Jateng

Masjid Raya Sumatera Barat: Jejak Sejarah, Kebesaran Arsitektur, hingga Perjalanan Saat Ini

Theo Adi Pratama | 2 Februari 2024, 14:00 WIB
Masjid Raya Sumatera Barat: Jejak Sejarah, Kebesaran Arsitektur, hingga Perjalanan Saat Ini

AKURAT.CO Sejarah, Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) bukan hanya sebuah tempat ibadah megah, melainkan juga saksi bisu perjalanan panjang sejarah dan arsitektur gemilang.

Dibangun selama 12 tahun, masjid ini menjadi pusat perhatian beberapa waktu yang lalu setelah terkait dengan demonstrasi warga Air Bangis yang menolak Proyek Strategi Nasional (PSN).

Demonstrasi tersebut menyebabkan sejumlah warga ditangkap di Masjid Raya Sumbar.

Mari kita tinjau sejarah dan kekayaan arsitektur Masjid Raya Sumbar.

Baca Juga: Kabupaten Kulon Progo: Perjalanan Sejarah dari Keraton Hingga Penggabungan Dua Wilayah

Sejarah Pembangunan yang Berliku

Masjid Raya Sumbar, yang terletak di Jalan Chatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat, resmi memulai pembangunannya pada 21 Desember 2007.

Seiring dengan perjalanan waktu, masjid ini akhirnya rampung dan diresmikan pada 4 Januari 2019.

Namun, proses pembangunan selama 12 tahun ini tidak lepas dari tantangan dan keterbatasan, seperti bencana gempa di Padang pada tahun 2009 yang mempengaruhi proyek ini.

Proses Sayembara untuk Arsitek Terbaik

Sebelum pembangunan dimulai, Pemerintah Provinsi Sumbar menyelenggarakan sayembara untuk mendapatkan tim arsitek yang terbaik pada tahun 2006.

Dalam sayembara ini, 323 peserta dari berbagai negara berpartisipasi, dan hasilnya, tim arsitek terpilih adalah Urbane Indonesia pimpinan Ridwan Kamil.

Arsitektur Masjid Raya Sumbar yang ikonik menggabungkan keindahan rumah gadang khas Padang dengan kemegahan arsitektur Islam.

Baca Juga: Kabupaten Klaten: Sebuah Perjalanan Sejarah di Tanah Jawa Tengah

Arsitektur Megah Bergaya Rumah Gadang

Masjid Raya Sumbar, sebagai ikon Sumatera Barat, menampilkan arsitektur megah yang memadukan keunikan Rumah Gadang dengan keanggunan bangunan agama.

Dengan tiga lantai dan kapasitas untuk 5.000 hingga 6.000 jamaah, masjid ini menjadi daya tarik tersendiri.

Meskipun awalnya direncanakan memiliki empat menara, keterbatasan anggaran menyebabkan hanya satu menara yang dibangun.

Pembangunan dalam Tujuh Tahap

Proses pembangunan Masjid Raya Sumbar dipecah menjadi tujuh tahap yang dilaksanakan secara berkala selama periode 12 tahun.

Tahap pertama hingga tahap keempat berfokus pada struktur bangunan, sementara tahap kelima hingga tahap ketujuh menitikberatkan pada detail interior dan penyelesaian fasad.

Tahap-tahap ini mencerminkan ketelitian dan dedikasi dalam menciptakan bangunan yang berkesan.

Baca Juga: Sejarah Kelenteng Sam Poo Kong: Jejak Cheng Ho dan Kearifan Tionghoa di Semarang

Anggaran Ratusan Miliar dan Dukungan dari Negara Sahabat

Pembangunan Masjid Raya Sumbar membutuhkan anggaran yang cukup besar, mencapai kisaran Rp 325 – 330 miliar.

Sumber dana berasal dari berbagai sumber, termasuk APBN, APBD, dan sumbangan dari negara sahabat seperti Arab Saudi dan Turki.

Meskipun menghadapi kendala anggaran, masjid ini tetap menjadi megah dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumbar.

Antara Keagungan dan Arsitektur yang Memikat

Masjid Raya Sumbar mempertontonkan kebesaran sejarah dan keindahan arsitektur yang memikat.

Sebagai bangunan bersejarah dan simbol keagamaan, masjid ini terus menyajikan keindahan dan pelajaran, sambil menjadi saksi perjalanan panjang dan perjuangan masyarakat Sumatera Barat.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.