Jateng

Keindahan dan Tradisi Pendidikan Islam: Mengulik Sejarah serta Kemegahan Arsitektur Masjid Luhur Nurhasan di Kabupaten Jombang

Theo Adi Pratama | 11 Februari 2024, 17:00 WIB
Keindahan dan Tradisi Pendidikan Islam: Mengulik Sejarah serta Kemegahan Arsitektur Masjid Luhur Nurhasan di Kabupaten Jombang

AKURAT.CO Sejarah, Kabupaten Jombang, sebuah daerah yang kaya akan tradisi pendidikan Islam, menjadi rumah bagi berbagai pesantren ternama di Indonesia.

Salah satu yang menonjol adalah Pondok Pesantren Gading Mangu, yang berdiri sejak tahun 1952.

Namun, titik pusat kegiatan pesantren ini terletak di sebuah bangunan megah yang menjadi landmark Kabupaten Jombang, yaitu Masjid Luhur Nurhasan.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah dan Cerita serta Keunikan Masjid Madekan: Tempat Bersumpah yang Menakutkan di Madura

Sejarah dan Perkembangan Pondok Pesantren Gading Mangu

Pondok Pesantren Gading Mangu telah bertransformasi seiring berjalannya waktu.

Mulai dari tahun 1952, fasilitasnya berkembang pesat, menyediakan gedung asrama, aula, wisma tamu, dan sekolah umum tingkat SMP, SMU, dan SMK di bawah Yayasan Budi Utomo.

Pada tahun 2000, pesantren ini mengalami perluasan ke arah selatan, dengan Masjid Luhur Nurhasan menjadi pusat kegiatan utama.

Keunikan Arsitektur Masjid Luhur Nurhasan

Masjid Luhur Nurhasan memukau siapa pun yang melewati Jalan Raya Perak, jalan lintas provinsi dari Yogyakarta menuju Surabaya.

Dengan menara tinggi yang menjulang, masjid ini menjadi landmark yang mencolok di wilayah tersebut.

Baca Juga: Keagungan dan Sejarah Masjid Agung Brebes: Simbol Kebijaksanaan dan Kebangkitan Rohani

Keunikan masjid ini terletak pada lima menara yang menjadi simbol rukun Islam.

Empat menara menyatu dengan bangunan utama, sementara satu menara lagi terletak di depan bangunan utama dengan puncak berbentuk bulat telur.

Simbolisme dan Sentralisasi Visual

Menara-menara masjid ini tidak hanya menjadi elemen arsitektur, tetapi juga sarana visual yang mengesankan.

Kubah masjid mungkin tidak terlihat dengan jelas dari tanah, namun keberadaan menara menjadi sentralisasi visual yang kuat.

Mereka tidak hanya melambangkan ajaran Islam, tetapi juga menjadi simbol kekuatan dan kemegahan tradisi pendidikan Islam di Kabupaten Jombang.

Baca Juga: Keindahan dan Sejarah Masjid Menara Kudus: Simbol Akulturasi Budaya dan Kebangkitan Spiritual

Masjid Luhur Nurhasan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga merupakan pusat kegiatan pendidikan dan budaya Islam.

Keberadaannya yang megah dan simbolismenya yang kuat menjadi cerminan dari kekuatan tradisi Islam yang kental di wilayah tersebut.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.