Jateng

Sejarah Perjalanan Gunung Mahameru: Mitos Pindahnya Himalaya ke Jawa, dan Kisah Kosmologi dalam Mitologi Jawa Kuno

Theo Adi Pratama | 19 Februari 2024, 17:00 WIB
Sejarah Perjalanan Gunung Mahameru: Mitos Pindahnya Himalaya ke Jawa, dan Kisah Kosmologi dalam Mitologi Jawa Kuno

AKURAT.CO Sejarah, Dalam mitologi Hindu, cerita Samudramanthana, atau pengadukan samudra, memainkan peran penting dalam penciptaan dan kosmologi.

Di India, cerita ini berkisah tentang upaya para dewa dan asura untuk menghasilkan amrita, air keabadian, dari samudra yang diaduk.

Namun, versi Jawa Kuno dari mitos ini memiliki nuansa yang unik, dengan fokus pada pindahnya Gunung Mahameru, atau Himalaya, ke Jawa.

Kisah ini menjadi bagian integral dari mitologi Jawa dan menjadi asal mula Gunung Penanggungan sebagai pusat kosmologi Jawa Kuno.

Baca Juga: Mengulik Perjalanan Sejarah Masjid Tan Kok Liong: Simbol Kebangkitan Spiritual di Pondok Pesantren At Taibin

Gunung Mahameru atau Himalaya sebagai Paku Jawa

Dalam mitos pindahnya Himalaya ke Jawa, Bathara Guru, raja para dewa, memerintahkan rombongan dewa, resi, bidadara, dan gandarwa untuk memotong Gunung Mahameru di India dan memindahkannya ke Jawa agar pulau tersebut menjadi stabil di tengah samudra.

Dengan Bathara Wisnu sebagai ular naga jelmaan dan Bathara Brahma sebagai kura-kura raksasa, mereka berhasil memotong dan menyeret setengah bagian Gunung Mahameru ke Jawa.

Berubahnya Air Racun menjadi Air Amerta

Selama proses pemindahan, Gunung Mahameru mengeluarkan air beracun bernama Kalakuta.

Namun, Bathara Guru berhasil mengubah racun tersebut menjadi air kehidupan, atau air amerta, setelah menguji rasanya dengan konsekuensi tragis yang menyebabkan lehernya berwarna biru.

Air amerta ini kemudian digunakan untuk menghidupkan kembali para dewa yang tewas karena mengonsumsi racun.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah Masjid Agung Sang Ciptarasa: Warisan Salah Satu Walisongo, Sunan Gunung Jati

Peletakan Gunung Mahameru

Setelah mengatasi rintangan racun Kalakuta, para dewa melanjutkan pemindahan Gunung Mahameru ke Jawa.

Namun, proses ini mengakibatkan pulau Jawa menjadi miring sehingga perlu dilakukan penyeimbangan.

Akhirnya, Gunung Mahameru diletakkan di sisi barat Pulau Jawa, dengan bagian bawah gunung yang jatuh membentuk gunung-gunung lain di pulau tersebut.

Asal Mula Pusat Kosmologi Jawa Kuno

Bagian tersuci Gunung Mahameru yang diletakkan di Jawa menjadi Gunung Pawitra atau Gunung Penanggungan, yang dianggap sebagai pusat kosmologi Jawa Kuno.

Gunung ini, yang dikelilingi oleh delapan anak gunung di delapan penjuru mata angin, menjadi tempat para dewa bertahta menurut konsep Nawadewata.

Baca Juga: Berita Otomotif Indonesia: Merunut Kembali Jejak Sejarah Suzuki APV di Indonesia

Mitos pindahnya Himalaya ke Jawa mencerminkan hubungan erat antara mitologi Hindu dan kepercayaan Jawa Kuno.

Dengan mengeksplorasi cerita ini, kita dapat lebih memahami pandangan dunia dan kosmologi yang dipegang oleh masyarakat Jawa Kuno serta kompleksitas budaya dan agama di Nusantara.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.