapan ini berbahan dasar tepung beras, kelapa parut, dan gula merah

Kuliner tradisional Solo yang satu ini dicetak dengan bumbung alias bambu kemudian dikukus di lempengan besi yang diletakkan di atas panci berisi air mendidih. 

Uap panas dari air inilah yang berperan membuat kue putu matang.

Kue putu disajikan dengan ditaburi kelapa parut. Putu bumbung sangat enak jika dinikmati ketika masih hangat, sebagai teman minum teh atau kopi pada malam hari.

  1. Cabuk Rambak 

Cabuk rambak merupakan kuliner tradisional khas Solo yang mulai sulit didapatkan. Makanan ini berasal dari dua kata, cabuk yang merujuk pada saus wijen putih, dan rambak yang berarti kerupuk dari kulit sapi atau kerbau.

Sesuai namanya, cabuk rambak merupakan makanan yang terdiri dari irisan ketupat yang disiram saus wijen putih. 

Makanan ini disajikan dengan karak atau potongan kerupuk dari nasi sebagai pengganti rambak yang harganya semakin mahal.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah dan Budaya di Wonodri Semarang di 2024 Ini! Mulai Sendang Keramat, Rumah Sakit Roemani, dan Kuliner Khas

Cabuk rambak memiliki cita rasa yang lezat. Saus berbahan wijen, kelapa parut sangrai, dan aneka bumbu menjadikan cabuk rambak terasa sangat gurih dan sedap. 

Cita rasa cabuk rambak bisa membuat siapa pun ketagihan untuk menikmati kembali makanan ini.

  1. Es Kapal

Es kapal dibuat dari campuran es serut, santan, dan sirup coklat. Umumnya, para penjual es kapal membuat sendiri sirup coklat yang digunakan sebagai salah satu bahan minuman yang mereka jual. Sirup coklat ini dibuat dari gula jawa.

Es kapal memiliki cita rasa manis dan gurih. Aromanya juga sangat khas. Minuman ini cocok untuk mengusir dahaga. Penjual es kapal biasanya juga menjual camilan dan gorengan.

Menikmati es manis segar bersama gorengan yang gurih sambil bersantai menikmati suasana dapat menjadi pilihan bagi masyarakat untuk mengisi waktu luang secara menyenangkan.

Baca Juga: Mari Kita Bongkar Hal Unik yang Ada di Tegalsari, Semarang Tahun 2024 Ini! Mulai dari Sejarah, Wisata hingga Tempat Kuliner

  1. Jenang Saren 

Jenang saren merupakan salah satu kuliner tradisional yang dikenal di beberapa daerah di Jawa Tengah, salah satunya Solo, yang mulai langka. 

Makanan ini juga dikenal dengan istilah jenang rempah karena dibuat dari beberapa bahan campuran

Jenang saren memiliki warna hitam pekat yang disajikan dengan santan. Adapun bahan utama pembuatan jenang ini adalah tepung ketan, gula jawa, dan sekam padi alias merang

Warna hitam pekat itulah yang membuat penganan satu ini disebut dengan nama jenang saren. 

Selain rasa manis dan gurih dari perpaduan santan serta gula jawa, makanan ini memiliki rasa agak pahit dan hangat

Itulah ulasan menarik tentang 5 Makanan Tradisional Kota Solo, Jarang Ditemui tapi Masih Eksis, Mencarinya Harus Blusukan. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.