Bangunan Sejarah di Yogyakarta: Pesanggrahan Gambirowati, Pesona Arkeologi di Lereng Perbukitan Kapur

AKURAT.CO Sejarah, Pesanggrahan Gambirowati adalah sebuah kompleks arkeologi yang memukau, terletak pada koordinat UTM X: 427290 dan Y: 9113854, dengan posisi astronomisnya yang mempesona di perbukitan kapur, mencapai ketinggian 126,50-130 meter di atas permukaan laut.
Lokasinya yang dekat dengan pantai Parangtritis menambah daya tariknya, membuatnya menjadi sebuah peninggalan bersejarah yang mengundang penelitian dan penjelajahan.
Lingkungan Situs dan Pemanfaatan oleh Penduduk
Keadaan di sekitar Pesanggrahan Gambirowati mencerminkan harmoni antara warisan arkeologi dan aktivitas sehari-hari penduduk setempat.
Tanah disekitarnya dimanfaatkan untuk bertanam padi-padian dan berladang dengan berbagai tanaman, seperti ubi kayu dan pisang.
Pohon-pohon tua seperti randu talas, gayam, klepu, pule, dan ancar tumbuh di sekitar situs, menambah nuansa alami dan keindahan.
Tingginya rata-rata mencapai 15-25 meter, memberikan kesejukan dan nuansa mistis pada lingkungan sekitar.
Baca Juga: Sejarah Alat Musik Tradisional: Bonang, Keunikan Alat Musik Gamelan Jawa yang Memukau
Arsitektur dan Struktur Bangunan
Gambirowati memiliki struktur arsitektur yang menarik, terdiri dari dua dinding memanjang dengan orientasi barat-timur.
Sisa bangunan teras pertama, yang terletak di bawah, memiliki dimensi panjang 22,70m, lebar 0,5m, dan tinggi 1,04m.
Sementara itu, sisa bangunan kedua yang berada di atas teras pertama memiliki dimensi panjang 16,82m, lebar 0,5m, dan tinggi 1,20m.
Kedua teras tersebut dihubungkan oleh tangga dengan jarak 2,10m.
Dinding-dinding situs ini memperlihatkan panel-panel dengan hiasan geometris dan motif karang laut.
Keunikan unsur hiasannya memberikan kesan kemiripan dengan bangunan-bangunan masa klasik dan masa Islam.
Meskipun kondisinya telah mengalami sejumlah kerusakan, tetapi kemegahan dan keindahan Gambirowati tetap tercermin.
Baca Juga: Sejarah Alat Musik Tradisional: Kolintang, Harmoni Tradisi Sulawesi Utara yang Tetap Berdentum
Identitas Sejarah: Dari Masa Islam
Meskipun banyak yang mengira situs ini sebagai tinggalan masa Hindu-Budha, Gambirowati sebenarnya adalah pesanggrahan yang memiliki akar dalam masa Islam.
Pesanggrahan ini memiliki peran penting sebagai tempat yang digunakan oleh Sultan Hamengkubuwono II selama tiga periode pemerintahannya (1792-1828 M).
Rujukan utama atas keberadaan Pesanggrahan Gambirowati dapat ditemukan dalam Serat Rerenggan Kraton, yang mencatat bahwa Sultan Hamengkubuwono II membangun berbagai pesanggrahan di luar kraton.
Namun, yang dapat diidentifikasi secara fisik antara lain adalah pesanggrahan Rejo Winangun, Gua Siluman, Cendhanasari, Purworejo, dan Senopakis.
Sejak tahun 1982, studi pengumpulan data dan studi kelayakan dilakukan oleh SPSP DIY, dan pada tahun 1991, dilaksanakan kegiatan penggalian dan pemugaran untuk mengungkap lebih dalam keindahan dan makna sejarah Pesanggrahan Gambirowati.
Keajaiban Gambirowati di Balik Kerusakan
Meski telah mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu, Pesanggrahan Gambirowati tetap mempesona dan memperkaya khazanah arkeologi Indonesia.
Penggalian dan pemugaran yang dilakukan telah membantu mengungkap sejarah Islam yang terkandung dalam struktur dan artefaknya.
Gambirowati, dengan keanggunan dan keajaiban alam di sekitarnya, mengajak kita untuk merenung dan menyelami kejayaan masa lalu yang tetap abadi dalam situs ini.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 5Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 6Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 7Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 8Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 9Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 1015 Calon Anggota KI Jateng Lolos Tes Wawancara, Lanjut Fit and Proper Test di DPRD








