Menelusuri Sejarah dan Keunikan Selokan Mataram: Destinasi Wisata Bersejarah yang Unik di Yogyakarta

AKURAT.CO Sejarah, Yogyakarta, selain terkenal dengan keindahan alamnya, juga menyimpan destinasi wisata sejarah yang cukup unik, yaitu Selokan Mataram.
Berbeda dari destinasi lainnya, Selokan Mataram merupakan bangunan bersejarah yang masih berfungsi hingga saat ini, menjadikannya sebagai atraksi yang menarik bagi para pengunjung yang ingin menyelami sejarah kota ini.
Sejarah Panjang Selokan Mataram
Selokan Mataram adalah saluran irigasi terpanjang di Yogyakarta, membentang sepanjang 31,2 km.
Bangunan ini berhulu di Bendungan Karangtalun di Dusun Karangtalun, Desa Karangtalun, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, dan mengalir ke arah timur Sungai Progo.
Dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, saluran irigasi ini masih menjadi tulang punggung dalam menjaga kelangsungan lahan pertanian di daerah tersebut.
Saluran irigasi ini awalnya dibangun atas inisiatif Hamengku Buwono IX untuk membangun parit pertahanan dan sekaligus sebagai saluran irigasi bagi masyarakat.
Namun, selain dimaksudkan untuk pertahanan, pembangunan parit ini juga bertujuan untuk memajukan sektor pertanian di wilayah tersebut.
Dibangun atas persetujuan Jepang pada tahun 1942, saluran air ini selesai pada 1944 dan awalnya dikenal dengan nama kanal Yoshihiro.
Namun, seiring berjalannya waktu, selokan ini berkembang menjadi lebih dari sekadar saluran irigasi, melainkan juga menjadi daya tarik wisata yang menarik minat banyak orang.
Destinasi Wisata Sejarah yang Unik
Selokan Mataram, selain menjadi tulang punggung pertanian di Yogyakarta, kini juga menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik.
Pengunjung yang datang dapat menelusuri sejarahnya langsung dari warga sekitar, sehingga membawa pengalaman yang mendalam tentang kehidupan sehari-hari masyarakat lokal dan peran Selokan Mataram dalam kehidupan mereka.
Keunikan lain dari Selokan Mataram adalah arah aliran airnya yang berlawanan dengan kebanyakan saluran air pada umumnya.
Sementara mayoritas saluran air mengalir dari barat ke timur, Selokan Mataram justru mengalir seakan melawan arus, menambah daya tarik dan misteri tersendiri bagi para pengunjung.
Selain menikmati pengetahuan sejarah, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan alam pedesaan yang memukau sepanjang perjalanan.
Hamparan sawah hijau yang memanjakan mata, dipadu dengan udara segar pedesaan, menjadi daya tarik tambahan dari destinasi wisata yang memadukan sejarah dan alam ini.
Kesimpulan
Selokan Mataram tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Yogyakarta, tetapi juga menjadi bagian yang hidup dan bernilai bagi masyarakat setempat.
Dengan terus berfungsi sebagai saluran irigasi yang menghidupi sektor pertanian, serta menjadi objek wisata yang menarik, Selokan Mataram menunjukkan betapa pentingnya pelestarian warisan sejarah dalam menjaga identitas dan keberlanjutan sebuah kota.
Bagi para pengunjung, Selokan Mataram menawarkan pengalaman yang unik dan mendalam, mengajak mereka untuk menyelami jejak-jejak masa lalu sambil menikmati keindahan alam yang mempesona.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 5Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 6Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 7Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 8Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 9Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 1015 Calon Anggota KI Jateng Lolos Tes Wawancara, Lanjut Fit and Proper Test di DPRD








