Jateng

Pesona Alam Pengalengan: Surga Wisata dengan Cerita Misteri dan Sejarah yang Menarik

Theo Adi Pratama | 3 Februari 2024, 13:00 WIB
Pesona Alam Pengalengan: Surga Wisata dengan Cerita Misteri dan Sejarah yang Menarik

AKURAT.CO Misteri, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memang dikenal sebagai surga wisata dengan berbagai bentang alam yang memanjakan mata.

Ciwidey, Rancabali, dan Pengalengan adalah beberapa wilayah yang telah mencuri perhatian wisatawan.

Namun, di antara keindahan panorama alam, Pengalengan memiliki daya tarik khusus yang membuatnya menjadi destinasi liburan favorit, terutama di akhir pekan.

Pengalengan, dengan luas wilayah 195,4 kilometer persegi, menawarkan pesona alam yang tak kalah memukau.

Baca Juga: Misteri Wisata Telaga Wahyu di Magetan: Surga Tersembuny' dan Mitos yang Berkaitan dengan Pernikahan

Wisatawan sering kali tertarik untuk menghabiskan waktu liburan mereka di kecamatan ini.

Namun, di balik keindahan alamnya, terdapat cerita mistis yang melekat pada sosok Mbah Kebon.

Dalam bukunya berjudul "Pesona Sejarah Bandung: Perkebunan di Priangan," Rizky Wiryawan mengisahkan kisah menarik tentang Mbah Kebon.

Sosok ini dianggap sebagai pemilik kebun di Pangalengan yang memiliki kekuatan istimewa.

Baca Juga: Keunikan dan Misteri Desa Jatisawit dan Jatisawit Lor: Mitos Siluman Buaya dan Larangan Bedug

Salah satu kisah mencengangkan adalah ketika Mbah Kebon berhasil menjebak seekor babi hutan dalam pertarungan yang berlangsung dari malam hingga pagi hari.

Selain itu, Mbah Kebon juga diyakini mampu mencegah terjadinya longsor dengan cara sederhana, yaitu menanam ranting-ranting pohon di tanah.

Praktik ini menjadi tradisi di Pangalengan dan dipercayai sebagai cara tolak bala oleh masyarakat setempat.

Menurut Rizky, Pengalengan telah lama menjadi tempat favorit para meneer Belanda sejak dibuka sebagai lahan pembibitan tanaman kina pada abad ke-19.

Baca Juga: Misteri yang Menyelimuti Jembatan Si Katak: Tempat Misterius di Dekat Kampus Universitas Diponegoro

Kawasan ini menjadi sentra perkebunan dan tempat beristirahat para petinggi Belanda karena cuacanya yang dianggap mirip dengan Eropa.

Rizky juga menjelaskan asal usul nama "Pangalengan." Menurutnya, nama ini berasal dari kata "ngaleng" dalam Bahasa Sunda, yang berarti memeluk.

Nama Pangalengan diambil dari kisah seorang Bupati Bandung yang kagum dengan keberhasilan penanaman kopi dan memeluk seorang camat setempat.

Dari kata "memeluk" lahirlah nama Pangalengan.

Baca Juga: Mitos dan Misteri Larangan Menggelar Pertunjukan Wayang di Desa Rahtawu: Kepercayaan Spiritual dan Kisah Mistis

Meskipun ada versi lain yang menyebut bahwa Pangalengan berasal dari suku kata "kaleng" dengan awalan "pa" dan akhiran "an," namun masyarakat lebih suka menyebut kawasan dataran tinggi di sekitar Gunung Malabar dengan sebutan Pangalengan.

Terlepas dari asal-usul namanya, Pangalengan kini telah menjadi destinasi wisata yang sangat diminati setiap akhir pekan.

Menurut data BPS tahun 2022, penduduk Pangalengan mencapai 157.568 jiwa, dan wilayahnya yang luas menawarkan keindahan alam yang memikat hati para pengunjung.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.