Jateng

Mengungkap Sejarah Cerita dan Tradisi Meriahnya Tradisi Cap Go Meh: Momen Penting di Akhir Perayaan Imlek

Theo Adi Pratama | 23 Februari 2024, 15:00 WIB
Mengungkap Sejarah Cerita dan Tradisi Meriahnya Tradisi Cap Go Meh: Momen Penting di Akhir Perayaan Imlek

AKURAT.CO Sejarah, Setelah perayaan Imlek meriah dan penuh warna, saatnya kita berbicara tentang Cap Go Meh, momen penting yang menandai akhir dari rangkaian perayaan Tahun Baru China.

Sobat Akurat pasti sudah tak asing lagi dengan momen ini, di mana Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien yang berarti "malam ke-15".

Tradisi ini memiliki sejarah yang kaya dan menarik, serta dipenuhi dengan berbagai aktivitas yang meriah dan simbolik. Yuk, simak beberapa fakta menarik tentang Cap Go Meh di bawah ini!

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah yang Ada di Pabrik Gula Pangka: Memori Salah Satu Pabrik Tertua di Indonesia

Sejarah Awal Mula Cap Go Meh

Awal mula perayaan Cap Go Meh dapat ditelusuri kembali ke sebuah ritual penghormatan kepada Dewa Thai Yi pada masa Dinasti Han pada abad ke-17.

Momen sakral ini awalnya dilaksanakan secara tertutup di kalangan istana dan para raja, namun kemudian menjadi perayaan yang dirayakan secara lebih luas oleh masyarakat umum setelah masa pemerintahan Dinasti Han berakhir.

Festival Lampion yang Gemerlap

Festival lampion merupakan bagian tak terpisahkan dari perayaan Cap Go Meh.

Lampion-lampion meriah dipajang di berbagai tempat sebagai simbol keberuntungan, kemakmuran, kebahagiaan, dan kesejahteraan.

Warna merah yang mendominasi lampion-lampion tersebut memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Tionghoa, dan mereka percaya bahwa festival ini akan membawa terang dan rejeki bagi kehidupan mereka.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Singkat dan Perjalanan Kupat Bongkok Tegal: Jejak Panjang Sebuah Kuliner Legendaris

Kuliner Khas yang Wajib Dihidangkan

Cap Go Meh juga identik dengan hidangan-hidangan khas yang wajib disajikan di meja makan.

Salah satunya adalah mi panjang umur, yang merupakan doa dan harapan untuk kesehatan dan umur yang panjang.

Tak ketinggalan, lontong Cap Go Meh juga merupakan hidangan yang istimewa, dengan isian lontong, ayam opor, sambal kentang, dan telur rebus.

Tradisi Tarian Barongsai

Barongsai adalah elemen tak terpisahkan dalam perayaan Cap Go Meh.

Tradisi ini bertujuan untuk mengusir energi negatif dan membawa keberuntungan serta kesuksesan bagi masyarakat.

Arak-arakan barongsai dengan iringan musik khas Imlek menjadi pemandangan yang ikonik dan meriah.

Baca Juga: Sejarah Perjalanan Gunung Mahameru: Mitos Pindahnya Himalaya ke Jawa, dan Kisah Kosmologi dalam Mitologi Jawa Kuno

Perayaan Unik di Indonesia

Meskipun Cap Go Meh berasal dari Tiongkok, namun di Indonesia, tradisi ini berkembang dengan ciri khas budaya lokal.

Contohnya, perayaan Cap Go Meh di Palembang yang fokus di Klenteng Hok Tjing Rio, Pulau Kemaro, serta kirab budaya di Salatiga yang meriah dengan arak-arakan berisi patung dewa dan pertunjukan budaya lokal.

Cap Go Meh merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Tionghoa sebagai penutup perayaan Imlek.

Dengan segala tradisi dan kegiatan meriah yang menyertainya, Cap Go Meh menjadi simbol penting dari perpaduan budaya dan harapan akan masa depan yang cerah.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.