Jateng

Mengenal Lebih Dekat Keraton Surakarta: Sebuah Jejak Sejarah dan Kekayaan Budaya yang Terus Terawat

Theo Adi Pratama | 18 Februari 2024, 14:56 WIB
Mengenal Lebih Dekat Keraton Surakarta: Sebuah Jejak Sejarah dan Kekayaan Budaya yang Terus Terawat

AKURAT.CO Sejarah, Keraton Surakarta, juga dikenal sebagai istana Kasunanan Surakarta Hadiningrat, adalah salah satu warisan bersejarah yang memperkaya kekayaan budaya Indonesia.

Dibangun pada tahun 1744, keraton ini merupakan kelanjutan dari Kerajaan Mataram Islam dan merupakan pusat pemerintahan yang penting pada masanya.

Berlokasi di Kota Surakarta, keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal bagi sunan dan keluarga kerajaan, serta mempertahankan tradisi kesunanan yang kaya.

Baca Juga: Sejarah dan Perjalanan Peradaban Jawa: Mengenal Sistem Penanggalan Jawa dan Perkembangannya di Masa Modern

Sejarah pembangunan Keraton Surakarta dimulai ketika Keraton Kartasura hancur akibat Geger Pecinan pada tahun 1743.

Susuhan Pakubuwono II, juga dikenal sebagai Sunan PB II, membangun Keraton Surakarta sebagai pengganti Keraton Kartasura.

Desa Sala dipilih sebagai lokasi pembangunan karena posisinya yang strategis dekat dengan Sungai Bengawan Solo, yang berfungsi sebagai jalur vital dalam aktivitas ekonomi, sosial, dan politik.

Pembangunan Keraton Surakarta dimulai pada tahun 1746 dan ditempati oleh Pakubuwono II hingga wafatnya pada tahun 1749.

Baca Juga: Perjalanan Gedung Juang 45 Bekasi: Saksi Perjuangan dan Museum Sejarah

Pembangunan berlanjut di bawah pemerintahan para penerusnya, seperti Pakubuwono III, yang juga menghadapi tantangan politik dan perlawanan.

Melalui Perjanjian Giyanti pada tahun 1755, Kesultanan Mataram dibagi menjadi dua, dan Keraton Surakarta menjadi istana Kasunanan Surakarta.

Kompleks Keraton Surakarta terdiri dari berbagai area, termasuk Alun-Alun Utara, Pagelaran Sasana Sumewa, Siti Hinggil Utara, Kamandungan Utara, Sri Manganti Utara, Kedhaton, Kamagangan dan Sri Manganti Selatan, Kamandungan Selatan, dan Siti Hinggil Selatan.

Setiap area memiliki bangunan-bangunan bersejarah yang menggambarkan kehidupan dan kegiatan di keraton pada masa lalu.

Baca Juga: Sejarah Stadion Sultan Agung Bantul, Kandang Baru Barito Putera Bersama RANS Nusantara Hingga Akhir Musim Liga 1 2023/24

Keraton Surakarta tidak hanya merupakan tempat bersejarah, tetapi juga menawarkan wisata budaya yang kaya.

Pengunjung dapat menikmati upacara adat, tarian sakral, dan musik tradisional.

Beberapa upacara adat yang terkenal di antaranya adalah Grebeg, Sekaten, dan upacara Malam Satu Suro.

Museum di dalam kompleks keraton juga menampilkan koleksi-koleksi bersejarah seperti kereta kencana, tandu, patung, senjata kuno, dan banyak lagi.

Meskipun Keraton Surakarta adalah tempat yang terbuka untuk umum, ada beberapa area yang tidak boleh dikunjungi, seperti kediaman Raja Pakubuwono.

Namun, para pengunjung tetap dapat menikmati keindahan dan kekayaan budaya yang ditawarkan oleh Keraton Surakarta, sehingga menjadikannya destinasi wisata budaya yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.